Kak Seto Pesan Aktifkan Kembali Satgas KLA RT/RW

Diterbitkan  Selasa, 13 / 08 / 2019 20:15 - Berita Ini Sudah :  231 Dilihat

 

PONDOK AREN- Pelecehan seksual yang dialami salah satu warga Bintaro berinisial A (18) pada Kamis (8/8), mengundang keprihatinan. Sempat ramai di media sosial. Keprihatinan juga datang dari Kak Seto. Agar tidak sampai terulang terjadi, perlu direspon seluruh lapisan masyarakat.

Tokoh pemerhati anak, Kak Seto Mulyadi mengingatkan, Kota Tangsel adalah kota pertama kali di Indonesia mendapatkan Kota Layak Anak. Kemudian disusul kota-kota lain. Jika berkaca ke belakang, semestinya Kota Tangsel menjadi kota yang ramah dengan anak-anak. Anak-anak memiliki kebebasan beraktivitas dan bermain.

“Maka perlu mengaktifkan kembali komponen sebagai Kota Layak Anak. Mulai dari tingkat RT/RW yang ada di lingkungan. Agar sama-sama menjaga lingkungan masing-masing supaya tidak terjadi hal seperti ini di kemudian hari,” katanya.

Melihat kondisi seperti ini, sudah semestinya Pemkot Tangsel, perlu mulai menggerakan kembali. Satuan tugas (Satgas) supaya tidak vakum. Karena, Satgas KLA yang ada di tingkat RT/RW sangat berperan penting dalam memantau lingkungan aman atau tidak. Dikhawatirkan, insiden pelecahan anak dapat merenggut kebebasan korban. Ada rasa was-was, ketakutan, rasa malu yang luar biasa dan sebagainya.

“Bila Perlu Polres Tangsel dapat bekerjasama dengan Satgas KLA di tingkat lingkungan dalam mengungkap persoalan ini sekaligus kota Tangsel kembali ramah bagi anak-anak,” tegasnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Tangsel, AKP Muharam Wibisono, menyampaikan dari hasil tim investigas tim Polres Tangsel berhasil mendapatkan rumah pelaku dan langsung bergerak mendatangi lokasi. “Sudah kami datangi rumah pelaku,” jelasnya.

Namun dari hasil pengejaran terhadap pelaku tidak ditemui di rumahnya. Pelaku berupaya menghindar dari pengejaran petugas. Oleh karena itu petugas akan terus mendalami termasuk mencari informasi kepada teman-teman yang lain untuk mengumpulkan informasi. Pihaknya pun akan berupaya melakukan pencarian dengan maksimal. “Tidak ada di rumahnya (pelaku),” tambahnya.

Kapolres Tangsel AKBP Ferdy Irawan meminta waktu untuk bisa meringkus pelaku pelecehan seksual. Supaya tidak jatuh korban yang lain serta menjamin kenyamanan masyarakat lebih saat beraktivitas. “Mohon waktu sekarang kita sedang dalam pencarian,” ungkap Ferdy.

Lanjutnya, dari pengkauan korban bukan hanya satu kali saja korban diremas payudaranya saat berkendara. “Ada pengalaman tiga kali bukan di tempat yang sama. Dan baru ini dia melapor,” ucapnya.

Sebelumnya peristiwa ini terungkap melalui kiriman akun Instagram @kabarbintaro.”Telah terjadi Korban pelecehan seksual terjadi di Bintaro sektor 9 tepatnya di putaran MC Donalds, ketika sedang memutar balik dengan kendaraan motor anak2 muda tsb memegang megang payudara dan setang motor sambil berkata kata kotor, keadaan korban sangat ketakutan, shock dan menangis,” tulis @kabarbintaro.

Lebih lanjut, mohon bantuannya untuk warga Bintaro dan sekitarnya apabila ada yg mengetahui keberadaan anak-anak tersebut dapat menghubungi 081298109840.

Insiden itu sampat membuat kaget pihak keluarga. Bahkan ayah dan ibu korban sempat mendatangi lokasi kejadian perkara. Namun pelaku langsung melarikan diri.

Kerabat korban, enggan disebutkan namanya menuturkan kronologi pelecehan ini. Disebutkan bahwa peristiwa terjadi ketika A mengantar anak kerabatnya ke tempat les dengan sepeda motor. “Jam 4 sore saat mengantar les anak saya. Karena setiap hari lewat situ, jadi pas mau mutar korban diberhentiin sambil diremas-remas, gitu,” tuturnya saat dikonfirmasi. (din)

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!