Dorong Minat Baca Siswa Meningkat


Wujudkan Perpus Sekolah Nyaman

Diterbitkan  Selasa, 03 / 09 / 2019 21:18 - Berita Ini Sudah :  225 Dilihat

Perpustakaan. Kepala Bidang, Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Tangsel, Hayati Nur (kiri) bersama Pelaksana tugas (Plt) SDN Setu, Endang (kanan).

PAMULANG-Perpustakaan peranannya sangat penting dalam dunia pendidikan. Tapi keberadaan perpustakaan di lembaga pendidikan belum dimanfaatkan secara optimal.

Guna mendukung fungsi perpustakaan sekolah, Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Tangsel melakukan pembinaan dan monitoring. Tujuannya agar perpustakaan betul-betul keberadaannya dirasakan dan dioptimalkan dalam proses belajar mengajar di sekolah, salah satunya minat baca siswa meningakat. Untuk mencapai itu perlu dilakukan berbagai tahapan.

Demikian disampaikan Kepala Bidang Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Tangsel, Hayati Nur. Menurut pejabat yang sejak lama di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangsel ini, perpustakaan kiprahnya sangat besar tentang kulitas pendidikan dan peserta didik yang dihasilkan.

“Untuk meningkatkan minat baca masyarakat khususnya siswa harus melihat kondisi perpustakaan. Oleh sebab itu kami melakukan upaya pembinaan perpustakaan agar lebih tertata dengan rapih, nyaman untuk dikunjungi dan membuat betah anak-anak untuk berlama-lama membaca koleksi perpustakaan,” katanya.

Di Indonesia tingkat minat baca rendah. Agar menstimulus minat baca perlu menyuguhkan nuansa perpustakaan penuh dengan nunasa keceriaan. Sehingga saat siswa datang ke perpustakaan tidak langsung pusing karena melihat tumpukan buku di rak. Bisa dicoba mendekor ruangan dengan kreasi siswa sebagai pemanis. Lalu memadupadankan alas lantai atau cat dengan warna-warna kombinasi.

“Itu salah satu kiat dalam menataruang perpustakaan supaya dicintai siswa dan memberikan kesan jika sehari tidak datang ke perpustakaan rasanya ada yang kurang. dan tentunya masih banyak kiat mendekor ruangan perpustakaan untuk terlihat lebih cantik,” sambung ia.

Tahun ini sedikitnya ada 21 SDN se-Tangsel, sama jumlahnya di tahun lalu. Dirinya merasa terharu ketika perpustakaan yang sudah dibina  kemudian dirapihkan muncul tampil beda bagi siswa dan guru, tak jarang pihak sekolah meminta untuk dimonitoring. Tujuan pihak sekolah mengundang agar bisa menilai apa yang kurang dan perlu dibenai supaya lebih sempurna.

“Kami melakukan pembinaan perpustakaan ke SD, SMP baik negeri ataupun swasta serta TBM. Kemarin kami mendatangi ke sekolah-sekolah. Banyak sekolah meminta untuk dibina. Dan kita membina perpudtakaan yang tadinya kurang berfungsi sebagaimana mestinya dan sekarang sudah berfungsi. Kami bukan hanya membina tapi kita memonitor sampai sejauh mana yang kita bisa, apakah direspon oleh sekolah atau tidak. Tapi kebanyakan sekolah mendukung sehingga hasilnya lebih baik dari sebelumnya,” jelasnya.

Misalnya kemarin, bersama pegawai di bidang perpustakaan, melakukan pembinaan di SDN Setu. Yang mana sebelumnya kurang nyaman, kini setelah dipoles menjadi lebih nyaman ditambah dukungan pihak sekolah menjadwalkan setiap hari secara bergilir mengadakan kegiatan di dalam perpustakaan. Nantinya anak-anak mempresentasikan hasil bacaannya, entah itu dongeng, ilmu terapan, dan lain-lain.

“Dengan kondisi yang sekarang siswanya lebih banyak berkunjung ke perpustakaan. Sekolah mengeluarkan program dari jam 10 pagi satu kelas, dan hari berikutnya satu kelas membaca buku cerita. Guru akan menanyakan buku yang dibaca tetang apa. Lalu murid menceritakan apa yang diperoleh dari hasil bacaan di perpustakaan,” tuturnya.

Dengan semakin intens siswa membaca, maka perbendaharaan kata, pengalaman dan wawasan akan tersusun dalam memori. Bukan tidak mungkin tumbuh dewasa, siswa-siswa seperti ini akan menjadi anak-anak yang memiliki daya ingat tajam serta wawasan luas.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala SDN Setu, Endang menyampaikan ucapan apresiasi kepada Bidang Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah yang telah memberikan dukungan untuk kemajuan perpustakaan sekolah. Dengan perpustakaan bersih dan nyaman siswa pun menjadi semangat mengunjungi ruang baca. (din)

 

 

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!