Airin: Juru Sita di Tangsel Harus Miliki Sertifikat

Diterbitkan  Senin, 14 / 10 / 2019 21:35 - Berita Ini Sudah :  314 Dilihat

PENUTUPAN. Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany menutup kegiatan juru sita, Senin (14/10).

CIPUTAT-Walikota Tangerang Selatan (Tangsel), Airin Rachmi Diany memiliki perhatian khusus terhadap pendapatan daerah dari berbagai sektor. Salah satunya pajak. Dalam ketentuannya, perolehan pajak didapatkan dari penagihan yang dilakukan oleh staf Bapenda.

Namun, dalam kasus tertentu, ada beberapa wajib pajak yang melanggar kewajibannya. Dimana mereka dengan sengaja menghindari pembayaran pajak. Sehingga terkadang petugas penarikan harus memberikan surat peringatan kepada wajib pajak.

“Saya nggak terlalu tahu, peringatannya berapa kali. Namun terakhir dilakukan penyitaan. Nah ini fungsi dari juru sita. Jadi di Tangsel, juru sita pun harus ada sertifikat. Karena penarikan aset harus memenuhi teknis yang ditetapkan,” ujar Airin dalam penutupan Kegiatan Diklat Juru Sita Tahun Anggaran 2019 di Ruang Rapat Gedung 2 Lt 3A Balaikota Tangerang Selatan (14/10).

Menurutnya, dengan adanya sertifikat, juru sita menerima banyak materi mengnai regulasi penarikan aset. Sehingga pada saat di lapangan, tidak ada pihak yang dirugikan atau terjadi kesalahan dalam proses penarikannya. Pun tidak ada lagi keraguan dari masyarakat, karena juru sita di Tangsel sudah bersertifikat.

Dia juga menambahkan, dengan adanya juru sita ini, pemerintah akan sangat terbantu dalam proses peningkatan PAD. Apalagi, PAD Tangsel sendiri terdiri dari sektor pajak. ”Karena ini, kan akan menimbulkan efek jera pada wajib pajak. Itu yang kami harapkan,” ujar Airin.

Dengan serrtifikat ini, Airin menambahkan, bahwa juru sita di Tangsel nantinya akan memiliki hak untuk menyita barang. Meskipun, ini menjadi langkah terakhir, karena sebelumnya pemerintah akan melakukan beragam upaya demi meningkatkan kesadaran pajak bagi seluruh masyarakat di Kota Tangsel.(irm)

 

Komentar Anda

comments