Mayjen TNI (Pur) Gatot Subroto Gantikan H Yoyok


Paguyuban Warga Jawa Eksis Kembali

Diterbitkan  Senin, 02 / 09 / 2019 22:02 - Berita Ini Sudah :  181 Dilihat

Pawarja. Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie foto bersama usai melakukan pengukuhan pengurus Pawarja Periode 2019-2024.

SERPONG-Mayjen TNI Mar (Purn) H Gatot Subroto sebagai Ketua Umum Paguyuban Warga Jawa (Pawarja) periode 2019-2024 bersama pengurus telah kukuhkan. Proses pengukuhan Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie di salah satu resto kawasan BSD, Serpong.

Turut hadir Asda I Rahmat Salam, Asda III Teddy Maeyadi, Wakapolres Tangsel Kompol Didik Putra Kuncoro,  Ketua Persatuan Masyarakat Batak (PMB) Kota Tangsel Ucok AH Siagian, Ketua Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) H Sadri A Sairie, dan yang lainnya.

Wakil Walikota Tangsel H Banyamien Davnie menyambut baik pelantikan dan pengukuhan Pengurus Pawarja Kota Tangsel. “Saya ucapkan selamat kepada Ketua dan pengurus Pawarja yang baru dilantik,”ujarnya.

Lanjut ia, apresiasi kepada Ketua baru Pawarja beserta kepengurusannya dan warga Jawa yang ada si kota Tangsel. “Mari bersinergi membangun kebersamaan sehingga kota Tangerang Selatan semakin maju ke depannya,” tambah Benyamin.

Dilantiknya Ketua Pawarja Tangsel dapat terus meningkatkan sinergitas antara Pemkot Tangsel dengan masyarakat Jawa yang tinggal di Kota Tangsel. “Dapat membangun soliditas dan kebersamaan di antara pengurus maupun anggota,”harap Benyamin.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Tangsel, Bima Suprayoga juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Jawa di Tangsel yang sudah mengundang dan mengajak dirinya di Pawarja.

“Sebagai masyarakat Jawa tidak bisa berdiri sendiri tetapi kita semua harus akrab dengan semua suku ras dan agama yang ada. Kita ini harus bisa hidup di mana saja tetapi jangan kita merasa yang paling pinter, paling kuat.  Tetapi tunjukkan identitas kita,   Ayo kita jaga  bersama NKRI bersama-sama, “ujarnya.

Sedangkan Ketua Pawarja periode 2016-2019, H Hadi Sunaryo biasa disapa H Yoyok menyampaikan, pelantikan dan pengukuhan Pawarja ini sekaligus silaturahmi sesama masyarakat Jawa di Kota Tangsel dengan para saudara dari etnis lainnya.  “Kepada Ketua dan pengurus, saya ucapkan terima kasih dan penghargaan atas terlaksananya kegiatan,”katanya.

Hal yang sama disampaikan Pendiri Pawarja, H Landung Mintoharjo. Dia menerangkan, bahwa keberadaan Pawarja diawali gagasan pertama adalah ukurannya apa dan targetnya apa. Akhirnya inilah yang mendasari semua itu, bahwa memang harus taaruf (saling kenal), tawahun (saling mengerti), ta’awun (saling berbagi/bergotong royong), dan tafakul (saling merasakan).

Ke depan orang Jawa harus mengerti ke empat hal itu. Ketua yang baru memiliki tugas berat bagaimana sekoci itu menjadi tafakul merasakan satu (jawa). “Semoga Ketua baru dapat merangkul dan mempersatukan sekoci-sekoci tersebut untuk bersatu dalam Pewarja kedepannya,”ujarnya.

Mayjen TNI Mar (Purn)  H Gatot Subroto selaku Katua Pawarja periode 2019 -2024 menyambut baik masukan dan saran yang disampaikan. “Apa yang disampaikan ketua sebelumnya, kami berharap 64 % masyarakat Jawa di Kota Tangsel ke depannya lebih berperan aktif. Sesuai dengan visi dan misi Pawarja yaitu, persamaan untuk saling bersilaturahmi, saling berkerjasama dan mendukung, selalu menumbuhkan kepribadian yang mandiri,  selalu memberikan semangat kepada sesama, dan memberikan manfaat kepada sesama,” harapnya.

Sedangkan misi Pawarja adalah membangun jaringan dan tali silaturrahmi khususnya masyarakat Jawa dan etnis lainnya, berpartisipasi untuk mengembangkan kesenian tradisi budaya Jawa, pengembangan ekonomi kerakyatan, sosial, bidaya,  pendidikan dan kesehatan. Menumbuhkan toleransi antar etnis sehingga tercipta kerukunan antara warga dan mitra pemerintah dalam pembangunan.

Ketua PMB Tangsel Ucok A.H Siagian berharap semoga di kepemimpinan Ketua Baru H Gatot Subroto dapat membawa Pawarja ke arah yang lebih baik lagi. Juga berharap seluruh etnis yang ada di Kota Tangsel dapat bersatu dan berpartisipasi dalam pembangunan Kota Tangsel.  Satu dalam kebersamaan tanpa melihat perbedaan, tetapi bergandeng tangan untuk berkontribusi positif di Kota Tangsel yang sama-sama kita cintai.

“Senantiasa menjaga jatidiri dan kemampuan mengembangkan diri dalam kerangka persatuan dan kesatuan dalam kerangka Kebhinekaan. Keanekaragaman menjadi suatu kekuatan dalan menjalin persatuan. Selain itu, menjaga dan memelihara kultur budaya bangsa yang sesungguhnya,”ujarnya. (din)

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!