Dinkop UKM Gagas Pengusaha Pemula Capai 3 Persen

Diterbitkan  Minggu, 01 / 09 / 2019 21:14 - Berita Ini Sudah :  142 Dilihat

 

CIPUTAT-Dinas Koperasi UKM Tangsel mendorong terciptanya belasan ribu hingga seratusan ribu peluang usaha sebagai lapangan kerja baru setiap tahunnya. Dari total jumlah penduduk Tangsel saat ini, 1-3 % warganya bisa terserap lapangan kerja yang dicreated warga itu sendiri.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Koperasi UKM Tangsel, Dahlian Nadaek menyampaikan, pihaknya selama ini melakukan ajakan kepada anak muda dengan mendatangi kampus dan sekolah-sekolah. Untuk menjadi ekonomi kuat, perlu diperbanyak pengusaha, maka inilah yang terus dilakukan Dinkop mendatangi perguruan tinggi dan sekolah.

“UKM baru itu yang kita butuhkan dalam menumbuhkan wirausaha-wirausaha pemula. Target kita itu 1 sampai 3% dari jumlah penduduk Tangsel. Mereka harus membuka lapangan kerja sendiri jadi wirausaha pemula,” katanya

Program yang digulirkan dalam mendorong terciptanya pengusaha pemula melalui program studentpreneur dengan melibatkan sekolah maupun perguruan tinggi. Harapanya mereka sesudah lulus tidak lagi mencari kerja, tapi justru menciptakan lapangan kerja sendiri.

“Bagaimana menciptakan lapangan pekerjaan bukan mencari lapangan pekerjaan. Era digital sebetulnya mengeser gagasan anak muda untuk bereksplorasi membuka usaha sendiri. Ekonomi akan kuat dan cepat maju dilihat dari jumlah pelaku usaha yang kompetitif sehingga geliatnya sangat terasa,” tambah ia.

Cara lainnya, mendorong masyarakat ikut gabung dalam kegiatan perkoperasian atau anggota koperasi di dalamnya ada pelaku UKM yang sudah memiliki wawasan maupun jam terbang terlatih.

“Seperti beberapa waktu lalu, itu kita masuk ke sekolah-sekolah, masuk perguruan tinggi. Hampir semua perguruan tinggi di Kota Tnagsel sudah kita sentuh melalui program kegiatan student preneur. Itu target kita,” jelas dia.

Belum lama ini, pihaknya sempat mendorong sedikitnya 6 ribu mahasiswa Unpam yang hampir drop out terlibat dalam kegiatan perkoperasian.

“Yang 6000-an mahasiswa ini kita dorong membuka usaha sendiri. Mereka kita suruh menjual produk dari market ke minimarket-minimarket maupun mahasiswa lainnya. Tanpa modal mereka. Keuntungan yang didapat yaitu bisa untuk biaya sekolah sehingga dari ribuan mahasiswa ini tidak jadi drop out,” tegas Dahlia.

Melalui koperasi dan pelaku UKM, Dahlia merasa optimistis targetan tersebut bisa dicapai setiap tahunnya. Apalagi sejauh ini, pihak Dinas Koperasi sedang gencar-gencarnya menertibkan koperasi yang tidak sehat maupun sebaliknya.

“Dari 500 ratusan koperasi yang terdaftar, setidaknya ada 130 an lebih yang kita daftarkan dan sudah dilikuidasi Kementerian Koperasi,” jelasnya.(din)

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!