BPJSK Sasar Anggota Koperasi dan UKM

Diterbitkan  Senin, 09 / 09 / 2019 21:05 - Berita Ini Sudah :  219 Dilihat

PAMULANG-Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan selama Hari Koperasi Daerah (Harkopda) 72 di Lapangan Kecamatan Pamulang beberapa hari lalu membuka stand. Sasaranya pelaku koperasi dan UKM serta para pedagang.
Kepala Bidang Kepesertaan BPJS Ketenegakarjaan, Cabang Tangsel, Kunto Baskoro menyampaikan sebagai pelayan masyarakat dari pemerintah harus terjun ke masyarakat. Oleh karena itu dalam menyasar kepesertaan BPJSK pihaknya membuka stand agar masyarakat dapat segera mendaftarkan diri.
“Tujuan kami buka stand di Harkopda 72 ini memberikan kesempetan kepada masyarakat bahwa kita hadir di tengah-tengah masyarakat sebagai pemerintah untuk masyarakat pekerja, khususnya masyarakat pekerja di Tangsel di bidang perkoperasian dan UKM dan para pengrajin serta para pedagang kecil di wilayah Tangsel,” katanya.
Potensi untuk kepesertaan cukup besar di Tangsel dalam lingkup koperasi dan UKM. Namun memang selama Harkopda hanya ditarget sekitar 100 orang dari beberapa koperasi. Berharap para koperasi dan UKM segera mendaftarkan diri untuk ikut dalam kepesertaan sebab sangat banyak manfaatnya.
“Selama empat hari 100 perserta mandiri dan 30 koperasi. Satu koperasi rata-rata beranggotakan 3-5orang,” tambah ia.
Premi dan penanggungan antara kepesertaan dari koperasi dan mandiri berbeda. Namun intinya pemerintah hadir memberikan perlindungan bagi semua warga Indonesia baik untuk jaminan kelecakaan kerja dan jaminan hari tua hingga kematian.
“Untuk koperasi premi berbeda dengan mereka yang mendaftar secara mandiri. Sesuai dengan regulias besaran 0,24 persen jaminan kesecalakaan kerja, 0,3 persen jaminan kematian dan 5,7 persen untuk jaminan hari tua dari gaji yang dilaporkan kepada BPJS, selama koperasi itu berdiri,” jelas pira berkacamata.
Adapun untuk kepesertaa mandiri yang dapat diperoleh melalui tiga program kecelakaan kerja, hari tua dan kematian. Sedangkan untuk anggota koperasi disediakan jaminan pensiunan. Dalam regulasi ini juga diberikan kelonggaran bagi yang sudah tidak bekerja dianjurkan tidak lagi membayar iuran setiap bulannya.
“Berbeda dengan mandiri, untuk mandiri mulai iuran 36.800 ribu itu untuk tiga program yaitu kecelakaan kerja, Kematian dan hari tua kemudian 16 800 dengan dua program kecelakaan kerja dan kematian. Yaitu selama dia bekerja dapat mendaftarkan dirinya tapi kalau sudah tidak bekerja boleh tidak membayarkan iuran lagi,” tambah ia.
Berikut ini besaran iuran bulanan untuk mandiri. Jaminan hari tua sektor mandiri 2 persen atau mulai dari 20 ribu. Mereka dapat menikmati tabunganya setelah berhenti bekerja ditambah dengan hasil pengembangan. Adapun untuk mandiri sampai saat ini belum ada, hanya ada sampai hari tua.
Batasan untuk jaminan hari tua sampai pada usia 57 tahun. Setiap tiga tahun sekali ada penambahan satu tahun atau ada perubahan. Dapatnya iuran pensiun minimal Rp 400 ribuan per bulan atau maksimal Rp 4 juta bulan,” tambah ia.
Untuk pensiun Rp 3 persen dari gaji yang dilaporkan. Jadi misalnya perserta sudah mendaftar satu tahun misalnya d bulan ke tiga belas, dan empatbelasnya meninggal dunia. Karena iuranya sudah dibayarkan selama satu tahun dia berhak menerima pensiunan secara berkala ahli waris. Jika kurang dari 400 maka kita akan bayarkan yang Rp 400 ribu.
“Mandiri untuk kecelakaan kerja pengobatan sesuai indikasi medis kita tanggung oleh BPJS Ketenagakerjaan sedangkan untuk meninggal dunia 48 kali gaji yang dilaporkan,” tutupnya. (din).

 

Komentar Anda

comments