MTQ Pelajar ke-6 Tengah Dimatangkan

Diterbitkan  Rabu, 14 / 08 / 2019 20:06 - Berita Ini Sudah :  146 Dilihat

CIPUTAT- Persiapan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Tingkat Pelajar Kota Tangsel ke-6 terus dimatangkan. Rapat bersama tuan rumah yaitu Kecamatan Ciputat Timur digelar di Gedung MIN 3 Kota Tangsel, Komplek Vila Dago Tol, Serua Ciputat, Selasa (13/8).

Kepala Kantor Kemenag Kota Tangsel, Abdul Rojak dan Camat Ciputat Timur Sutang Supriyanto hadir dalam rapat tersebut. Selain itu, Kasi Madrasah Kemenag Kota Tangsel, Suhardi dan Kasi Bimas Islam Kemenag Tangsel, Nurdin dan pengurus Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Tangsel, Syarif Hidayat  serta berbagai penanggung jawab mulai dari seksi konsumsi, perlengkapan dan lain-lain.

Abdul Rojak selaku Ketua III LPTQ Tangsel menyampaikan, persiapan jelang MTQ Pelajar ke-6 Kota Tangsel terus dimatangkan. Dalam hitungan pekan acara sudah dilaksanakan. Berdasarkan jadwal telah ditetapkan, akan dimulai pada 26 hingga 28 Agustus. Berlokasi di arena SDN 4 Pondok Ranji, Ciputat Timur, Tangsel.

Tahapan rapat-rapat telah dilakukan. Itu untuk menyempurnakan berbagai perlengkapan. Mulai dari spanduk, panggung utama, pawai taaruf, konsumsi, rekayasa lalu lintas dan daftar undangan. Forkominda seperti Polres, Kejaksaan Negeri Tangsel, dan Dandim, bakal diundang. Juga tokoh masyarakat, para ulama, kepala sekolah, dan lain sebagainya. Demikian harus dipersiapkan dengan matang.

Secara konsep sedikit ada perbedaan dari pelaksanaan MTQ Pelajar tahun sebelumnya. Jika tahun sebelumnya peserta ditentukan oleh kecamatan berasal dari sekolah mana saja. Di tahun 2019 ini kebijakan LPTQ Kota Tangsel memperoleh masukan. Agar membebaskan sekolah dipersilakan ikut serta.

“Yang mendasar ada perubahan untuk kepesertaan di tahun ini bebas tidak dibatasi sekolah. Kami persilakan siapa saja boleh ikut serta mendaftar mulai dari SD, MI, SMP, MTs, Aliyah, SMA dan SMK. Jika tahun lalu ditentukan oleh masing-masing kecamatan, sekarang dibuka selebar-lebarnya,” kata Rojak.

Meski demikian, juara berjenjang akan tetap diadakan. Misalnya, cabang lomba tilawah tingkat SD juara satu dari SD mana, kedua dan ketiga. Demikian di tingkat SMP, SMA dan lain-lain, tetap ada juara berjenjang.  Selain juara berjenjang, panitia akan mengakumulasi perolehan medali terbanyak dari sekolah mana.

“Setelah dijumlah sekolah mana saja yang memperoleh juara paling banyak dan sekolah tersebut dari kecamatan mana itulah yang akan ditentukan sebagai juara umum,” tambah Rojak.

Hal lain, pembawa acara serta komentator masih dicari yang akan mengisi. Dikarenakan ini tingkat pelajar, maka pembawa acara harus dari siswa. Termasuk, komentator. Dengan kriteria lancar berkomunikasi, lucu, cerdas, dan dapat membacakan biografi kehebatan dari masing-masing sekolah. Komentator akan beraksi saat pawai taaruf berlangsung.

“Pertimbangan kami diambil dari MTs atau SMP. Mengapa? Karena jika kita mengambil dari SMA kewenangannya ada di provinsi. Tapi kalau SMP kewenangannya ada di tingkat Tangsel,” ujarnya.

Camat Ciputat Timur, Sutang Suptiyanto menjelaskan, dirinya telah siap untuk menjadi tuan rumah. Segala sesuatunya akan dilakukan dengan maksimal. Berkoordinasi dengan para sekolah di Ciputat Timur, para lurah, RT/RW serta masyarakat di titik lokasi yaitu warga Perumahan Pertamina. Titik lokasi acara berada di tengah perumahan Pertamina SDN 4 Pondok Ranji.

“Kira-kira panggung utama di dekat pintu gerbang SDN 4 Pondok Ranji. Adapun titik star pawai taaruf  akan dibagi menjadi beberapa titik pertama di SMPN 10 Tangsel dan SMAN 4 Tangsel nanti untuk kecamatan Pondok Aren, Pamulang serta Ciputat. Sedangkan untuk titik kumpul kedua ada di Gedung Arsip ESDM meliputi Kecamatan Setu, Serpong dan Serpong Utara. Sedangkan tuan rumah titik kumpulnya di Kantor Kecamatan Ciputat Timur,” jelas Sutang.

Wahyudi, staf Dinas Perhubungan yang ikut rapat menjelaskan, belum dapat merilis secara pasti rekayasa lalu lintas di seputaran lokasi. Saat ini masih dalam kajian. Kemungkinan ada penutupan jalan dan peralihan lalu lintas. Namun Dishub mengimbau kepada tuan rumah agar berkoordinasi dan sosialisasi agar saat pelaksaan pawai taaruf dapat mengambil jalan pintas.

“Dishub masih mengkaji untuk rekayasa lalu lintas. Pihak kecamatan diharapkan mengimbau warga apabila ada pengalihan jalur untuk lalu lintas pawai ta’aruf. Selain itu imbauan agar peserta pawai ta’aruf tidak menggunakan bus. Disarankan untuk menggunakan angkot atau mobil pribadi,” ujar Wahyudi.

Sutang melanjutkan, selama pelaksanaan MTQ pelajar prosesi belajar mengajar di SDN 4 Pondok Ranji diluburkan. Alasannya, ini momen tepat untuk menambah pengayaan kerohanian bagi siswa. Dengan adanya aktivitas MTQ siswa-siswa yang lain diharapkan semakin cinta dan tekun belajar Al Quran. Juga, mengembangkan ilmu qiroat dan lain sebagainya. (din)

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!