Termotivasi Banten Tanah Jawara


Pelajar SMAN 2 Tangsel Rebut Juara Karate Piala Kemenpora

Diterbitkan  Minggu, 01 / 09 / 2019 21:15 - Berita Ini Sudah :  130 Dilihat

Juara. Rizki Putra Hardyansyah, siswa SMAN 2 Tangsel menunjukan salah satu gaya karate, saat ditemui di sekolahnya.

SETU-Siswa kelas XI-IPS2, SMAN 2 Tangsel, Rizki Putra Hardyansyah berhasil menggondol juara 1 Tournamen Karate 2019 yang di selenggarakan oleh Sekolah Karate Kuningan (SKK) Kabupaten Kuningan Jawa Barat.

Ditemui di sekolahnya, Jumat (30/8), Rizki nampak sumringah ditanya keberhasilannya menjadi juara saat menyisihkan 1.090 atlet seluruh daerah di GOR Bima Cirebon pada 23-25 Agustus lalu.

“Alhamdulillah, dari 15 atlet Banten yang turun dalam kejuaraan yang diadakan Kemenpora ini, semua dapat medali. Total, ada 12 emas, 1 perak dan 2 perunggu yang kita perolehan sehingga keluar sebagai juara umum,” kata Rizki tersenyum.

Tentunya juara ini butuh perjuangan serta kerjakeras, dan dukungan oleh orang-orang dekat. Tanpa itu semua rasanya jauh dari juara. Tak lupa doa selalu dipanjatkan untuk kemudahan dan kelancara dalam mengikuti kejuaraan ini.

“Sebuah kebanggaan tentunya buat saya pribadi sebagai siswa SMAN 2 Tangsel yang satu-satunya berstatus pelajar asal Tangsel bisa membawa pulang juara,” tutur remaja pencinta Playstation ini.

Ajang bergengsi yang mempertemukan 40 kontingen bersaing ketat memperebutkan trofi Piala Kemenpora. Peserta bukan saja berasal dari Jawa tapi dari Bali, Kalimantan, Sumatra, dan Ambon hadir.

“Sekarang saya akan terus berusaha untuk lebih maju lagi hingga ke jenjang berikutnya (Asia maupun dunia) dengan membawa nama Indonesia. Saya akan terus berusaha,” imbuh sulung dari dua bersaudara ini.

Usai kejuaraan ini, dia membidik Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) pada 2-7 Oktober 2019 di Jakarta sebagai target merebut trofi selanjutnya. Jika juara, jalan Rizki menuju kejuaraan bergengsi Internasional yang akan diadakan di Chile, bakal berjalan mulus.

“Mudah-mudahan dalam Popnas, saya bisa juara. Karena dari hasil kejuaraan ini, peraih juara akan disertakan ke Chile dalam ajang Karate Internasional bersama Asian Karata Federation (AFK). Saat ini, sedang dalam proses seleksi nasional untuk­ yang ­­­­­­ke Chi­le,”­ tutur penyuka kangkung ini.

Ternyata, motivasi besar remaja bertubuh tinggi 170 cm itu saat berlaga adalah menunjukan bahwa julukan Banten adalah tanah para jawara benar adanya. Hasilnya, dia keluar sebagai juara menyisihkan 1.090 peserta lainnya.

“Saya tanamkan dalam diri, jangan mau direndahkan daerah lain. Banten haru juara, karena Banten adalah Jawara. Jadi saat bertanding, jangan sampai kendor gitu. Harus kencang,” tambahnya.

Selain motivasi itu, hal lain yang selalu harus diingat oleh atlet yakni, jiwa atau hatinya harus selalu bersih tidak memandang remeh orang lain. Antara hati dan pikiran harus selaras jalannya.

“Terus yang kedua yang paling saya ingat tuh, pertandingan itu sakral. Kita di sini mengadu kebersihan hati. Jangan mikir yang nggak-nggak. Misalnya, saat dapat catering tapi lauknya ayam aja selama seminggu, ya jangan ngeluh harus kita terima dan makan,” tuturnya.

Bahwa turnamen karate Piala Kemenpora ini salah satu tujuanya ajang pemanasan para atlet. Termasuk Pra PON maupun atlet Popnas.  “Oh ya saya lupa, turnamen Kemenpora ini gabungan dari tim Pra PON sama tim Popnas,” jelasnya.(din)

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!