DLH Meriahkan Gebyar Sahabat 3R

Diterbitkan  Minggu, 27 / 10 / 2019 20:42 - Berita Ini Sudah :  394 Dilihat

SERPONG- Gebyar Sahabat 3R (Reuse, Reduce, Recycle) 2019, digelar Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangsel. Kali ini DLH memeriahkannya dengan tampilan berbeda. Kampanye memerangi sampah disajikan lebih spektakuler dengan melibatkan 50 organisasi dalam Deklarasi Masyarakat Kota Tangsel Peduli Sampah dan Lingkungan Hidup, Sabtu (26/10), di Jalatreng River Park, Serpong.

Turut hadir Wakil Walikota Tangsel, Benyamin Davnie, Tokoh masyarakat Tangsel, H Zarkasih Noer, Ketua Forum Pembauran Kebangsaan (FPK), Sadri, Ketua DPRD Tangsel, Abdul Rasyid, Kepala BNNK Tangsel AKBP Stince Djonso, Kepala Cabang BJB Tangsel, Ocky Castrena Yuliawan, perwakilan Head of CSR PT Indah Kiat Pulp and Paper Tangerang, Lily Yulianingsih, perwakilan organisasi kemasyarakatan,  dan aktivis lingkungan hidup, Dick Doank. Panitia acara Djaka Badranaya sekaligus memandu jalannya acara.

Kepala  DLH Kota Tangsel Toto Sudarto di hadapan ratusan orang tamu undangan dan para penggiat bank sampah menyampaikan, tujuan utama acara yaitu silaturahmi tetap terjalin dengan baik. Di samping memang kewajiban bersama untuk saling menjaga kebersihan di lingkungan masing-masing. Agar tetap lestari.

“Kita ingin mempererat hubungan silaturahmi. Bagaimana mayarakat bisa mengurangi sampah menuju ke TPA Cipeucang. Oleh karena itu bank sampah menjadi pelopor mulai dari hulu ke hilir. Kami sebagai pembina belum mencukupi kebutuhan Insyaallah nanti akan dicukupi,” pesannya.

Apabilila sudah terjalin silaturahmi yang baik, maka kekompakan akan dapat dirasakan. Dengan demikian, langkah bersama menuju hal-hal yang baik akan lebih mudah. Semua untuk kebersamaan membangun Kota Tangsel indah bersih dan sehat yakni dengan cara mengurangi sampah secara bersama-sama. Dimulai dari diri sendiri.

“Kegiatan Gebyar 3R ingin menyatukan satu dengan yang lain. Bila sudah menyatu kita akan bersama dengan mayarakat luas melakukan kegiatan kegiatan yang bermanfaat,” ujarnya.

Toto kembali menegaskan, persoalan sampah tidak lantas pemerintah yang menanggung semuanya. Ini butuh kesadaran dan kerendahan masyarakat. Mau peduli mengurangi sampah. Komitmen ini yang terus dinanti dari pemerintah, kepada masyarakat. Maka dari itu, tidak pernah bosan mengajak masyarakat agar kesadaran terhadap sampah tak pernah surut.

“Mengurusi lingkungan tidak boleh hanya pemerintah, tapi semua pihak. Kami selama bertugas di DLH selama satu tahun setengah, sudah ada 6 TPS yang ditutup. Mohon informasi jika ada pembuangan sampah liar,” ujarnya sambil mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu proses penutupan.

Tahun depan, peletakan batu pertama di TPA Cipeucang akan segera dimulai. Pembangunan sampah menjadi Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) dengan target 2023 dapat digunakan. Maka, supaya kapasitas tidak membludak, sementara akan dibuang ke TPA Nambo, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

“Kami pertengahan 2020 kita bisa membuang sampah ke Bogor kerjasama dengan Jawa Barat. Program ke depan kami pun terus berupaya pengurangan sampah plastik pada ritel-ritel yang ada,” terangnya.

Wakil walikota Tangsel Benyamin Davnie, memaparkan, dengan jumlah penduduk mencapai 1,6 juta jiwa tentunya sampah yang diproduksi setiap hari semakin bertambah. Wajar jika per hari sampah yang ada di Tangsel mencalai 850 ton per hari. Itu terdiri dari sampah rumah tangga, pasar, dan sedikit industri.

“Ada  550 ribu rumah tangga setiap hari paling tidak produksi satu kantong plastik sampah sehingga setiap hari bertebaran paling tidak 540 ribu kantong plastik berisi sampah bertebaran di tengah jalan selokan dan irigasi. Itu sudah dilengkapi dengan 260 pesapon yang setiap hari bekerja membersihkan seluruh titik wilayah Tangsel,” kata Banyamin.

Kalau sampah tidak dikelola sedemikian rupa, tentunya ini menjadi dampak yang sangat besar. Tidak ada pilihan lain. Dirinya mengakui bahwa Pemkot Tangsel selama ini belum maksimal dalam mengatasi persoalan sampah.

“Ke depan kami menggunakan teknologi canggih. Pembangkit listrik tenaga sampah dengan nilai investasi Rp 1,8 triliun. Tentu teknologi ada batasnya. Yang kita perlukan perubahan perilaku setiap individu masyarakat,” ajak Benyamin.

Adapun Ketua DPRD Tangsel Abdul Rasyid yang membacakan deklarasi.  Dirinya mengapresiasi deklarasi ini dan berharap persoalan sampah semua pihak untuk bisa berperan. Bukan saja pemerintah.

Usai deklarasi, semua perwakilan menandatangani papan deklarasi yang telah disediakan panitia. Dilanjut lagu-lagu tentang lingkungan dan pembagian doorprize dengan berbagai barang elektronik dan hadiah utama satu unit sepeda motor. (din)

Komentar Anda

comments