UPJ Menilai Rektor Asing Terlalu Terburu-buru

Diterbitkan  Rabu, 07 / 08 / 2019 20:42 - Berita Ini Sudah :  141 Dilihat

 

CIPUTAT-Rektor Universitas Pembangunan Jaya (UPJ) Leenawaty Limantara tidak sepakat adanya rektor asing karena dinilai kurang tepat dan terkesan terburu-buru. Jauh lebih tepat, program perguruan tinggi  (PT) asing untuk didatangkan ke Indonesia agar menjadi pemantik semangat tumbuh kembang akademisi yang ada.

Leenawaty Limantara menegaskan lebih sepakat dengan pola kerjasama perguruan tinggi (PT) asing, karena dinilai lebih bagus dapat bertransformasi dengan perguruan tinggi yang ada di Indonesia. Dengan PT asing, tentunya mampu memacu dosen-dosen lebih giat lagi untuk berprestasi baik di kancah nasional bahkan internasional.

“PT asing kenapa saya tidak alergi karena menurut saya itu jauh lebih tepat dan memang sudah ada perjanjian bilateral antara Indonesia dan luar negeri. Jika kemudian perjanjian itu dilanggar tentu merugikan negara kita,” katanya kemarin (7/8) saat  membuka Media Gathering.

Yang pasti dalam aturan saat perguruan tinggi asing hendak masuk ke Indonesia dalam kerjasama harus ada tahapan-tahapan yang perlu dilalui. Namun satu hal yang perlu diingat bahwa mendatangkan PT asing lebih menguntungkan Indonesia sejatinya bukan merugikan.

“PT asing ketika masuk ada persyaratan yang dijaga oleh kementeristek Dikti untuk menguntungkan dalam negeri. Biasanya bidang science  bukan saja membawa teknologinya tapi infrastruktur yang menolong Indonesia. PT asing tidak perlu divensif karena kedatangan mereka membuat kita bangun dan makin semangat lagi. Musti kita akui bahwa secara keseluruan memang di Indonesia lemah dalam bidang MIPA seperti kimia dan biologi serta lain sebagainya,” tambah ia.

Kendati memang di Indonesia sendiri belum ada yang lebih serius terkait dengan mendatangkan perguruan tinggi asing ke Indonesia. Saat ini baru pembahasan-pembahasan saja yang tengah dikerjakan dengan antara Indonesia dengan Australia. Jika tengok negara tetangga seperti Malaysia, Singapura dan Thailand mereka sudah menerapkan mendatangkan PT Asing secara serius.

“Memang tidak dapat dipungkiri bahwa di satu sisi ada potensi perguruan tinggi ada yang gulung tikar tapi nantinya masyarakat akan diuntungkan. Ada plus minusnya. Tapi jika mendatangkan rektor asing menurut saya terlalu terburu-buru. Yang harus diimport sistem yang bagus dari luar negeri bukan sosok orang rektornya,” bebernya.

Mengapa tidak tepat, karena rektor asing mereka harus beradaptasi dengan kultur budaya Indonesia.

Para rektor asing belum tentu dapat memimpin iklim dunia kampus di Indonesia termasuk pada dosen-dosen apakah sudah lancar berbahasa asing atau tidak. Jika belum ini mudah salah tangkap pesan yang disampaikan.

“Rektor akan butuh waktu penyesuaian lebih lama lagi karena bisa saja mengalami frustasi karena budaya berbeda. Sementara kepemimpinan adalah cara mempengaruhi orang lain. bagimana bisa mempengaruhi sementara komunikasi saja sulit,” katanya.(din)

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!