Bang Ben Bareng Dinas Teknis Bakal Tinjau Kekeringan


Pemkot tak Mau Cuma PHP

Diterbitkan  Senin, 26 / 08 / 2019 23:12 - Berita Ini Sudah :  175 Dilihat

 

 

PAMULANG- Kekeringan berlanjut. Wilayah terdampak kekeringan di Kota Tangerang Selatan, khususnya di Pesona Serpong, Kademangan, dan Kampung Koceak, Keranggan, masih membutuhkan perhatian. Dua permukiman di Kecamatan Setu tersebut belum kunjung mendapat solusi permanen dalam memenuhi kebutuhan air bersih.

Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie memastikan bakal meninjau langsung lokasi terdampak kekeringan bersama dinas terkait.

Bang Ben, akrab disapa, tidak mau buru-buru mendatangi warga sebelum ada rapat bersama dinas terkait. Tujuanya ke lokasi bukan sekader menyuplai air bersih dan menemui warga, tapi ingin secara konkrit turut menyelesaikan permasalahan. Aada kepastian solusi bagi warga pada jangka panjang.

“Nanti saya kesana, tapi bersama dengan dinas-dinas teknis supaya langsung membicarakan apa solusi yang akan diterapkan. Kesana tanpa ada aksi yang konkret tak mau nanti cuma PHP (pemberi harapan palsu),” seloroh Bang Ben, Sabtu (24/8), di Aula Kecamatan Pamulang.

Dirinya pun mengimbau kepada masyarakat Koceak supaya tidak menggunakan air limbah Kali Salak. Sebab, bagaimanapun air Kali Salak tak layak digunakan. Apapun alasannya entah terpaksa lantaran tidak ada air, sebaiknya jangan digunakan. Termasuk, tidak ada wacana air Kali Salak akan diolah menjadi air baku untuk dimanfaatkan warga.

“Janganlah, mendingan kita cari sumber sumur saja kita gali, kemudian air limbahnya diamankan saja,” pesan Bang Ben.

Solusinya akan dibuatkan sumur atau mencari solusi yang lain. Nantinya dinas teknis yang menangani soal air akan diajak untuk memberikan jalan keluar. “Jangan sampai masyarakat memanfaatkan air limbah. Makanya hari itu juga kita suplai air. Kita akan arahkan disana pembuatan sumur dalam kapasitasnya cukup besar. Tapi yang ada sumur dalam pun kering. Karena kemaraunya luar biasa,” ujar mantan Kepala Bappeda Kabupaten Tangerang ini.

Sedangkan di Pesona Serpong, masih kata Bang Ben, bila perlu dibuat sumur-sumur tidak satu titik. Lebih banyak sumur meminimalisir potensi krisis air saat kemarau seperti saat ini. Upaya utamanya akan ada pendalaman terhadap deep well sampai keluar air lebih banyak.

“Sumur air dalam di pesona serpong saat ini akan dilakukan pendalaman lagi. Saat ini 60-70 meter dan kita akan bikin sampai 100 meter. Walaupun cadas, tapi dengan teknologi yang lebih tinggi lagi dan akan kita programkan,” tegasnya.

Sepanjang suplai air beberapa hari belakang ini oleh Pemkot Tangsel melalui BPBD dapat menutup kebutuhan warga. “Sudah delapan ribu liter kita salurkan ke Kampung Koceak dan Pesona Serpong. Jika dibutuhkan akan kita suplai lagi tidak terbatas berapa saja masyarakat butuh,” ujar pria yang mendapatkan penghargaan Satya Lencana Karya Satya X dari Presiden RI ini.

Sebelumnya, pihak Kecamatan Setu, menyatakan kekeringan di Koceak, Keranggan, sudah sejak lama dalam monitornya.

Camat Setu, Heru Agus Santoso mengatakan, selama ini ada tim selalu memonitor. Sebaliknya, warga tidak ada yang malapor. Kekeringan baru berjalan satu hingga dua bulan, karena bulan Juni lalu masih ada hujan.

“Belum sampai tiga bulan baru sebulan dua bulan ini. Kalau hitungan bulannya iya tiga bulan, tapi kalau hitung harinya tidak sampai. Tim selalu memonitoring ke lokasi selama ini karena itu wilayah yang selalu mengalami kekeringan selama kemarau. Jadi tidak benar jika kami tidak melakukan itu,” dalihnya.

Persoalan masyarakat tidak melapor ia pun menyesalkan. Semestinya, RT harus komunikasi dengan pihak kelurahan atau kecamatan soal kondisi. Namun demikian, akhirnya dapat teratasi atas upaya BPBD mengirimkan air ke lokasi. “Semestinya RT harus komunikasi. Persoalan RT baru sepertinya tidak demikian,” katanya.

Soal Kali Cisalak secara terpaksa dimanfaatkan warga untuk mandi dan cuci, dirinya mengakui. Kali itu ada sumber mata air yang tahun lalu sudah diusulkan ke dinas terkait agar ada pengolahan menjadi air baku. Namun Heru tidak sepakat jika belum diolah, dimanfaatkan warga.

“Kalau belum diolah belum layak dimanfaatkan. Harus diolah lebih dahulu agar bersih. Jika belum diolah itu kotor. Kami belum tahu perkembanganya saat ini karena sudah diusulkan agar dimanfaatkan sebagai solusi saat musim kemarau tiba seperti ini,” ujar pria yang sebelumnya menjabat Sekretaris Dinas Permukiman Kawasan dan Perumahan serta Pertanahan Tangsel ini. (din)

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!