Kembangkan SDM Perempuan Indonesia


Istri-Istri Wartawan Gelar Musyawarah Nasional

Diterbitkan  Rabu, 28 / 08 / 2019 22:30 - Berita Ini Sudah :  152 Dilihat

SERPONG- Istri-istri wartawan tergabung dalam Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) menggelar Musyawarah Nasional (Munas) ke-9 di Swis-belHotel, Serpong, Kota Tangerang Selatan, Selasa (27/8). Munas para istri pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) ini pun sekaligus dibarengi dengan merayakan HUT ke-58.

Acara dibuka Ketua Umum PWI Atal S Depar ini dihadiri Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany, Tokoh Pers nasional Margiono yang juga mantan Ketua Umum PWI, serta beberapa wartawan senior lainnya. Munas berlangsung selama tiga. Mulai 27 sampai 29 Agustus.

Ketum PWI Pusat Atal S Depari dalam sambutan pembukaan Munas IX & HUT Ke-58 IKWI mengungkapkan kegembiraannya atas dipilihnya Tangsel sebagai tuan rumah pada tahun ini.  Atal S Depari juga mengapresiasi mantan Ketum PWI Pusat sekaligus Penasihat PWI Pusat Margiono, atas segala dukungannya bagi terlaksananya kegiatan selama tiga hari.

“Kami sangat berbangga Munas ini digelar di Kota Tangsel, karena saya merupakan warga Tangsel. Dan dalam Munas ini juga untuk memperkuat lagi ikatan kekeluargaan kita antar sesama wartawan yang tergabung dalam PWI,” ujarnya.

Atal juga mengatakan, dengan adanya IKWI ini juga menunjukan organisasi wartawan tidak hanya sebatas meliputi kegiatan jurnalistik saja. Namun harus banyak bidang kegiatan lainnya seperti pendidikan dan sosial.

Sementara itu, Margiono dalam sambutannya, hanya menyampaikan nantinya siapa pun yang terpilih dalam Munas tersebut harus mempu memberikan kontribusi besar, terutama dalam bidang perempuan.

“Tentunya harapan kita mampu memberi kontribusi dalam bidang perempuan di seluruh Indonesia, bersama-sama kita bangun SDM perempuan Indonesia yang jauh lebih baik lagi,” ungkap Ketua Umum PWI Pusat dua periode pada 2008-2018 ini.

Ketua IKWI Pusat Rahmi Mulyati mengungkapkan, saat ini peran perempuan dalam mengupayakan kesetaraan gender di seluruh dunia sudah semakin berkembang.

Menurutnya, keberadaan perempuan untuk mempercepat pemberdayaan ekonomi, mewujudkan pemeliharaan perdamaian, dan partisipasi dalam bidang politik sudah semakin didukung oleh berbagai pihak untuk mendorong perubahan.

Dalam bidang ekonomi dan bisnis, lanjut Rahmi, perempuan tentunya berhak dan bebas memilih pekerjaan yang halal dan sesuai dengan minat dan bakat. Baik secara mandiri maupun kolektif di berbagai bidang dengan menghormati keberagaman.

 

“Hal ini dibuktikan dengan banyaknya perempuan yang menduduki jabatan strategis pada suatu lembaga/instalasi, maupun memiliki perusahaannya sendiri,” ujarnya.

Di bidang pendidikan, sebagaimana diungkapkan Rahmi, banyak kaum wanita cukup aktif dan berprestasi dalam bidang ilmu pengetahuan, sehingga mendapatkan gelar tertinggi dan mampu memecahkan masalah secara ilmiah melalui karya jurnal.

Rahmi juga mengungkapkan, hasil penelitian Dr. Ben Hamel menjelaskan adanya kecenderungan kecerdasan intelektual seorang anak berasal dari ibu. “Ini berarti, kecerdasan seorang anak cenderung berasal dari gen seorang wanita,” pungkasnya. (dra)

 

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!