Nissa Sabyan Hibur Pembukaan MTQ X Tangsel 2019


Bang Ben dan Muhamad Naik Reog

Diterbitkan  Selasa, 10 / 09 / 2019 19:00 - Berita Ini Sudah :  304 Dilihat

KEMERIAHAN PAWAI TA’ARUF MTQ: Wakil Walikota Tangerang Selatan Benyamin Davnie bersama Sekda Tangerang Selatan Muhammad terlihat menaiki Reog di acara pawai ta’aruf Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat kota Tangerang Selatan ke X di Alam Sutera, Serpong Utara, Senin (9/9). Pawai Ta’aruf yang di ikuti Kecamatan se-kota Tangerang Selatan dalam rangka mensukseskan Musabaqoh Tilawatil Quran yang akan berlangsung hingga 12 November.

SERPONG UTARA-  Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) X Tingkat Kota Tangerang Selatan 2019 mulai digelar. Dibukanya ajang tahunan melibatkan perwakilan seluruh kecamatan ini ditandai dengan pawai taaruf dan malam seremoni pembukaan, Senin (9/9).

Malam pembukaan dihadiri ribuan pengunjung. Selain para delegasi masing-masing kecamatan, masyarakat antusias mengikuti seremoni pembukaan yang menghadirkan Nissa Sabyan untuk bersenandung.

“Mudah-mudahan tahun ini sukses aman dan lancar. Selamat datang. Inilah Kecamatan Serpong Utara, nyaman berbagai aktivitas dan berjalan lancar,” ujar Camat Serpong Utara Bani Khosyatullah selaku tuan rumah mengawali sambutannya.

Pihaknya mengucapkan banyak terima kasih kepada LPTQ Tangsel memberikan kepercayaan menjadikan Kecamatan Serpong Utara sebagai tuan rumah. Juga, kepada PT Indah Kiat Pulp and Paper yang telah menyumbangkan 1000 mushaf Alquran. Dengan bantuan itu, maka seluruh kafilah, dewan hakim dan lain-lain mendapatkan satu mushaf Alquran.

Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany dalam sambutannya menekankan seluruh peserta dan masyarakat senantiasa memperbaharui niat. Ini semua  dalam rangka meningkatkan kecintaan dan mempedomani kandungan Alquran dalam kehidupan sehari-hari.

“Bukan soal kecamatannya yang juara, tapi masyarakatnya yang juara dan munculnya bibit-bibit baru untuk maju ke tingkat provinsi Banten dan tingkat nasional hingga internasional,” terangnya.

“Saya mengharapkan LPTQ tingkat kota untuk menghidupkan di tingkat kecamatan dan kelurahan agar program manghrib mengaji terus berjalan,” imbuhnya.

Airin di atas panggung juga menyempatkan bertanya kepada warga yang hadir. Apakah ingin mengikuti pembukaan MTQ atau Nissa Sabyan? Jawab pengunjung, Nissa. “Jangan lupa pulangnya mengamalkan dan mengerjakan ibadah salat dan membaca Alquran,” seru Airin.

Ribuan pengunjung antusias menunggu Nissa Sabyan tampil. Selaku moderator, Narji yang bikin tawa pengunjung lantaran disisipi banyolan lucu mengantarkan Nissa tampil.

Perwakilan Komunitas Nissa Sabyan Gambus Asal Serang Rizki saat ditemui awak media mengungkapkan, dirinya datang bersama puluhan orang. Setiap saat selalu mengikuti kegiatan Nissa ke berbagai daerah.

“Di Tangerang anggotanya mencapai tiga ratusan dan Jawa Barat juga sangat banyak. Kami dari saat Nissa nyanyi di tenda-tenda sampai sekarang menjadi artis. Setelah manggung kami diajak pertemuan dengan Nissa di luar arena,” kata Rizki tersenyum.
Pada pagi harinya, sekira pukul 07.00 WIB, sedikitnya 10 ribu orang turut mengikuti pawai taaruf. Mereka dari seluruh unsur elemen masyarakat. Meliputi, institusi pemerintahan, OPD Tangsel dengan kompak mengerahkan semua pegawainya.

Peserta pawai berpakian putih hitam berpeci bagi laki-laki dan berkerudung bagi perempuan. Terlihat cantik-cantik dan mempesona. Semua berbalut dalam suka cita menyambut dibukanya MTQ X di Lapangan Pakujaya hingga panggung kehormatan Masjid Asmaul Husna sekitar 1,7 km.

Unit pelayanan teknis (UPT) sekolah dan puskemas, majelis taklim, organisasi kepemudaan, organisasi Islam, organisasi masyarakat, pondok pesantren modern ataupun salafi, tokoh masyarakat, tokoh agama. tak lupa menghadirkan kesenian, seperti reog, ondel-ondel, kuda dan berbagai penyajian menarik produk pertanian.

Tak sedikit dari masing-masing perwakilan kecamatan banyak yang membawa hasil panenan hortikulutra seperti kacang panjang, labuh parang, jagung, pisang, singkong, bayam, kangkung dan berbagai macam sayur mayur turut disajikan. Bahkan beberapa sengaja diberikan kepada para pajabat berupa pisang.

Sisanya sayur mayur diletakkan di bawah panggung kehormatan. Kesempatan ini menjadi ajang dinikmati oleh masyarakat sekitar untuk menamfaatkan hasil bawaan para peserta pertanian. Atraksi marching band, Satpol PP dan dari Institusi TNI pun turut hadir. Demikian juga atraksi siswa dari berbagai sekolah.

Wakil Walikota Tangsel, Benyamin Davnie turut serta naik ke atas Reog. Demikian juga, Sekda Kota Tangsel sekaligus Ketua Umum LPTQ Tangsel, H Muhamad.

Hadir di atas panggung kehormatan, Ketua Harian LPTQ Tangsel KH Sobron Zayyan, Kepala Kemenang Kota Tangsel Abdul Rojak, Camat Serpong Utara Bani Khosyatullah, Ketua MUI KH Saidih, Anggota DPRD Tangsel Mathoda, Kapolres Tangsel, AKBP Ferdy Irawan, Kajari Tangsel, Bima Suprayoga, dan anggota Forkominda Tangsel.

“Meskipun Tangsel bukan kawasan pertanian, tapi hasil hortikultura dapat kita saksikan bersama cukup banyak. Ini membuktikan kualitas SDM di Tangsel memang cukup baik, sehingga apapun semuanya berkualitas,” kata Bang Ben, sapaan akrab Benyamin Davnie.

Yang menarik, setiap pawai Taaruf adalah komentatornya. Yakni Abdul Rojak. Cukup mahir. Selain dapat mempresentasikan masing-masing kecamatan, kelebihan dan kehebatan Rojak, berikut dibacakan prestasi yang diraih, baik itu kelurahan, kecamatan serta sekolah dan madrasah.

Rojak juga sangat lucu dengan gaya “Betawi Ora” ini yang membuat sangat ramai orang-orang terus tertawa.

Terkait pelaksanaan MTQ X Kota Tangsel, Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Tangsel memasukan dua cabang lomba Hifzil Hadis dan Qiroah Sab’ah yang nantinya di tingkat provinsi bakal dilombakan.

“Tahun ini ada dua cabang baru yang ditambahan yaitu hifzil hadis dan qiroah sab’ah untuk putra dan putri dewasa dan anak. Adapun hifzil hadis yaitu menghafal hadis sebanyak seratus hadis dan lima ratus hadis yang dihafal,” kata Ketua Harian (LPTQ) Kota Tangsel, KH Sobron Zayyan.

Pimpinan Pondok Pesantren Al Quranniyah di Pondok Aren ini menyebutkan, dengan bertambahnya dua cabang, maka khafilah dari masing-masing kecamatan bertambah.

Tahun sebelumnya per kecamatan 58 peserta. Adapun tahun ini menjadi 60 peserta dengan total tujuh kecamatan 420 peserta. Sementara untuk cabang yang dilombakan saat ini mencapai 13 cabang yakni Tilawah, Tahfidz, Tafsir Bahasa Inggir, Indonesia dan Arab, Qiroatul Kutub, Kaligrafi, Musabaqah Makalah Qur’an (MMQ), MTQ menulis ilmiah Alquran, Qiroah sab’ah dan Hifzil Hadis.

“Sedangkan untuk tingkat provinsi saat ini mencapai 14 hingga 15 cabang yang sebelumnya sekitar 13 cabang perlombaan,” ujarnya.

Pengembangan ini berdasarkan kebijakan nasional dengan harapan akan terus ilmu Al Quran melahirkan cabang-cabang baru. Di mana semakin banyak masyarakat yang termotivasi dalam mempelajari ilmu Alquran. MTQ bagian dari ajakan masyarakat menemuki dan mengamalkan ilmu Alquran tanpa batas.

“Targetnya adanya cabang baru secara nasional agar dakwah al quran dirasakan bukan oleh cabang-cabang tertentu tapi seluruh ilmu Alquran dapat diserap oleh masyarakat dan bisa menjadi motivasi bagi masyarakat untuk belajar terus dengan cara cabang-cabang yang baru karena itu semua bersumber dari Alquran,” tuturnya. (din)

 

 

 

 

Komentar Anda

comments