Warning: Error while sending QUERY packet. PID=1088649 in /home/tangselp/public_html/wp-includes/wp-db.php on line 1924

Warning: Error while sending QUERY packet. PID=1088649 in /home/tangselp/public_html/wp-includes/wp-db.php on line 1924

Warning: session_start(): Cannot send session cookie - headers already sent by (output started at /home/tangselp/public_html/wp-includes/wp-db.php:1924) in /home/tangselp/public_html/wp-content/plugins/wiziapp-create-your-own-native-iphone-app/modules/html5.php on line 82

Warning: session_start(): Cannot send session cache limiter - headers already sent (output started at /home/tangselp/public_html/wp-includes/wp-db.php:1924) in /home/tangselp/public_html/wp-content/plugins/wiziapp-create-your-own-native-iphone-app/modules/html5.php on line 82

Warning: Error while sending QUERY packet. PID=1088649 in /home/tangselp/public_html/wp-includes/wp-db.php on line 1924
Antisipasi Aliran Kepercayaan | Tangsel Pos


Pemkot Bukittinggi Kunjungi Tangsel


Antisipasi Aliran Kepercayaan

Diterbitkan  Kamis, 17 / 10 / 2019 22:14 - Berita Ini Sudah :  512 Dilihat

KUNKER. Kejari Bukittinggi bersama Pemkot Bukittinggi melakukan kunker ke Pemkot Tangsel, Kamis (17/10).

CIPUTAT-Dalam rangka mengantisipasi aliran kepercayaan yang berkembang di masyarakat, Pemerintah Kota Bukittinggi , Sumatera Barat melakukan kunjungan kerja ke Pemkot Tangsel untuk membahas bersama-sama dalam penanganan aliran kepercayaan yang muncul di tengah-tengah masyarakat.

Kepala Kejaksaan Negeri Tinggi (Kejari) Bukittinggi Fery Tass menjelaskan, kunjungan ini dalam rangka meningkatkan kinerja tim sosialisasi dan penanganan organisasi aliran kepercayaan masyarakat di kota bukit tinggi, untuk itu pihaknya bersama dengan Pemkot Bukittinggi berkunjung ke Tangsel untuk membahas penanganan aliran kepercayaan ini.

Di Bukittinggi pun permasalahan mengenai penanganan organisasi aliran kepercayaan jarang ditemui. Namun tetap harus disediakan sebuah regulasi yang mampu mengatur keberadaannya.

“Dengan kunjungan ini kami berharap ada manfaat yang bisa kami ambil dan bisa kami terapkan di Kota Bukittinggi,” ujarnya.

Kejari Tangsel Bima Suprayoga menjelaskan, di Tangsel itu permasalahannya kompleks, bahkan badnews saja bisa jadi goodnews di Tangsel. Seperti halnya permasalah meninggalnya Paskibra, edaran Camat Ciputat, itu ramai sampai ke Ibukota. Padahal permasalahan surat edaran baju sudah ada Perwalnya sendiri. Namun, karena perkembangan media sangat pesat, pemberitaan tersebut menjadi viral dan terkenal.

“Jadi kasus kecil menjadi besar. Padahal, tidak terlalu sering terjadi di Kota Tangsel,” ujar Bima dalam kunjungan kerja Kota Bukittinggi di Puspemkot.

Menurutnya, masyarakat di Kota Tangsel sudah lebih terbuka dengan zaman. Pun lebih menerima dengan  peraturan yang harus dibatasi dengan beberapa hal. Sehingga aliran kepercayaan perlu diawasi agar tidak menjadi disalahgunakan oleh masyarakat.

Dalam pertemuan tersebut, Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie juga menerangkan bahwa adanya permasalahan mengenai Organisasi aliran masyarakat pernah terjadi di tengah kalangan masyarakat. Pada tahun 2011 dimana masyarakat heboh dengan keberadaan sekelompok masyarakat yang memulai pengajian di tengah malam.

“Tapi itu, nggak sampai besar sekali. Di lingkungan RT sudah langsung diselesaikan. Kemudian tidak ada lagi kasus serupa,” ujar dia.

Namun, Benyamin meyakini bahwa ada kemungkinan saat ini, Aliran Kepercayaan masih berlaku di Tangsel. Sehingga berbagai regulasi diciptakan untuk menangani keresahan yang mungkin nanti dirasakan oleh masyarakat.

“Jadi, kedatangan Kota Bukit tinggi ini bisa jadi manfaat juga bagi kami, untuk menemukan regulasi yang bisa menjadi dasar penyelesaian kasus Penanganan Aliran Kepercayaan di Kota Tangsel,” ujar Benyamin.(irm)

Komentar Anda

comments