Chef Handal Olah Bir Pletok

Diterbitkan  Selasa, 13 / 08 / 2019 20:15 - Berita Ini Sudah :  149 Dilihat

 

SERPONG- Bir Pletok, minuman khas Betawi yang juga menjadi minuman khas Kota Tangsel, dikenal memiliki banyak khasiat. Ramuan campuran beberapa rempah. Di antaranya, jahe, daun pandan wangi, dan serai. Ramuan camputan itulah yang bagus untuk kesehatan.

Di tangan yang sudah berkecimpung belasan tahun di dunia kuliner, bir pletok dibuat dengan khasiat berlimpah.

Pendiri salah satu sekolah kuliner di Kota Tangsel, Chef yang bernama Taufik Hidayat Syah, meracik bir pletok bisa menyembuhkan berbagai penyakit. Vertigo, kanker serviks, kanker payudara dan lain-lain, di antara penyakit yang bisa disembuhkan dari olahan Bir Pletok.

Chef Taufik, menceritakan pengalaman pribadinya langsung. Sang istri yang mengalami kanker payudara. Terdapat benjolan. Berangsur pulih setelah rutin minum bir pletok hasil olahannya. Yaitu diberi nama “Bir Pletok 17”.

“Kebetulan istri saya terkena kanker payudara stadium 3 dan sudah divonis oleh dokter untuk melakukan kemoterapi. Tapi keluarga lebih menjalani pengobatan alternatif. Dan, istri saya konsumsi kurang lebih sekitar 2 bulan secara rutin. Sehari tiga botol bir pletok yang saya racik sendiri tanpa gula. Alhamdulillah sekarang menurut dokter benjolannya sudah kempes dan istri saya sudah terlihat fit lagi,” ujarnya, kemarin.

Bukan hanya itu. Salah satu konsumen Bir Pletok 17 berasal dari Jakarta juga dinyatakan membaik setelah rutin meminumnya.

“Ada salah satu langganan bir pletok saya, menderita kanker serviks dan dokter sudah menyatakan harus segera dioperasi. Tetapi setelah minum rutin Bir Pletok 17 tidak jadi operasi karena berangsur membaik, ini pengakuan dari pengguna sendiri kepada saya,” tuturnya meyakinkan.

Bir Pletok 17, sebut Taufik, terdapat 17 rempah. Yaitu jahe merah, jahe putih, kapulaga, sereh, kayu manis, kulit kayu manis, jinten hitam, cengkeh, cabe jawa, dan bunga lawang. Juga adas, lada hitam, lada putih, daun pandan, Daun jeruk, kulit kayu secang, kulit kayu mesoyi dan biji pala.

“Saya beli langsung bahan rempah-rempahnya. Memilih jahe yang bagus, karena kalau ada satu bahan rempah yang tidak bagus juga berpengaruh ke rasa dan khasiatnya,” katanya.

Kemudian, belasan macam rempah tersebut dicampur di air mendidih. Dan, pada saat air mendidih pun, rempah-rempah dimasukan tanpa ditutup dibiarkan terbuka.

“Saya ingin mempertahankan 17 manfaat rempah ini. Proses sortir jug diperhatikan, Jahe yang bener-bener harus bagus, karena itu yang menentukan kualitas bir pletok. Makanya, saya pilih sendiri,” jelasnya.

Proses pembuatannya selama empat jam dan dalam sehari. Chef Taufik bisa menghasilkan 100 kemasan botol bir pletok. (dra)

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!