4 Situs Cagar Budaya Butuh Perwal

Diterbitkan  Kamis, 08 / 08 / 2019 20:17 - Berita Ini Sudah :  1565 Dilihat

 

SERPONG- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Tangsel bersama Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Banten punya kabar gembira. Pihaknya berhasil mengidentifikasi empat Obyek Diduga Cagar Budaya (ODCB) menjadi Situs Cagar Budaya.

Kepala Seksi Pelestarian dan Cagar Budaya Dindikbud Tangsel, Ali Susanto menyebutkan, temuan dan hasil kajian pihaknya ini sudah didaftarkan ke Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCD). Didaftarkan oleh tim pelestarian cagar budaya Dindikbud.

“Langkah selanjutnya, mengusulkan kepada Pemkot agar segera dibuatkan payung hukum legal seperti Perwal. Payung hukum perlu, agar nilai historis ODCB tetap terjaga dengan baik,” kata Ali Susanto, disela Focus Group Discussion, tentang Pelestarian Cagar Budaya di salah satu resto bilangan, Serpong.

Dari 19 objek diduga cagar budaya (ODCB) yang dikaji oleh tim ahli cagar budaya Banten, akhirnya menetapkan empat objek sebagai situs cagar budaya. Yaitu Situs Palagan Lengkong, Makam Keramat Tajug, Rumah Dinas I PTPN VIII dan Rumah Dinas II PTPN VIII.

“Untuk empat ODCB ini sudah dilakukan sidang penetapan dan ditetapkan jadi situs cagar budaya dan diberkaskan serta didaftarkan ke BPCB. Sementara sisanya, masih perlu dilakukan penelitian khusus lebih lanjut,” tegas Ali.

“Kajiannya cukup lama ini, bukan kerjaan seminggu dua minggu. Kita benar-benar kaji dengan mendatangi lokasi bersama tim,” imbuh Ali.

Dari 15 ODCB dikategorikan Non ODCB, dan masih perlu dilakukan pengkajian. Yakni Makam Muhamad Dahlan, Makam Sanghyang Pulo Damar, Mata Air PTPN VIII, Stasiun Rawabuntu dan Serpong, serta Tugu Peringatan 17 Agustus 1945.

Selain itu, Situs Perjuangan Rakyat Serpong, Klenteng Boen Hay Bio, Buyut Dongkal, Makam Keramat Asem, Makam Keramat Kejaren, Makam Ratu Galuh, Makam Pahlawan seribu, dan eks Rumah Dinas Koramil/gedung Satpas SIM Polres Tangsel.

“Saya berharap, keberadaan situs cagar budaya ini akan menjadi daya tarik tersendiri bagi warganya. Ke depan, bisa dijadikan destinasi wisata religi yang bisa menarik minat warga untuk mempelajarinya juga,” imbuh Ali.

Selain 19 ODCB ini, Ali mengaku masih akan melakukan kajian pada sejumlah situs lainnya dengan melibatkan ahli dan arkeolog, yang benar-benar paham tempat bersejarah. “Banyak yang masih akan kita kaji, bukan 19 aja. Tapi kita fokus pada empat ini dulu, untuk dibuatkan Perwal,” tegasnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangsel, Taryono menambahkan dengan adanya situs cagar budaya dapat menjadi tempat wisata yang dapat dikunjungi oleh masyarakat Tangsel. Di samping selain rekreasi mampu memperoleh edukasi asal usul sejarah dari masing-masing cagar budaya. (din)

Komentar Anda

comments