Sisir Calo Tiket Bus Terminal Pondok Cabe

Diterbitkan  Kamis, 15 / 08 / 2019 19:05 - Berita Ini Sudah :  230 Dilihat

PAMULANG-Meminimalisir percaloan tiket bus di Terminal Pondok Cabe, Pamulang, pihak terminal menyisir 36 PO bus. Dalam penyisiran di terminal tersebut tidak ditemukan adanya permainan calo tiket. Pihaknya pun lega. Demikian menunjukkan hingga saat ini tidak ada praktik calo di wilayah pengelolaannya.

Koordinator Terminal Pondok Cabe, Stanley Puspawijaya menjelaskan, pengecekan secara rutin. Namun waktunya tidak diduga, karena selalu dadakan. Dengan tujuan supaya tidak terbaca oleh agen bus atau PO. Dirinya bersama dengan 6 anggota Pengendalian dan Operasional (Dalops) di bawah Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPJT). PO Bus agar tidak menjual harga tiket tidak sesuai dengan aturan dan ketentuan.

“Kami secara rutin melakukan pengecekan harga tiket ke PO Bus yang ada di Terminal Pondok Cabe. Kami melakukan ini bagian dari pengawasan untuk menjamin kenyamanan penumpang agar jangan sampai dirugikan,” katanya, kemarin.

Jika ada hal-hal yang dapat merugikan penumpang terkait perkara tiket bus dari kawasan terminal, maka tanggung jawab bagi pengelola terminal. Dikarenakan kewenangan ada di pengelola terminal. Terminal Pondok Cabe di bawah pengelolaan BPJT. Oleh karenanya, Stanley berupaya perketat agar tidak ada celah permainan oknum dari PO Bus di terminal.

“Tujuan dari kegiatan pengawasan ini, adalah salah satu upaya untuk melindungi penumpang yang membeli tiket di Terminal Pondok Cabe dari hal-hal yang merugikan,” ujarnya.

Secara tegas ancaman mengintai bagi oknum bermain tiket penumpang. Jika ada laporan dari penumpang, akan diproses menjual harga diluar dari harga yang telah ditentukan berdasarkan Surat Keputusan (SK) dari masing-masing agen Bus.

“Apabila ada pelanggaran dari pihak agen penjual atau ada indikasi praktik calo akan kami tindak tegas dengan kita pidanakan ke pihak berwajib,” bebernya.

Ditegaskannya lagi, terminal harus mengedepankan kenyamanan dan keamanan. Jangan aturan lama yang mengesankan premanisme, semrawut dan tidak nyaman masih nampak dan dirasakan masyarakat. Oleh sebab itu, perlu dikikis pelan-pelan. Tanpa ada upaya itu masyarakat enggan datang ke terminal apalagi sekarang kompetisi bisnis transportasi merajalela dengan pihak swasta. Tidak ada pilihan lain bagi pemerintah, kecuali mengharuskan dimulai dari mengubah gaya dan kebijakan untuk masyarakat.

“Ini salah satu dari sekian banyak upaya kami di Terminal Pondok Cabe yang bebas calo, pungli dan premanisme,” tukasnya.

Untuk memastikan tidak ada unsur praktek calo, petugas mengecek Surat Keputusan (SK) masing-masing agen. Adapun untuk harga tiket masing-masing agen berbeda-beda tergantung tujuan dari bus itu sendiri. Selain mengecek ke agen, petugas juga mengecek kepada penumpang langsung di atas bus. Agar ada kesesuaian atau kecocokan antara pembeli tiket dengan harga yang tertera di dalam SK tiket.

“Biasanya SK berlaku satu tahun lamanya. Dengan SK itulah patokan harga sudah ditetapkan, maka calo pun akan sulit bermain dengan leluasa,” imbuhnya. (din)

Komentar Anda

comments