MTQ Pelajar VI Capai 860 Peserta

Diterbitkan  Selasa, 27 / 08 / 2019 21:23 - Berita Ini Sudah :  157 Dilihat

MTQ TINGKAT PELAJAR VI: Walikota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany di dampingi Kepala Kantor kemenag Kota Tangerang Selatan Abdul Rozak, Camat Ciputat Timur Sutang Supriyanto, terlihat menghadiri acara pawai VI tingkat pelajar se kota Tangerang Selatan di Ciputat Timur, Senin (26/8).

CIPUTAT TIMUR–  MTQ Pelajar VI Tingkat Tangsel mengalami kemajuan cukup signifikan. Dibanding tahun lalu. Kegiatan terpusat di halaman SDN 3 dan 4 Pondok Ranji selama tiga hari pada 26-28 Agustus ini, resmi dibuka.

Pembukaan dilalui dengan pawai ta’aruf dengan panggung utama di depan gerbang SDN 3 DAN 4 dan disaksikan masyarakat.

Kemajuan tersebut di antaranya ditunjukkan dengan jumlah peserta pawai ta’aruf yang cukup membludak. Pihak panitia menyediakan sedikitnya 2000 lebih konsumsi. Mereka berasal dari SD swasta/negeri MI, Tsanawiyah dan SMP se-Tangsel. Sedangkan untuk SMA dan SMK tidak diikut sertakan, karena merupakan kewenagannya ada di Provinsi Banten.

Pejabat yang berada di panggung utama, Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany, Kepala Kantor Kemenag Tangsel Abdul Rojak, Sekda Kota Tangsel sekaligus ketua umum LPTQ Tangsel H Muhamad, dan Ketua Harian LPTQ Tangsel KH Sobron Zayyan. Selain itu, LPTQ Kecamatan Ciputat Timur Nasuha Abubakar,  Kepala BNN Tangsel AKBP Stince Djonso, Kajari Tangsel Bima Suprayoga, Camat Ciputat Timur, Sutang Suprianto, serta jajaran Muspika setempat.

Para pengurus LPTQ Tangsel dan kecamatan serta para tokoh dan para lurah serta sekretaris kelurahan se-Kecamatan Ciputat Timur tampak membaur dengan hadirin. Turut dihadir, para Camat Se-Tangsel yaitu Camat Pamulang Deden Juardi, Camat Setu Heru Agus Santoso, Camat Serpong Utara Bani Khosyatullah, Camat Serpong Mursinah dan lain-lain.

Kepala Kantor Kemenag Kota Tangsel, Abdul Rojak mengemukakan, Pemkot Tangsel selalu terdepan dan menjadi contoh bagi kabupaten/kota lain. Se-Banten belum ada MTQ pelajar. Karena Tangsel lebih dulu melaksanakan, maka MTQ Banten melakukan. Itu pun baru dua cabang perlombaan yaitu pidato dan cerdas cermat. Sedangkan di Tangsel 10 cabang perlombaan sudah dilaksanakan.

“Akhirnya MTQ Banten mengadakan, meski baru ada dua lomba cerdas cermat dan pidato. Tangsel selalu terdepan dalam musabaqoh Tilawatil Qur’an,” tegas Rojak.

Disebutkan, jumlah peserta MTQ mendekati seribu. Ini jumlah yang sangat fantastis. Juga, membuktikan seluruh sekolah fokus pada pengembangan baca tulis Al Quran serta cabang-cabang keilmuan Al Quran. Tentu patut diapresiasi, masyarakat Tangsel turut mewujudkan motto cerdas modern dan religius.

“Musabaqoh tingkat pelajar diikuti seluruh sekolah di Tangsel. Peserta MTQ Pelajar mencapai 860 peserta terbesar di Banten. Bahkan di dunia. Karena seluruh sekolah boleh menjadi peserta MTQ pelajar ini. Bahkan ketua MTQ Banten kaget. Ini sarana pembelajaran dan kompetensi utamanya baca tulis Al Qur’an,” imbuhnya.

Karena ini MTQ Pelajar, maka seluruhnya pelajar. Baik dari pembaca doa, MC, yang menyanyikan lagu-lagu pembuka dan semuanya.

Melihat animo peserta terus meningkat, pihaknya meminta kepada Walikota Tangsel agar tahun depan anggaran ditambah serta hari pelaksanaan perlu empat hari. karena dilihat dari beban kerja tim panitia serta dewan hakim.

“Karena ini semuanya menjadi pembelajaran siswa. Kami sebagai Kantor Kemenag kegiatan ini dipertahankan dan untuk anggaran ditambah. Termasuk waktunya ditambah kalau sekarang tiga hari bisa empat hari. Kerja dewan hakim bekerja cukup banyak mengingat peserta banyak,” kelakar Rojak.

Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada para peserta MTQ yang berasal dari seluruh sekolah se-Kota Tangsel. Biarkan para pelajar yang ikut berpartisipasi, mulai dari perserta pawai taaruf, sampai pembawa acaranya adalah para siswa. Terlebih, peserta lomba.

“Ada perbedaan tahun ini. Pawai ta’aruf ada peningkatan. Semoga acara berjalan dengan lancar dengan harapan program dan tujuan membuat MTQ pelajar terwujud. Yaitu dengan Progam Masyarakat Mengaji Usai Mahrib dan Program Membaca Alquran di sekolah selama lima belas menit setiap hari. Program Mengaji Usai Mahrib dideklarasikan sejak 2011 silam,” kata Airin.

Oleh sebab itu, MTQ Pelajar tak lebih dari upaya melakukan evaluasi apa yang sudah dicanangkan sebelumnya. Apakah benar-benar terlaksana program-program yang telah dicanangkan itu. Jika MTQ hasilnya bagus berarti program mengaji terlaksana dengan baik.

“Saya berharap MTQ pelajar bagian dari reevaluasi dari program mengaji. Bukan saja gebyarnya saja, tapi dapat meningkatkan keimanan dan ketaqwaan,” terang magister hukum Unpad ini.

Dia meminta supaya kegiatan MTQ Pelajar tidak langsung diadakan pada tingkat kota. Namun dimulai pada tingkat kecamatan hingga kelurahan. Jika nanti memang bagus di tingkat kecamatan dapat diikutsertakan pada lomba tingkat kota.

“Ke depan kita sharing lebih dahulu, bukan langsung ke tingkat kota, tapi di tingkat kecamatan dulu. Bila perlu dilombakan pada tingkat kelurahan,” pintanya.

MTQ palajar menunjukkan selama ini program pemerintah untuk mencerdaskan masyarakat tidak memilih mana sekolah negeri dan madrasah. Karena terbuka semua. Skolah dapat mengirimkan siswanya untuk ikut berpartisipasi dalam ajang ini.

“Tidak ada disparitas antara sekolah negeri swasta dan madrasah. Terpenting bagaimana membumikan Al Qur’an bukan hanya dihafal saja, tapi sejauh mana program pendidikan agama di sekolah,” harapnya.

Camat Ciputat Timur, Sutang Suprianto saat sambutan menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat dan tamu undangan atas kepadatan lalu lintas. Semoga masyarakat memaklumi dengan kondisi yang ada, karena sedang ada helatan besar MTQ Pelajar Tingkat Kota Tangsel. (din)

 

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!