Polres Tangsel Beri Edukasi kepada Pelajar Terjaring Razia

Diterbitkan  Kamis, 12 / 09 / 2019 20:51 - Berita Ini Sudah :  269 Dilihat

 

 

SERPONG-Operasi Patuh Jaya dilaksanakan selama dua pekan lamanya, telah selesai pada Rabu (11/9) lalu. Dalam dua pekan tersebut, terdapat ribuan pengendara yang melanggar dan harus dilakukan tindakan penilangan.

Seperti di Tangsel, sebanyak 4.102 pengendara terjaring razia Operasi Patuh Jaya oleh Satuan Lalu Lintas Polres Tangsel. Dari 4.102 yang terjaring razia, 1.655 pengendara diberikan teguran.

“Kami lakukan penilangan sebanyak 2.447 pengendara. Dan, jenis pelanggaran yang paling banyak itu melawan arus sebanyak 1.103,” tutur Kasat Lantas Polres Tangsel, AKP Lalu Hedwin, Kamis (12/9).

Data yang didapat, dari sekian ribu terjaring razia Operasi Patuh Jaya. dijelaskan, usia-usia produktif yang paling mendominasi di kisaran usia 16-20 tahun.

“Kalau kita lihat korban kecelakaan paling banyak itu diusia produktif. Makanya target utama kami pelajar dan hasilnya banyak pelajar yang melanggar peraturan lalu lintas. Kami berharap dari Satlantas Polres Tangsel agar anak-anak pelajar bisa tertib berlalu lintas,” ujarnya.

Lanjutnya, pelajar yang terkena tilang kendaraan pada Operasi Patuh Jaya dan tidak bisa menunjukan kelengkapan surat berkendara baik itu Surat Izin Mengemudi (SIM) maupun surat kendaraan lainnya diangkut oleh petugas Satlantas Polres Tangsel.

Nantinya orang tua mereka sendiri yang akan mengambil kendaraan bermotornya. Serta, pihak Satlantas Polres Tangsel pun akan memberikan edukasi kepada orang tua yang bersangkutan.

“Motor kita bawa, kan dia enggak boleh mengendarai. Oleh karena itu motor kami bawa dan mereka pulang bilang ke orang tuanya. Nanti orang tuanya yang mengambil motor serta menyelesaikan tilangnya. Kami juga memberikan edukasi kepada orang tua agar jangan membiarkan anaknya mengendarai sepeda motor karena belum cukup umur,” jelas Lalu.

Dengan banyaknya pelajar yang terjaring razia Operasi Patuh Jaya, Satlantas Polres Tangsel sendiri sebenarnya sudah mempunyai program untuk memberikan sosialisasi lalu lintas.

“Kita sudah jadikan program ke sekolah-sekolah itu, kita masuk kesana memberikan materi saat ada siswa baru tentang undang-undang lalu lintas,” pungkasnya. (dra)

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!