Satpol PP Segel Kontrakan Alih Fungsi Jadi Hotel


Dua Pasang Non Muhrim Ngamar

Diterbitkan  Kamis, 12 / 09 / 2019 20:07 - Berita Ini Sudah :  302 Dilihat

RAZIA KOSTEL DI TANGSEL: Satuan Polisi Pamong Praja kota Tangerang Selatan terlihat menyegel tempat kos-kosan hotel (Kostel) di Setu, Tangerang Selatan, Rabu (11/9). Razia yang bertujuan untuk mengantisipasi tindak asusila tersebut, petugas berhasil mengamankan sejumlah pasangan muda – mudi yang bukan suami – istri

SETU- Dua pasangan bukan suami istri diamankan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tangsel. Kedua pasangan non muhrim tersebut kepergok sedang ngamar atau dalam satu kamar saat penggerebekan kontrakan yang berubah jadi hotel di Oyo Residence, Jalan Desa Setu, RT 14/4, Setu. Penggerebekan digelar, Rabu (11/9).

Sekitar pukul 15.00 WIB, puluhan personel petugas penegak Perda itu langsung menyisir ruang penginapan yang berjumlah 30 kamar. Bahkan, satu kamar dibuka paksa dikarenakan saat petugas meminta penghuni membukanya tidak ada respon. Saat kamar berhasil dibuka pun, penghuni kamar telah melarikan diri.

Dalam penggerebakan ini, dua pasangan muda-mudi bukan pasangan suami istri ditemukan tengah bersantai di dalam salah satu kamar berukuran 2×4 meter tersebut.

“Sebenarnya tadi ada tiga pasang, tapi yang satu itu suami istri. Yang dua lagi bukan,” kata Mursinah, Kepala Satpol PP Tangsel usai melakukan penggrebekkan.

Mursinah mengatakan, penggrebekkan itu merupakan tindak lanjut dari keluhan dari masyarakat.

“Menurut masyarakat, di sini izin bangunannya adalah kontrakan, beberapa tahun ini ternyata dialihfungsikan sebagai penginapan,” ucapnya.

Padahal, menurutnya, di lingkungan itu masyarakat tak mengizinkan hotel atau penginapan.

“Tadi lihat sendiri di sini bukan kontrakan, bahkan ada yang nginep harian,” imbuhnya.

Namun, kata Mursinah, untuk memastikan adanya tindak prostitusi, pihaknya harus mendalami kasus terlebih dahulu.

“Yang jelas kita menjawab keluhan masyarakat dan itu terbukti untuk penginapan harian,” tutur wanita yang sebelumnya menjabat Camat Serpong ini.

Mursinah menegaskan, lantaran terbukti menyalahi aturan, tempat tersebut harus disegel sementara.

“Pasal 31F tentang alih fungsi bangunan. Selain disegel, bangunan ini dalam pengawasan oleh tim Satpol PP dan masyarakat,” pungkasnya

Lurah Setu, Naun Gunawan, menjelaskan, awalnya Oyo Residence ini merupakan kontrakan biasa, dan ijin yang diterbitkan oleh DPMPTSP pun merupakan kontrakan, bukan hotel.

“Bulan Juni, masyarakat demo ke OYO ini, karena warga disini agamis, jadi sangat kekhawatir dengan adanya OYO ditengah-tengah warga Setu ini, dan kami sudah sampaikan ke Satpol PP terkait keluhan warga,” ungkapnya.

Warga Setu, Anes, mengungkapkan, dulunya OYO ini merupakan kontrakan yang diisi oleh anak-anak dari sejumlah kampus yang ada di Tangsel. Namun belum lama ini beralih fungsi jadi tempat penginapan. “Dulu mah bangunannya jelek, kan habis lebaran direnovasi, kita tidak nyaman adanya penginapan ini, terlebih di hari Sabtu dan Minggu selalu ramai, yang datang kebanyakan anak remaja,” ungkapnya.

Bahkan, warga disini pernah mendemo keberadaan OYO ini. “Kita pernah demo dan sampaikan keluhan ini ke RT, RW bahkan Kelurahan,”singkatnya.

Sementara Manager Opertasional Emilia Ervina, enggan memberikan statmenya terkait penyegelan OYO Residence ini. Bahkan dirinya pun enggan melakukan tandatangan berita acara. Saat ditanya ada berapa kamar, dirinya menjawab ada 30 kamar di tiga lantai.

Dalam keterangan penerbitan IMB, OYO Residence ini tujuannya untuk kontrakan baru. Berada di Kampung Setu, dengan nomor 648/1091-DPMPTSP/OL/2019. (irm)

 

Komentar Anda

comments