Toleransi Umat Beragama Perlu Dukungan

Diterbitkan  Senin, 12 / 08 / 2019 19:13 - Berita Ini Sudah :  240 Dilihat

PAMULANG- Kantor Kementerian Agama Kota Tangsel belum lama ini menggelar dialog lintas agama. Berlangsung di Pamulang. Tajuk dialog yaitu “Meningkatkan Moderasi Beragama dan Memperkokoh Toleransi Umat Beragama”.

Kepala Kantor Kemenag Tangsel, Abdul Rojak menguraikan tentang indikator sangat vital dalam memperkokoh persatuan antar umat beragama. Antara lain, usaha bersama antara umat beragama dan pemerintah untuk mewujudkan kehidupan toleran dan rukun. Keduanya saling berkelindan untuk merajut satu dengan lain. Tidak parsial, tapi satu koheren yang absolut.

“Untuk sekarang ini kerukunan antar umat beragama harus lebih dititikberatkan pada tindakan. Saya rasa pada tataran konsep, kerukunan umat beragama, khususnya di Tangsel sudah berjalan kondusif. Maka yang diperlukan saat ini adalah tindakan nyata. Seperti menjalin kerjasama antar umat beragama dalam menciptakan kegiatan yang dapat memperkokoh toleransi dan dapat dirasakan oleh seluruh umat beragama,” ujar Rojak.

Langkah selanjutnya, berkunjung ke pondok-pondok pesantren atau madrasah. Dengan melibatkan tokoh lintas agama. Ini bagian dari memperteguh persatuan antar umat beragama. Atau lebih besar lagi membuat even berskala besar melibatkan seluruh masyarakat dari lintas agama. Masing-masing mengemban kedamaian di tengah lingkungan masyarakat.

Sementara itu menurut pengurus MUI Kota Tangsel Mujar Ibnu Syarif yang hadir sebagai narasumber menyampaikan tentang kondisi secara rill negara Indonesia dengan negara Islam pada umumnya di dunia ini. Indonesia menjadi negara terbesar Muslim, namun tetap kondusif dan memegang prinsip toleransi. Inilah pentingnya bagaimana menjaga kedamaian di tengah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari. Tak terkait persoalan agama.

“Itulah yang membuat Islam di Indonesia menjadi lebih bersatu dan menghilangkan adanya perbedaan yang ada di masyarakat,” ujarnya.

Lebih dalam lagi dipaparkan, bahwa negara Islam di luar negeri mengalami degradasi. Sehingga, cukup banyak perpecahan. Persoalannya banyak. Misalnya, berkaitan dengan sekte dan lain sebagainya. Namun tanah air Indonesia tetap kokoh dan erat. Sebab, ada nilai-nilai tradisi yang dimasukan dan disebut sebagai Islam Indonesia harus diperjuangkan agar tidak hilang.

Dirinya menambahkan, untuk memantapkan toleransi beragama perlu dilakukan upaya-upaya yang mendorong terjadinya toleransi beragama. Antara lain, memperkuat dasar-dasar toleransi antar umat beragama dengan pemerintah, membangun harmoni sosial dan persatuan nasional untuk hidup rukun, dan bertoleransi.

“Selain itu, harus diciptakan suasana kehidupan beragama yang kondusif dalam rangka memantapkan pendalaman dan penghayatan agama, menempatkan cinta dan kasih dalam kehidupan umat beragama dengan cara menghilangkan rasa saling curiga terhadap pemeluk agama lain, sehingga akan tercipta suasana yang damai,” tambahnya.

Kasubag TU Kantor Kemenag Kota Tangsel, Nurhasan sekaligus sebagai narasumber menjelaskan, tolerensi merupakan sebuah sikap untuk memberikan kebebasan kepada orang lain dalam berpendapat. Serta memberikan kebebasan terhadap orang lain untuk menjalankan keyakinannya masing-masing, khususnya dalam aspek agama.

“Toleransi juga suatu sikap saling menghormati dan menghargai antar kelompok atau antar individu dalam masyarakat atau dalam lingkup lainnya. Sikap toleransi akan menghindarkan terjadinya diskriminasi walaupun banyak terdapat kelompok atau golongan yang berbeda dalam suatu kelompok masyarakat,” paparnya.

Ketua Panitia, Imam Sofyan, mengatakan, peserta sebanyak 30 orang. Mereka perwakilan dari tokoh dan organisasi lintas agama di kota Tangsel. Antara lain, MUI Tangsel, Penyuluh, KUA, perwakilan dari agama Kristen, Protestan, Hindu, Budha, dan Kongkuchu. (din)

 

 

 

 

 

 

Komentar Anda

comments