Dua Kursi Kosong Kepala Dinas Diisi


Mursinah Pimpin Satpol PP

Diterbitkan  Selasa, 03 / 09 / 2019 19:00 - Berita Ini Sudah :  215 Dilihat

CIPUTAT, Walikota Tangerang Selatan (Tangsel) Airin Rachmi Diany melantik pejabat eselon II hasil lelang jabatan. Pelantikan tersebut untuk mengisi kekosongan dua kursi pejabat yakni Kepala Dinas Koperasi dan UKM, dan Kepala Satpol PP Tangsel.

Pejabat yang dilantik yakni Mursinah yang sebelumnya menjabat sebagai Camat Serpong menjadi Kepala Satpol PP Kota Tangsel. Dengan dilantiknya Mursinah ini, menjadi yang pertama kalinya Satpol PP sepanjang Tangsel berdiri dipimpin seorang wanita.

Sebelum menjabat Camat Serpong pada 2016, Mursinah merupakan Camat Ciputat Timur. Wanita bergelar Sarjana Hukum dan Magister Sains ini mengawali karirnya di pemerintahan dari sekadar membawa tas seorang kepala Desa Pondok Ranji setelah lulus sarjana silam.

Mursinah yang menjabat sebagai Kepala Satpol PP,mengaku dirinya tidak tahu ada pelantikan ini. “Saya dikabarin jam 10.00 WIB, dan akan dilantik Pukul 11.00 WIB. Untungnya jas selalu sedia di mobil, jadi saya langsung gunakan jas yang ada,” singkatnya.

Ia mengungkapkan dirinya tidak menyangka akan terpilih menjabat sebagai Kepala Satpol PP.

Diketahui pelantikan tersebut setelah melalui proses panjang dan dinyatakan lolos mengikuti lelang jabatan atau open bidding. Sebanyak 14 pejabat eselon II menjalani seleksi yang dilaksanakan Panitia Seleksi sejak Juli 2019 untuk menempati posisi kepala Satpol PP dan Kepala Dinkop UKM.

Selain terhadap Mursinah, Airin melantik Plt Kepala Dinas Kesehatan Deden Deni menjabat sebagai Kepala Dinas Koperasi dan UKM kota Tangsel. Sedangkan pelantikan keduanya berlangsung di Aula Lantai 4 Balaikota Tangsel, Jl Maruga Raya, Serua, Cipuat, Senin (2/9).

Airin berpesan kepada kedua pejabat yang dilantik, “Ada yang harus diperhatikan, bapak ibu yang dilantik saat ini sudah menjadi pejabat eselon II atau lebih tinggi dari jabatan bapak ibu sebelumnya, pola pikir dan sikap harus disesuaikan,” ungkapnya.

Jadi pemimpin tinggi membutuhkan sikap dan karakter yang kuat. Memimpin jumlah pegawai yang lebih banyak, tantangan lebih berat, dan pekerjaan yang harus dituntaskan pun lebih banyak. “Keberhasilan sebuah dinas baik visi dan misi tergantung dengan kepemimpian bapak ibu, saya tidak ingin mendengar ketika dinasnya berhasil itu merupakan kinerja dari bapak ibu, namun jika dinasnya gagal itu merupakan tanggungjawab pegawai, saya tidak ingin mendengar seperti itu. Apapun itu keberhasilan dan kegagalan dinas ada dipundak kalian seorang pemimpin,” jelasnya yang terlihat mengenakan setelan warna hitam.

Lanjutnya, menjadi pemimpin harus membina hubungan dengan baik terhadap bawahannya, membangun organisasi dengan kondusif, yang mampu mengelola hubungan yang baik. “Jadi pemimpin harus bisa mengambil sikap, mampu mengendalikan diri, dan memiliki kepribadian yang matang,” katanya di bagian baris kirinya tampak  Sekda Muhamad dan Asda 1 Rahmat Salam.

Salah satu sikap yang harus dimiliki pemimpin, kata Airin, adalah tidak mudah puas dengan keberhasilan dari organisasinya peroleh. Karena itu, dia menekankan jika seluruh pejabat yang dilantik harus terus menyiapkan program atau kinerja baru yang bersifat inovatif.

“Sekarang, organisasi yang dipimpin lebih besar dibandingkan dengan organisasi sebelumnya. Jadi bapak ibu yang dilantik hari ini harus bisa menyesuaikan kemampuannya. Untuk bisa memimpin OPD masing-masing,” ujar Airin.

Deden Deni ditemui wartawan, mengatakan, dirinya tidak tahu kalau mau dilantik. “Saya lagi rapat di gedung farmasi (Dinas Kesehatan), lalu dikabarin, jadi pelantikannya hanya pakai baju dinas saja,” singkatnya. (irm)

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!