MTQ X Tangsel Dibilang Rasa Nasional

Diterbitkan  Kamis, 12 / 09 / 2019 19:55 - Berita Ini Sudah :  282 Dilihat

SERPONG UTARA- Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ X) Tingkat Kota Tangerang Selatan diklaim mengalami peningkatan singnifikan di beberapa kecamatan. Adanya peningkatan ini ditunjukkan dengan pembinaan pada masing-masing kecamatan dari LPTQ berjalan sesuai dengan target.

Menurut Ketua Harian Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kota Tangsel, KH Sobron Zayyan mengungkapkan, MTQ X Tingkat Kota Tangsel membuat dirinya terkagum-kagum lantaran peserta dari seluruh khafilah kecamatan menunjukan kualitas bagus. Termasuk, kecamatan-kecamatan yang sebelumnya pada peringkat lima ke bawah kini menujukan gregetnya. Tentu ini sangat bagus.

“Kita belum melihat secara menyeluruh ada beberapa kecamatan yang meningkat. Misalnya Seporng Utara, Kecamatan Setu, Kecamatan Ciputat dan Serpong terasmuk Pondok Aren. Di tahun ini tidak didominasi satu kecamatan tapi hampir semua kecamatan merata. Untuk peningkatan Serpong Utara, Setu, Ciputat dan Ciputat Timur, berkisar antara 20-25 persen. Ini membutkikan bahwa pembinaan qori qorian di masing-masing kecamatan sangat berhasil,” jelasnya panjang lebar.

Kendati demikian, kekuatan dari juara berturut-turut ketiga kalinya yakni Kecamatan Pamulang. Kecamatan ini masih menjadi tantangan berat bagi kecamatan lain. Oleh sebab itu, Kecamatan Pamulang juga berpotensi untuk menjadi juara umum. Namun memang belum final, karena harus melalui rapat pleno dewan hakim yang akan dilakukan pada Kamis siang hingga sore dan malam harinya penutupan.

“Menurut saya Pamulang Juara bertahan, sampai saat ini saya melihat bagus sekali bersaing dengan beberapa kecamatan dan nampaknya Pamulang berpeluang besar untuk menjadi juara kembali. Namun saya tidak bisa mengatakan juara umum, tapi berpeluang besar dalam perhelatan MTQ X Kota Tangsel ini. Tapi, memang ada satu kecamatan yang menurut saya itu banyak sekali finalisnya. Belum saya cek kecamatan mana. Semua kecamatan sangat bagus-bagus untuk MTQ Tahun ini,” tambah Pengasuh Ponpes Al Quranniyah ini.

Karena kompetisi antar kecamatan bersaing ketat, dan auranya terasa sekali, sehingga levelnya lebih tinggi dari MTQ tingkat Kota. Bahkan seperti MTQ antara provinsi. “Dapat saya katakan bahwa MTQ Kota Tangsel, tapi terasa seperti MTQ nasional, karena pesertanya bagus-bagus,” jelasnya.

Disebutnya, khafilah dari masing-masing kecamatan berimbang. Pada hasil akhirnyapun selisih tidak akan terpaut jauh. Ini prediksi yang memungkinkan dapat terjadi saat pembacaan perolehan nilai pada saat malam penutupan.

“Jika dilihat nilai antara juara umum dan juara kedua tidak terlalu jauh. Adapun, di tahun ini diperebutkan kembali piala umum, karena tahun lalu sudah menjadi juara tetap oleh Kecamatan Pamulang. Maka kita buat baru lagi,” bebernya.

Tahap selanjutnya setelah MTQ X selesai, LPTQ akan membina para juara. Pembinaan ini dalam rangka persiapan mental dan kualitas untuk mengikuti MTQ Banten XVII  yang Tangsel sebagai tuan rumah. “Jadi hasil MTQ tahun ini kita akan panggil kembali juara satu dua tiga untuk seleksi kembali di tempat pembinaan. Nanti setelah itu baru dapat dilihat calon-calon duta-duta kota Tangsel diperhelatan MTQ provinsi di Bulan Maret 2020 mendatang,” imbuhnya.

Hadirnya kompetisi khafilah antar kecamatan memberikan nuansa menggembirakan bagi pengurus LPTQ. Artinya peluang untuk bisa tampil lebih maksimal pada saat MTQ Banten jauh lebih besar. Karena sangat berpengaruh sekali dengan kualitas bagus dapat memengaruhi psikologi saat tampil nanti bagi khafilah dari kabupaten kota lainnya.

“Jadi mudah-mudahan ini menjadi kabar gembira buat kita tahun ini pesertanya sangat bagus sekali peningkatan kualitas sangat bagus. Sehingga ini dapat mendobrak kekuatan kontingen, LPTQ kota Tangsel di Banten, artinya peluang juara lebih besar nanti,” jelasnya.

Sebagai pengurus LPTQ telah mendapatkan mandat dari ketua umum LPTQ H Muhamad yang mana menekankan supaya juara berturut-turut harap dilantjukan untuk mendapatkan juara umum ke dua kali. Jangan sampai tuan rumah malah kalah.

“Bapak Sekda selaku Ketua Umum LPTQ Kota Tangsel Bapak Haji Muhamad mengatakan, kita sudah lima kali juara berturut-turut, maka keenam kalinya harus juara umum. Karena jika sudah dua kali juara tetap itu baru juara sejati. Tapi kalau lima kali tapi kenema kalinya tidak juara umum berarti tidak juara sejati. Beliau berkelekar,” demikian yang disampaikan KH Sobron menirukan percakapan dengan H Muhamad.

Pada akhirnya kekuatan doalah seluruh komponen masyarakat agar keberhasilan MTQ ke X selaras dengan MTQ Banten tahun depan. Agar gaung dan syiar Islam di tanah Tangsel ini terus mengalir ke anak cucu tanpa ada jeda.

“Ini sebagai motivasi buat kami bawah Ketua Umum Sekda H Muhamad memberikan suport kepada kami untuk mempertahankan gelar juara umum untuk yang ke-6. Mudahan-mudahan terwujud, kami meminta doa kepada masyarakat Kota Tangsel, para ulama, umaro,” tutupnya. (din)

 

 

Komentar Anda

comments