Ciptakan Budaya Sehat


Pemkot Bakal Bentuk Satgas Kawasan Tanpa Rokok

Diterbitkan  Selasa, 03 / 09 / 2019 21:18 - Berita Ini Sudah :  212 Dilihat

SATGAS. Dinkes Tangsel menggelar rapat pembentukan Satgas Kawasan Tanpa Rokok, Selasa (3/9).

SERPONG-Ingin menciptakan kultur budaya sehat di wilayah Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) akan membentuk Satgas Kawasan Anti Rokok. Nantinya Satgas ini dipimpin langsung Walikota dan Wakil Walikota Tangsel.

Wakil Walikota Tangsel, Benyamin Davnie menjelaskan, kawasan tanpa rokok ini merupakan amanat dari peraturan daerah (Perda) Nomor 4 tahun 2016. Perda ini hanya mungkin chasingnya yakni melarang merokok di tempat atau kawasan tertentu, namun jangka panjangnya dari Perda ini untuk membentuk budaya atau kultur sehat bagi masyarakat Tangsel.

“Saya dulu perokok, sehari bisa tiga bungkus rokok, Alhamdulillah sudah 22 tahun ini saya berhenti merokok, setelah paru-paru saya saat dirontgen gelap, jadi saya memutuskan untuk tidak merokok. Ternyata merokok itu sangat berbahaya,”ungkapnya.

Untuk itu, dirinya ingin budaya sehat ini dapat terbentuk di Tangsel dengan penerapan Perda melalui Satgas Kawasan Anti Rokok yang akan turun di kawasan yang dilarang seperti di sekolah, pusat pemerintahan, angkutan umum, tempat ibadah, tempat main anak, dan sebagainya.

Perda ini belum terlalu efektif, karena Pemkot belum memiliki Satgas. Bahkan masih banyak masyarakat yang belum mengetahui Perda No 4 ini. Sehingga dimanapun, dalam kesempatan apapun dirinya mengingatkan bahwa Tangsel memiliki peraturan yang jelas mengenai pelarangan merokok di tempat umum.

”kemarin saja, saya tegur staf saya. Di sekolah, merokok sembarangan. Padahal Perda-nya sudah ada, saya bilang supaya tidak merokok di depan anak-anak,” ujar Benyamin di hadapan Satgas Perda tersebut.

Karena itu, Benyamin mendukung adanya pembentukan Satgas yang nantinya akan memberikan sosialisasi terhadap masyarakat mengenai adanya peraturan pelarangan merokok. ”Masyarakat perlu edukasi. Inilah fungsi Satgas yang nantinya menyampaikan informasi kepada masyarakat,” ujar Benyamin.

Melalui Dinas Kesehatan, Benyamin juga meminta untuk mampu mengkoordinasi seluruh OPD yang ada di Tangsel agar membentuk Tim Satgas. Tidak masalah jika anggota merupakan perokok, yang terpenting mereka bisa menjaga komitmen untuk menetralisasi asap rokok di tempat-tempat yang dimaksudkan dalam Perda No 4 Tahun 2016 tersebut.

Sementara, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat pada Dinkes Tangsel, Iin Sofiawaty menjelaskan, jika sosialisasi ini akan terus dilakukan sampai dengan seluruh masyarakat mengetahui adanya peraturan ini. Selain itu pembentukkan Satgas di setiap instansi pun dilakukan.

“Jika ini berjalan, sanksi yang diterapkan berupa teguran lisan, tertulis dan terakhir denda uang sebesar Rp 2.5 juta,”singkatnya.(irm)

 

 

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!