Lagi, Portal Sungai Turi Dirusak


Pemkab Dinilai Kurang Responsif

Diterbitkan  Kamis, 28 / 11 / 2019 20:27 - Berita Ini Sudah :  207 Dilihat

TANGERANG-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang dinilai kurang responsif terhadap kasus perusakan portal Jalan Sungai Turi, Desa Laksana, Kecamatan Pakujahi, Kabupaten Tangerang. Akibatnya, sekelompok warga sekitar kembali merusak portal tersebut, Kamis (28/11).
Seharusnya, jika Pemkab Tangerang langsung gerak cepat dengan melaporkan kasus perusakan pertama pada Sabtu (16/11) silam ke kepolisian, tentunya peristiwa perusakan itu tak terjadi kembali. Padahal yang dirusak tersebut merupakan aset negara.
“Pemkab adalah institusi negara, harusnya lebih responsif terhadap dinamika yang terjadi di lapangan. Apalagi kaitannya dengan aset negara untuk kepentigan publik. Segera carikan solusi yang terbaik menurut hukum dan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” tegas Praktisi Hukum M Zakir Rasyidin ketika dihubungi lewat telpon, Kamis (28/11).
Zakir menambahkan, dalam kasus ini, seharusnya polisi juga sudah bisa mengambil langkah hukum tanpa harus menunggu laporan dari Pemkab. “Harusnya begitu. Demi menjaga kondusifitas lokasi, karena salah satu Tupoksi kepolisian adalah menciptakan keamanan,” urainya.
Ketua Umum Majelis Advokat Muda Nasional Indonesia (Madani) ini mengimbau kepada masyarakat yang melakukan perusakan untuk menempuh jalan sesuai rel yang semestinya.
“Sehingga dengan begitu, konflik hukum terselesaikan melalui rel yang sesungguhnya. Tidak dengan perusakan ataupun tindakan di luar hukum. Sebab Pak Presiden Jokowi dengan tegas mengatakan bahwa hukum adalah panglima, artinya silahkan lakukan perlawanan hukum, bukan perlawanan fisik,” tutup Zakir.
Kemarin, warga sekitar Kampung Sungai Turi, Desa Laksana kembali merusak portal Jalan Sungai. Usai aksi perusakan pertama lalu, Trantib Kecamatan Pakuhaji telah memasang portal itu kembali sehari setelah pembongkaran pada Sabtu (16/11).
Ketua Umum Barisan Advokat Bersatu (Baradatu) Herwanto Nurmansyah menilai polisi harus mengambil sikap untuk menindak tegas pelaku perusakan.
“Kalau sudah terkait dengan ketertiban umum seperti itu (perusakan portal), tidak perlu nunggu laporan Pemkab. Polisi bisa bertindak, menangkap, walaupun tidak ada laporan, apalagi itu milik pemerintah,” tandas Herwanto.
Sementara, Biro Hukum Pemkab Tangerang, Rizal mengatakan, pihaknya memang belum menempuh jalur hukum terkait perusakan Portal Jalan Sungai Turi.
“Belum, kita masih dalam pembahasan. Kita belum ada koordinasi lebih lanjut. Kita masih menjaga kondusifitas,” kata Rizal ketika dihubungi pada Kamis (28/11).
Rizal mengaku sudah berkoordinasi dengan pihak Kecamatan Pakuhaji untuk mengumpulkan bahan laporan untuk disampaikan kepada pihak Pemkab terkait langkah apa yang akan diambil. “Kami dari Biro Hukum Pemkab menunggu hasil laporan dari pihak Kecamatan Pakuhaji melalui Sekretaris Kecamatan. Jika dilihat dari aspek hukum sudah ada pelanggaran, kita akan mengumpulkan data-data dan bukti-bukti terlebih dahulu untuk membuat laporan, kita tunggu saja nanti,” imbuhnya.
Kapolsek Pakuhaji, AKP M Isa Anshori mengaku heran atas sikap Pemkab Tangerang yang tidak segera membuat laporan ke kepolisian atas kasus pembongkaran pertama.
“Yang saya heran, kok pemilik aset tidak lapor. Ya, artinya kan yang punya aset itu Pemkab. Saya cek di Polres juga, laporan tidak ada,” kata AKP Isa.
Dirinya menyebut, sejauh ini Polsek Pakuhaji belum ada komunikasi dengan pihak Pemkab Tangerang. Sementara, portal (barang bukti) yang dirusak sebelumnya diamankan di Mapolsek Pakuhaji.
Informasi yang dihimpun, warga yang melakukan perusakan portal kali ini berjumlah 4 orang. Dua di antaranya bukan warga Desa Laksana. “Pelaku berjumlah 4 orang, berdasarkan keterangan saksi di TKP dirinya mengenal 2 dari empat pelaku yang merupakan warga setempat, sementara dua orang lainnya tidak dikenal. Menurut saksi bukan warga (sekitar) Sungai Turi,” tutup Kapolsek.(din)

Komentar Anda

comments