LIPI Ciptakan Implan Generik dari Logam Baja

Diterbitkan  Rabu, 14 / 08 / 2019 20:06 - Berita Ini Sudah :  152 Dilihat

SETU- Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) terus melakukan penelitian dan menciptakan teknologi terbaru. Kali ini, logam baja. Biasanya dikenal sebagai alat untuk kontruksi dan sektor industri berat lainnya, logam baja  di tangan para peneliti LIPI menjadi alat kesehatan. Sangat membantu masyarakat.

Berdasarkan data dari Biro Pusat Statistik (BPS), impor baja nasional dalam kurun waktu dua tahun berturut-turut menduduki peringkat tertinggi dan memiliki kecenderungan untuk mengalami peningkatan.

Melalui Pusat Penelitian Metalurgi dan Material, LIPI melaksanakan penelitian serta pengembangan sifat-sifat logam tambang. Dengan menonjolkan keunggulan kandungannya untuk menambah nilai jual.

Kepala Pusat Penelitian Metalurgi dan Materil LIPI, Nurul Taufiqu Rochman mengatakan, ada empat sedang dikembangkan. Yaitu pengolahan dolomit, kawat superkonduktor, pembangunan sistem kontruksi transportasi berbasis laterit, dan pembuatan implan generik seperti pen dan tempurung lutut.

“Kami melakukan proses modifikasi sifat-sifat paduan baja dengan menonjolkan keunggulan nikel, karena bahan baku biji laterit dengan kandungan Ni cukup tinggi dan berlimpah di Indonesia,” ujarnya saat memberikan keterangan pers, Selasa (13/8).

Peneliti pembuatan implan generik seperti pen dan tempurung lutut, M Ikhlasul Amal mengatakan, penelitian tersebut sudah direncanakan dari tahun 2005.

“Kemudian pada  2017 secara informal melakukan aktivitas bareng bersama RSCM dan RS Hasan Sadikin. Dan, sekarang baru saja saya dihubungi oleh pihak RSCM meminta kerjasama lebih besar lagi dan lebih serius lagi,”  ujarnya.

Di tahun ini akan melakukan uji coba di tubuh manusia. Karena, menurut Amal, pihaknya hanya menyediakan implan generik yang diminta oleh pihak rumah sakit.

“Desain sudah kami siapkan akan disesuaikan dengan tubuh masyarakat Indonesia. Dan tahun ini akan dilaksanakan uji coba, spesifikasi dari dokter dan kami akan membuat seperti apa yang diminta,” ungkapnya.

Inovasi terbaru, LIPI akan menggunakan bahan magnesium. Nantinya implan generik bisa luruh dengan sendirinya di dalam bagian tubuh.

“Inovasi terbaru menggunakan magnesium yang bisa luruh dengan sendirinya. Dan kami menggunakan 3D printing, kalau yang lama kan menggunakan cetakan. Sekarang kaya ngeprint di mesin printer, kita tinggal ganti gambar dan langsung cetak,” terang Amal.

Kini LIPI hanya memikirkan bagaimana caranya produk tersebut agar bisa di komersialisasi dan diproduksi massal. “Sekarang kita mencoba menjalin kerjasama kepada industri yang membutuhkan,” pungkasnya. (dra)

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!