Dari 20 Situs Cagar Budaya Tangsel, Baru 1 Yang Didaftarkan

Diterbitkan  Rabu, 16 / 10 / 2019 21:01 - Berita Ini Sudah :  5979 Dilihat

CIPUTAT-Dari 20 situs cagar budaya yang ada di Kota Ta­nge­rang Selatan (Tangsel), baru satu cagar budaya yakni Kramat Tajug yang berhasil didaftarkan di Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Kementerian Pendidikan.
Hal tersebut diungkapkan Kepala Bidang Kebudayaan pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Tangsel, Nur Asih.
Nur Asih menjelaskan, semenjak dipisahkannya kebudayaan dari Kantor Pariwisata, pekerjaan rumah bidang kebudayaan semakin banyak. Salah satunya adalah pencatatan mengenai situ sejarah yang ada di Kota Tangsel.
Diakuinya, sebanyak 20 situs sejarah yang ada, semua belum terdaftarkan di BPCB Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta belum memiliki keputusan walikota (kepwal). “Kita mengusulkan 4 situs cagar budaya yakni PTP Cilenggang 9 dan 11 berupa rumah tua jaman Belanda, Daan Mogot dan Kramat Tajug dari empat yang ingin didaftarkan hanya satu yang bisa karena asetnya milik yayasan yang ada di Tangsel,”ungkapnya.
Untuk ketiga cagar budaya lainnya terkendala asset, untuk PTP Cilenggang asset milik BUMN, dan untuk Daan Mogot asetnya milik Provinsi Banten sehingga tidak bisa didaftarkan oleh Tangsel.
Sayangnya, dikarenakan pada saat pendataan, situs sejarah Cilenggang dan Situs Daan Mogot menjadi aset BUMN dan Provinsi, membuat Dindikbud harus puas dengan situs Keramat Tajug yang akhirnya diresmikan melalui Kepwal, bahwa situs tersebut adalah salah satu situ bersejarah di Tangsel.
Rencannya, kata Nur Asih, ke depannya setiap tahun akan ada satu situs sejarah yang akan diresmikan melalui keputusan Walikota. “Jadi nggak berakhir di sini saja. Nanti setiap tahun pasti akan terus ada. Sampai seluruh situs didata dan memiliki kepwal,” ujarnya.
Selain itu, untuk meningkatkan kualitas pendidikan sejarah di Kota Tangsel, Dindikbud  melakukan perlombaan berupa menulis artikel situs cagar budaya di Kota Tangsel. Sebagai bentuk komitmen untuk meningkatkan literasi sejarah di kalangan masyarakat dan pelajar.
Sementara, Kepala Dindikbud Kota Tangsel Taryono menjelaskan bahwa Lomba Artikel Cagar Budaya adalah lanjutan Laseda. Yang mana bulan lalu dilakukan. Sasarannya, adalah pelajar mahasiswa dan umum.
”Dengan tujuan menumbuhkan rasa cinta, untuk melestarikan sejarah budaya lokal. Dengan mampu melestarikan sejarah budaya. Kemudian, timbul menembangkan pendidkan karakter yang kami harapkan,” pungkasnya.(irm)

Komentar Anda

comments