Melibatkan 50 Perwakilan Organisasi


DLH Kota Tangsel Inisiasi Deklarasi Peduli Sampah

Diterbitkan  Kamis, 24 / 10 / 2019 21:16 - Berita Ini Sudah :  472 Dilihat

 

SETU-Sebentar lagi, digelar aksi Deklarasi Peduli Sampah dan Lingkungan Hidup oleh 50 perwakilan berbagai organisasi, berlangsung di Jaletreng, Taman Kota dua, Buaran Serpong yang digagas Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangsel, Sabtu (26/10) pagi hingga siang. Upaya ini untuk mengejawantahkan Perwal No 21 tentang Kebijakan dan Strategi Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga.

Kepala DLH Kota Tangsel, Toto Sudarto menyampaikan, Deklarasi Peduli Sampah dan Lingkungan Hidup dalam gebyar sahabat 3R dengan tagline pilah sampah dari rumah, melibatkan sedikitnya 50 perwakilan oraganisasi, mulai tokoh agama, tokoh pendidikan, tokoh masyarakat, dari organisasi kepemudaan, aktivis lingkungan serta kemasyarakatan lainnya yang ada di Tangsel. Aksi ini bagian dari upaya nyata.

“Perwal No 21 tentang Kebijakan dan Strategi Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga,” katanya.

Dengan adanya deklarasi, maka diharapkan melalui organisasi masing-masing dan komunitasnya dapat berperan aktif mengajak anggota keluarga, anggota organisasi dan anggota komunitas mengurangi sampah sejak dari diri sendiri. Dengan harapan, sampah yang dibuang ke TPA Cipeucang berkurang. Keterlibatan masyarakat dalam pengurangan sampah sangat dinanti, karena sampah harus ditangani bersama-sama.

“Oleh karena itu kami berharap, deklarasi ini nantinya sebagai upaya yang tepat dalam mengurangi sampah selain upaya-upaya yang telah dilakukan selama ini oleh DLH, seperti sosialisasi, pembentukan bank sampah dan lain sebagainya. Kami pemerintah tak pernah lelah berupaya keras bagaimana persoalan sampah ini dapat tertangani dengan baik. Caranya bagaimana? yaitu bersama-sama dengan masyarakat,” tambah ia.

Perwal sebagai legitimasi, bagaimana mengatur tentang sampah di tengah masyarakat. Misalnya tertuang dalam Pasal 4 ayat 2, huruf F yang menyatakan, bahwa penguatan keterlibatan masyarakat melalui komunikasi, informasi dan edukasi.

Panitia Deklarasi, Djaka Badranaya menambahkan sampah salah satu masalah di Kota Tangsel. Dengan jumlah penduduk 1,6 juta jiwa, dan perilaku masyarakat yang masih relatif berpikir bahwa sampah harus dibuang. Ini menunjukan fakta dan data per hari berhadapan dengan sampah yang harus dibuang dan dipikirkan bersama-sama.

“Dalam hal ini Pemkot Tangsel tentunya sudah berbuat dan berupaya secara maksimal melakukan tindakan-tindakan di hilir dalam konteks penyelesaian masalah sampah. Tetapi tentu saja masalah sampah bukan sekedar masalah Pemerintah Kota Tangsel. Masalah sampah sangat kompleks kaitanya dengan hulu dan hilir,” kata Djaka.

Lebih lanjut dikatakan, hulunya adalah rumah tangga, hulunya adalah perilaku dan tindakan-tindakan sikap warga yang hubunganya dengan sampah. Oleh karena itu mengingat masalah sampah dan lingkungan hidup di Tangsel, bukan tanggung jawab pemerintah, tapi tanggung jawab bersama.

“Maka DLH bersama dengan Masyarakat Bina Cinta Lingkungan bermaksud untuk menggelar satu deklarasi para tokoh, Tangsel baik tokoh pendidikan, tokoh agama maupaun aktivis lingkungan yang selama ini sudah serius pada masalah sampah untuk berjumpah secara fisik dan gagasan sekaligus mendeklarasikan, komitmen mereka akan persolan sampah dan linkgungan hidup. Termasuk itu menjadi pintu masuk kolaborasi yang dinisiasi DLH dan masyarakat Bina Cinta Lingkungan,” jelas Djaka. (din)

Komentar Anda

comments