PT PITS Distribusikan 5.000 Liter ke Kampung Koceak

Diterbitkan  Rabu, 09 / 10 / 2019 20:55 - Berita Ini Sudah :  478 Dilihat

Pasok air. Dirut PT PITS Dudung E Diredja dua dari kiri bersama warga Koceak saat menyalurkan air bersih akibat krisis air sejak kemarau.

SETU-Warga RT 006/002 Kampung Koceak, Kelurahan Keranggan, Kecamatan Setu yang mengalami krisis air bersih mendapat bantuan air dari PT Pembangunan Investasi Tangerang Selatan (PITS), Rabu (9/10).

PT PITS mendistribusikan sebanyak 5.000 liter yang langsung disambut antusias warga RT 006/002 Kampung Koceak. Salah satu warga Kampung Koceak, Yuli (31) mengatakan, berharap bantuan air bersih seperti ini selalu datang setiap hari. Karena, memang untuk kebutuhan mandi dan memasak.

“Ada bantuan air ini tentu senang, sebelumnya juga pernah ada tapi jarang. Kalau kekeringan ini kurang lebih sekitar 5 bulan. Sebenernya air ini keluar tapi sedikit, paling sehari bisa dapat 6 ember tidak cukup buat mandi sama masak,” terang Yuli.

Yuli juga mengaku, hujan yang turun pada Selasa (8/10) malam tidak terlalu berpengaruh. “Hujan semalem tidak ngaruh, masih kering juga. Hujan juga tidak deres sebentar saja ,” imbuhnya.

Direktur Utama PT PITS, Dudung E Diredja yang datang ke lokasi mengatakan, bantuan air bersih yang dikirim ke warga guna menutupi kebutuhan air bersih akibat kekeringan. “Kami datang kesini untuk memberikan bantuan air bersih kepada warga yang mengalami kekeringan. Ini merupakan jangka pendek kami dalam memberikan bantuan sementara kepada warga yang membutuhkan bantuan air bersih,” ungkap Dudung.

Lanjutnya, kekeringan yang melanda Kampung Koceak ini merupakan tantangan bagi PT PITS dan akan memberikan solusi agar tidak terjadi krisis air bersih. “Ini akan menjadi konsentrasi kami untuk mengatasi hal ini. Kami akan berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Tangsel atau kepada Pemerintah Provinsi Banten secara bersama,” tegasnya.

Bahkan untuk rencana panjangnya, di tahun 2022 mendatang, PT PITS akan membangun instalasi pengolahan air dari kali Cisadane dengan kapasitas 1.000 liter per detik untuk melayani 100 ribu sambungan rumah se Tangsel. “Sementara ini masih dilakukan studi kelayakan dulu. Saya yakin air sudah dapat diproduksi mampu mengatasi keluhan krisis air bersih,” ungkap Dudung.

Sementara itu, warga yang lain RT 06/002, Kampung Koceak, Suparman (50) menuturkan dirinya membuat sumur untuk mengali air meski tidak maksimal. Paling tidak ada upaya. Meski airnya tidak begitu bagus kualitasnya. Tapi untuk menyambung sambil menunggu musim hujan turun tidak masalah.

Dengan adanya bantuan air ini masyarakat sangat terbantu sekali selama kemarau ini memang kondisi air sangat dibutukan masyarakat sekitar. (din)

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!