Program Jaksa Sahabat Masyarakat Terus Disosialisasi

Diterbitkan  Kamis, 08 / 08 / 2019 19:47 - Berita Ini Sudah :  213 Dilihat

 

SERPONG-Pandangan kejaksaan yang selama ini tertutup, telah berubah. Ragam program dan inovasi terus dibuat Kejaksaan Agung. Itu untuk menjadi sahabat masyarakat. Salah satunya dengan meluncurkan program Jaksa Jaga Desa dan Jaksa Sahabat Masyarakat.

Program tersebut digaungkan selama hampir empat tahun terakhir. Demikian seiring untuk menjaga keamanan dan juga ketaatan hukum masyarakat di desa-desa.

Demikian tersebut diketahui dari kegiatan diskusi “Jaksa Menyapa, Jaksa Sahabat Masyarakat” yang digelar oleh Forum Sahabt Jaksa, di Swis-Bell Hotel, BSD, Serpong, Rabu (7/8).

Diskusi dimoderatori oleh politisi Partai NasDem Wawan Iriawan itu dihadiri oleh Direktur B Jam Intel Kejaksaan Agung RI, Yusuf, Dirjen Pemdes Kementerian Dalam Negeri Nata Irawan, dan beberapa pembicara lain.

Dalam diskusi itu Yusuf mengatakan, saat ini banyak sekali program kejaksaan untuk mendekatkan diri kepada masyarakat. Juga, tampil lebih terbuka kepada masyarakat.

Jaksa dalam program ini tidak hanya tampil sebagai penyelesaian perkara hukum, tetapi juga hadir sebagai bentuk sinergi antar lembaga hukum dalam menjaga negeri.

“Salah satunya itu ialah Jaksa Jaga Desa, jadi dalam program ini kita tidak hanya sekedar melakukan pendampingan terhadap kepala desa saja, tetapi juga pembinaan terhadap masyarakat desa,” ujarnya.

Yusuf memberi contoh seperti pembinaan dan pencegahan masuknya paham-paham sesat di desa-desa. Itu kini menjadi konsentrasi kejaksaan di seluruh desa dan kelurahan se-Indonesia.

“Salah satuya ialah kami ikut serta menditeksi sejak dini adanya bahaya aliran sesat dan berbahaya seperti paham radikal yang masuk ke desa-desa. Jadi peran kami juga ikut serta dalam menjaga negeri ini,” terangnya.

Dirjen Pemdes Kementerian Dalam Negeri Nata Irawan, mengatakan, dalam beberapa program kejaksaan saat ini Kemedagri pun ikut bekerjasama untuk membina aparatur pemerintahan desa.

Salah satu contohnya ialah dalam pengelolaan dana desa yang sudah beberapa kali digelontorkan oleh pemerintah pusat. “Salah satunya itu mengawasi pengelolaan dana desa, dan di sini kamis udah melakukan nota kesepakatan bersama dengan Kejaksaan Agung RI,” ujarnya.

Wawan Iriawan mengatakan, dengan ragam program yang telah dibuat oleh kejaksaan selama ini semakin terlihat bahwa tidak ada lagi jarak antara kejaksaan dengan masyarakat.

“Kami melihat kejaksaan jauh lebih terbuka lagi, dan juga bahkan dari kalangan masyarakat pun kini bisa memberikan masukan terhadap pejabat kejaksaan dalam menjalankan tugasnya. Tentunya ini harus kita apresiasi,” pungkasnya. (dra)

Komentar Anda

comments