Harkopda ke-72 Ada Banyak Produk Murah

Diterbitkan  Selasa, 27 / 08 / 2019 21:22 - Berita Ini Sudah :  1567 Dilihat

 

CIPUTAT- Kabar gembira buat warga Tangsel. Sebentar lagi di lapangan Kecamatan Pamulang digelar Hari Koperasi Daerah (Harkopda) ke-72. Ada banyak produk bakal dijajakan. Dengan harga murah dan meriah. Pokoknya yang tidak hadir bakal nyesel!

Kemarin, rangkain acara selama empat hari terhitung mulai Kamis-Minggu (5-8/9) baru saja dirilis oleh Dinas Koperasi dan UKM Kota Tangsel bekerjasama dengan Dewan Koperasi Daerah (Dekopinda) Kota Tangsel. Tahun lalu, Harkopda ke-71 omset yang diraup sebanyak Rp 5,2 miliar. Pada Harkopda ke-72 ini, ditarget sebesar Rp 6 miliar.

Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany menyebutkan, Harkopda agar tercapai, acara lancar, dan ramai omset. Lebih penting lagi, bagaimana setelah itu para pelaku UKM dan koperasi lebih berkembang, memiliki jaringan lebih luas dan usahanya semakin matang.

“Semakin banyak yang ikut dalam Harkopda potensi akan lebih besar. Oleh sebab itu mari kita sepakati bersama. Persoalannya selama ini UKM ada pada pemasaran. Kedua permodalan. Harapan saya, mudah-mudahan Harkopda ini suatu ajang untuk bapak ibu ada kesejahteraan atau peserta Harkopda. Sehingga bukan saja hanya mendapatkan target sebanyak Rp 5 miliar, tapi juga ada plusnya dengan mendapatkan permodalan dan jaringan lebih luas,” pinta Airin di hadapan awak media kemarin di lobby Balaikota Tangsel, Ciputat.

Berikut agenda kegiatan selama empat hari. Hari pertama, bazar, lomba marching band, seminar gerakan koperasi seribu UMKM, dan hiburan musik. Pada hari kedua, senam massal, lomba mewarnai, cerdas cermat, talk show, live musik, dan final duta koperasi. Hari ketiga, jalan santai, lomba produk inovasi pangan, live musik, sunatan massal, lomba tabuh bedug, dan live musik. Hari terakhir karnaval, live musik, acara puncak peringatan harkopda dan live musik.

Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie berpesan kepada panitia supaya mulai saat ini harap disebar informasi di titik-titik strategis supaya terbaca oleh pengguna jalan. Kedua, perlu mempertegas perputaran uang dalam satu hari supaya sesuai dengan target dihitung bersamaan dengan variabel-variabel pendukung. Misalnya, produk UKM lebih banyak jumlahnya supaya pembeli lebih tertarik.

“Informasi spanduk harus diletakan di tempat startegis karena pengguna jalan saat membaca informasi di jalan durasinya sangat cepat. makanya harus jelas informasinya. Dan kami meminta berapa perputaran uang selama empat hari mudah-mudahan melapaui tahun yang lalu,” tambahnya.

Ia pun meminta agar peserta bazar lebih lihai lagi dalam memasarkan produknya. Jangan sampai mengikuti Harkopda tidak memperoleh secara maksimal, baik omset dan jaringan. “Ibu-ibu peserta bazar harus jago marketingnya harus tahu masyarakat. Perlu undang dari luar Tangsel untuk menambahkan produk di bazar,” pintanya.

Lanjut Benyamin, perlu ada pusat informasi yang sangat komunikatif di semua pihak. Harus menginformasikan iklan produk seperti komentator sepak bola. Termasuk informasi jam buka dan tutup. Jangan lupa, pengumuman waktu salat harus disiarkan.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Tangsel, Dahlia Nadeak menegaskan, tahun ini tentunya lebih optimal dari tahun lalu. Geliat yang menonjol adalah karnaval yang nantinya melibatkan ribuan orang. Saat ini saja sudah ada dua ribuan yang telah mendaftar. Mereka akan mengenakan produk yang selama ini dikembangkan. Termasuk, pakaian yang dilatih oleh Dinkop.

“Hasil kreasi pakaian yang selama ini kami latih akan dikenakan. Nanti ada perwakilan koperasi masing-masing dengan jumlah anggota sebanyak tiga puluh orang. Panitia juga menyediakan hadiah cukup besar, juara pertama Rp 4 juta, Rp 3 juta, Rp 2,5 juta,” kata Dahlia.

Target pengunjung per hari lima ribu orang. Diakui Dahlia, itu akan tercapai dengan padatnya rangkaian kegiatan. Sedangkan guna mengembangkan jaringan lebih luas, kabupaten/kota se-Provinsi Banten diundang. Termasuk, sekitar 50 kabupaten/Kota se-Indonesia diundang.

Ketua Dekopinda Tangsel, Dudung E Diredja menambahkan, ada beberapa indikator harus menghasilkan. Tahun lalu Rp 5,2 miliar. Tahun ini tentu harus ada peningkatan. Paling tidak, Rp 6 miliar.

“Tolok ukur kedua, tahun ini menghadirkan satu acara lebih wah lagi untuk karnaval. Kita sudah mengikuti karnaval nasional. Kenapa ada karnaval, karena kita tidak hanya menggerakkan koperasi, tapi seluruh unsur meliputi budaya. Kegiatan Dekopinda harus memiliki satu efek yang ada,” ujar Dudung.

Agar lebih maksimal, ditegaskannya, melibatkan pemerintah kota tetangga. Semua dapat terjalin dan lancar. Apabila semua turut mendukung dan masyarakat turut memeriahkan. “Kita sudah mengundang pemerintah yang lain. Meski kita melakukan kegiatan internal, tetapi kita juga mengundang pemerintah di sekitar kita. Kegiatan ini merupakan wujud kerjasama antara Dekopinda dengan Pemkot dalam hal ini dinas koperasi dan UKM. Ini dapat dijadikan roll model untuk lembaga di luar Dekopinda,” tegasnya. (din).

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!