Tantangan Pemuka Agama pada Smart City


Tokoh Agama Tangkal Hoaks

Diterbitkan  Rabu, 28 / 08 / 2019 22:46 - Berita Ini Sudah :  1169 Dilihat

Wakil Walikota Benyamin Davnie tengah memberikan kata pengantar dalam dialog bersama FKUB, Kemarin di Serpong dengan tajuk “Smart City”.

SERPONG-Forum Kerukunan Umat Bergama (FKUB) Kota Tangsel menggelar dialog lintas agama di salah satu resto kawasan Serpong, Rabu (28/8). Mengusung tema tentang “Smart City” yang dihadiri seluruh pemuka agama, Kristen, Islam, Hindu, dan Budha.

Turut hadir Wakil Walikota Tangsel, Benyamin Davnie sebagai keynote speaker, Asda I Rahmat Salam, Kepala Kantor Kemenag Abdul Rojak, Ketua FKUB KH Ahmad Dahlan, dan moderator Sekjen FKUB Fachruddin Zuhri

Benyamin Davnie mengemukakan, smart city sebuah keniscayaan, jika pemerintah tidak berusaha menyesuaikan diri memasuki smart city dipastikan tergilas. Demikian juga betapapun majunya peradaban dengan dukungan kemajuan teknologi informasi, tak berarti hubungan sesama manusia dan komunikasi tatap muka langsung, boleh ditinggalkan.

“Kita sepakat bahwa ideologi negara Pancasila pedoman berbangsa dan bernegara. Intinya gotong royong dan musyawarah mufakat haruslah menjadi budaya kita,” kata Benyamin.

Asda I Rahmat Salam mengungkapkan, peran FKUB sangat vital dalam mempererat kerukunan umat beragama. Tangsel memiliki karakterisitik penduduknya berasal dari berbagai daerah, suku, budaya adat dan agama. Sehingga upaya menciptakan masyarakat yang damai, sejuk dan nyaman harus sama-sama saling jaga.

“Maka peran FKUB menjadi sangat penting di sini, oleh karena itu diharapkan para tokoh agama juga menjadi bagian untuk mempelopori stop penyebaran hoaks. Belakangan ini penyebaran hoaks sangat masif, jika ini dibiarkan dikhawatirkan akan terjadi fitnah,” kata Rahmat Salam.

Isu-isu agama, apabila sudah menjadi hoaks ini cukup berbahasa, sebab dapat disusupi unsur fitnah dan yang timbul nantinya akan ada perpecahan, satu dengan yang lain. Ini yang sangat diwanti-wanti supaya Tangsel tetap kondusif, damai dan menjadi daerah yang harmonis. Keharmonisan tidak tumbuh dengan sendirinya tapi harus dijaga dan dirawat.

“Berkenaan dengan smart city kita semua harus menangkal hoaks. Kami di pemerintah melalui Dinas Kominfo akan memberikan sosialisasi kepada masyarakat, kepada berbagai kelompok untuk menyebarluaskan pemahaman-pemahaman tentang menangkal hoaks,” jelasnya.(din)

 

 

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!