Indah Kiat Tanam Lima Ribu Bibit Mangrove

Diterbitkan  Rabu, 28 / 08 / 2019 22:29 - Berita Ini Sudah :  145 Dilihat

 

SERPONG UTARA- Sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan pada kelestarian lingkungan, PT Indah Kiat Pulp and Paper (IKPP) Tbk Tangerang Mill kembali  melakukan penanaman pohon mangrove. Ini sebagai dukungan dalam merestorasi pesisir pantai Kabupaten Tangerang. Kegiatan tersebut bekerjasama dengan Universitas IPB.

Perusahaan yang memproduksi kertas itu  menanam 5000 ribu bibit mangrove di Desa Patra Manggala, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Tangerang, Minggu (25/8).

Head of Sustainability PT IKPP Tangerang, Kholisul Fatikhin mengatakan, PT IKPP Tangerang menanam 5000 pohon mangrove untuk menjaga ekosistem di wilayah pesisir, Kecamatan Kemiri. Agar tidak tergerus abrasi air laut.

Kholisul menjelaskan,  total bibit mangrove akan ditanam di wilayah Kabupaten Tangerang, mencapai 125 ribu batang. Bakal ditanam secara bertahap. Sedangkan untuk lokasi penanaman, menyerahkan sepenuhnya kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang.

“Dalam lima tahun, kami akan menanam sedikitnya 125 ribu batang bibit mangrove yang akan dilakukan secara bertahap. Setelah menanam 50 ribu batang bibit mangrove di Desa Ketapang, kali ini kami menanam 5000 ribu bibit pohon mangrove di Desa Patra Manggala, Kecamatan Kemiri,” kata Kholisul.

Penanaman mangrove, jelas Kholisul, bekerjasama dengan kelompok petani mangrove di wilayah setempat dan Pemkab Tangerang. “Selain menanam, kita juga akan bantu pemeliharaan dan perawatannya,” ucapnya.

Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Tangerang, Asep Jatmika mengapresiasi kepedulian PT IKPP Tangerang untuk menjaga ekosistem di wilayah pesisir di Kabupaten Tangerang agar tidak tergerus abrasi air laut.

Setidaknya ada sekitar 500 hektare lahan daratan lenyap oleh hantaman gelombang yang tersebar pada sejumlah kecamatan di Kabupaten Tangerang. Oleh sebab itu perlu ditangani secepatnya. Supaya daratan lain tidak terkikis terus menerus.

“Abrasi itu mengancam keselamatan lahan di pesisir sepanjang 51,2 kilometer, mulai dari Kronjo hingga ke Kosambi,” tuturnya.

Abrasi terparah berada, di Kecamatan Mauk, Pakuhaji dan Kosambi yang mencapai 130 meter daratan setiap tahun lenyap. Guna mengatasi abrasi itu, melakukan pemetaan dan identifikasi serta luas cakupan bakau yang harus ditanam. Selain itu juga telah meminta kepada pemerintah pusat untuk membangun turap pemecah gelombang, karena memerlukan pendanaan besar.

“Kondisi pesisir pantai utara Kabupaten Tangerang sudah mengkhawatirkan, dan kerusakan di pesisir pantai ada sekitar 500 hektare,” jelasnya.

Dengan adanya bantuan dari PT IKPP Tangerang, dapat mengembalikan kerusakan lingkungan di pesisir pantai dari abrasi maupun biota laut. “Ini bisa menjadi contoh untuk perusahaan lain dalam kepedulian terhadap lingkungan,” pungkasnya. (din)

 

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!