Kejar Target Pembahasan APBD Murni 2020


Struktur DPRD Terbentuk Sebulan

Diterbitkan  Senin, 02 / 09 / 2019 19:17 - Berita Ini Sudah :  174 Dilihat

 

SETU- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tangerang Selatan periode 2019-2024 telah dilantik, Kamis (29/8). Saat ini laju lembaga legislatif ini dipimpin Ketua dan Wakil Ketua Sementara DPRD. Ditargetkan pimpinan sementara secepatnya untuk menyelesaikan pembentukan Alat Kelengkapan DPRD (AKD) atau struktur organisasi dalam lembaga perwakilan rakyat tersebut.

Sebulan! Demikian target terbentuknya AKD. Hal itu mengingat adanya Anggaran Pendapatan Belanja Darrah (APBD) Murni 2019 yang harus dibahas.

Wakil Ketua Sementara DPRD Kota Tangsel, Iwan Rahayu, menegaskan, seharusnya September awal sudah mulai membahas APBD Murni 2020. Namun lantaran lambatnya pelantikan dewan, terpaksa pembahasan APBD Murni diundur.

“Ini waktunya sudah terlewat lama, APBD Murni harusnya sudah mulai dibahas September, tapi kita tidak bisa karena AKD belum terbentuk. Makanya kami kejar secepatnya akan terbentuknya AKD,” ungkap politisi PDI Perjuangan ini.

Selain itu, Iwan juga mengatakan, waktu pelantikan yang lama sudah menggerus waktu. Ditambah lagi, menurut Iwan, Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Priorotas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD Murni telah disusun oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel, sehingga harus segera dibahas.

“Apalagi kita kan pelantikannya sudah lama, jadi kami upayakan AKD terbentuk secepatnya. Dan sepeninggalan dewan periode sebelumnya itu sudah sampai pada penyusunan KUA dan PPAS APBD Murni 2020,” papar anggota DPRD dari Dapil Pamulang ini.

Iwan juga mengatakan, jika APBD Murni telat dibahas, maka dampaknya ialah nanti pada pembangunan di Kota Tangsel. “Kalau sampai APBD Murni 2020 telah dibahas, dampaknya itu pada pembangunan Tangsel di 2020 nanti. Itu yang harus kita hindari, agar di awal 2020 nanti seluruh kebutuhan anggaran sudah bisa digunakan,” ujarnya.

Sedangkan pada rapat perdana antar lintas fraksi nanti, lanjut Iwan, hal pertama yang akan dilakukan pimpinan sementara ialah menggelar rapat dengan lintas fraksi. Untuk penyusunan AKD dengan pengusulan nama dari masing-masing fraksi.

“Semoga saja lobi-lobi politiknya tidak alot. Dan berjalan dengan baik. Dan saya yakin seluruh fraksi juga ingin AKD terbentuk secepatnya. Agar semua bisa bekerja langsung melayani masyarakat,” paparnya.

Terpenting, lanjut Iwan, dalam pembentukan AKD ialah sudah terbentuknya fraksi-fraksi yang ada di DPRD. “Seperti Hanura dan PAN kan harus bergabung, jadi kami tunggu juga mereka akan bergabung kemana. Setelah fraksi terbentuk baru kita segerakan pembahasan lintas fraksi, siapa saja nanti yang akan diletakan di AKD. Seperti Komisi, Badan Anggaran, Badan Kehormatan Dewan, dan Badan Pembentukan Peraturan Darrh (Bapemperda),” ujar mantan sekteraris DPC PDIP Tangsel ini.

Ketua DPRD Sementara Sukarya, menekankan pentingnya setiap fraksi mampu menurunkan ego politiknya dalam pembentukan AKD. “Sifatnya kami pimpinan sementara hanya memfasilitasi, dan kami berharap agar fraksi mampu menurunkan egonya, agar pembentukan AKD berjalan dengan lancar,” pungkasnya. (dra)

 

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!