Berbagai Baju Adat Ramaikan Upacara Hut Kota Tangsel ke-11

Diterbitkan  Kamis, 28 / 11 / 2019 20:27 - Berita Ini Sudah :  150 Dilihat

APEL HARI JADI TANGERANG SELATAN. Sejumlah pegawai di pemerintahan Kota Tangerang Selatan terlihat mengikuti apel dalam rangka Hari Jadi kota Tangerang Selatan ke-11 di Lapangan Cilenggang, Serpong, Selasa (26/11). Dalam apel tersebut sejumlah pegawai mengenakan pakaian adat Indonesia

SERPONG-Memperingati HUT Kota Tangerang Selatan (Tangsel) ke-11,Pemerintah Kota Tangsel menggelar upacara bendera di Lapangan Cilenggang, Serpong, kemarin.Upacara tersebut dimeriahkan dengan pakaian para aparatur sipil negara (ASN) Tangsel yang menggunakan pakaian adat nusantara.

Beragamnya pakaian adat ter¬se¬but menandakan Tangsel sebagai kota yang harmonis.

Walikota Tangsel, Airin Rachmi Diany mengatakan, pakaian adat sengaja dipilih menjadi busana yang wajib dipakai oleh seluruh peserta upacara. Menurutnya, pakaian adat itu dapat menjadi pengingat.

“Untuk memeriahkan, dan pengingat dari dasar pondasi kita adalah budaya,” ucap Airin.

Pada upacara tersebut, Airin pun menggunakan baju kebaya berwarna putih. Paras cantiknya kian merona dengan pakaian adat yang ia kenakan.

Tak hanya itu, pada kesempatan yang sama, Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie pun mengenakan pakaian adat khas Jawa, yaitu surjan lurik, lengkap dengan blangkonnya.

“Tahun kemarin saya pakai baju Batak, tahun ini saya sengaja pakai adat jawa,” ucap Benyamin.

Selain itu, pakaian adat Jawa itu sengaja ia kenakan, lantaran ia menilai tingginya partisipasi adat Jawa di Tangsel.

“Saya anggap cukup dominan. Jadi tidak ada salahnya saya menggunakan baju batik ini,” ujarnya.

Dari ratusan peserta upacara yang mengenakan pakaian adat, terdapat lima peserta yang mendapat dengan pakaian adat terbaik.

Salah satu yang menjadi  peserta terbaik, yaitu Dadang Sofyan, Kepala Dinas Pariwisata Kota Tangsel. Ia mengenakan pakaian adat khas suku Baduy Dalam dengan pakaian berwarna putih.

Pakaian itu ia kenakan lengkap dengan tas khas suku Baduy. Tak hanya itu, untuk memaksimalkan penampilnnya, Dadang rela tak mengenakan alas kaki.

Atas pakaian yang ia kenakan, tak jarang Dadang menjadi pusat perhatian. Sehingga, Dadang pun menjadi peserta terbaik.

“Enggak lama nyiapinnya, ya paling dari tanggal 20 November. Sengaja saya pakai, karena Tangsel masyarakatnya multi etnik. Baduy menjadi salah satu masyarakat di Banten. Makanya saya pakai pakaian Baduy,” singkatnya.

Selain pakaian adat, ada yang lain dari rangkaian tersebut, dimana setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menyediakan makanan gratis yang bisa dimakan oleh para tamu maupun pengunjung upacara.

Seperti bakso, ketoprak, cilok, es buah dan lainnya. Makanan tersebut disajikan gratis untuk masyarakat Tangsel(irm)

 

Komentar Anda

comments