LIPI Kembangkan DME Sebagai Pengganti LPG

Diterbitkan  Senin, 09 / 09 / 2019 21:05 - Berita Ini Sudah :  253 Dilihat


Era digital ditandai dengan semakin bergantungnya produk-produk penyedia fungsi vital pada keberadaan komponen listrik. Metode uji elektronik pun menjadi penting untuk memastikan keamanan dan keandalan suatu produk elektronik.
Melihat itu Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melalui Pusat Penelitian Teknologi Pengujian mengembangkan metode pengujian untuk produk medis elektronik.
Kepala Pusat Penelitian Teknologi Pengujian LIPI, Agus Fanar Syukri menjelaskan, semua produk medis elektronik yang berhubungan dengan daya listrik dan elektromagnetik harus melewati serangkaian tes dan standar yang telah ditentukan.
“Dalam pengembangan teknologi pengujian produk elektronik, Pusat Penelitian Teknologi Pengujian LIPI terbagi dalam beberapa kelompok penelitian elektro medis, electromagnetic compatibility, energi dan lingkungan, serta kajian infrastruktur pengujian alat kesehatan elektronik,” terang Agus.
Salah satunya di kelompok penelitian energi dan lingkungan berfokus pada efisiensi energi dan keselamatan peralatan rumah tangga. Kelompok penelitian ini mengembangkan pemanfaatan dimethyl eter (DME) untuk bisa menggantikan LPG pada kompor gas.
“Di beberapa negara sudah menggunakan DME, apalagi di Indonesia sumber untuk menghasilkan DME tinggi, sehingga ini cukup potensial,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Laboratorium Kelistrikan dan Energi LIPI, Nanang Kusnandar menambahkan, bahwa Indonesia sangat kaya akan batu bara dan itu bisa dijadikan sebagai bahan baku DME.
“Secara sumber bahan bakunya sangat melimpah, jadi kan di DME bisa didapatkan dari batu bara, dari biomasa secara bahan baku di Indonesia sangat melimpah,” ucap Nanang.
Lanjutnya, saat ini penggunaan DME belum begitu luas, hanya ada satu industri yang menggunakannya yakni di Serang, Banten itu pun masih dalam kapasitas terbatas.
Akan tetapi, di tahun 2021 pemerintah melalui Pertamina akan membuat pabrik berskala besar agar bjsa diproduksi masal.
“Makanya Pertamnina bersama dengan PT Bukit Asam itu akan menbuat pabrik skala besar, tujuannya di 2021 si DME ini bisa diproduksi masal sebagai substitusi LPG untuk kegunaan di rumah tangga,” ungkapnya.
Nantinya, dengan munculnya DME sebagai pengganti LPG ini bisa menakan angka impor LPG yang menyentuh 70 persen. “Karena mengingat kebutuhan LPG kita semakin meningkat, kemampuan domestik terbatas. Yang saya baca sekarang hampir 70 persen LPG itu impor. Artinya ketergantungan impor cukup besar, makanya dengan DME bisa menekan angka impor,” tegas Nanang. (dra).

Komentar Anda

comments