Silpa Capai Rp 3 Miliar


Walikota Minta Dinkes dan PMI Sosialisasi Darah Gratis ke Masyarakat

Diterbitkan  Kamis, 28 / 11 / 2019 23:05 - Berita Ini Sudah :  456 Dilihat

 

SERPONG-Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) pastikan bahwa darah di Tangsel gratis bagi masyarakat. Hal tersebut ditegaskan Walikota Airin Rachmi Diany dalam Seminar Pelayanan Darah di Unit Donor Darah (UDD) PMI Kota Tangsel di Serpong, Kamis (28/11).

Walikota Airin Rachmi Diany menjelaskan, jika sudah sejak beberapa tahun belakangan ini, darah di Kota Tangerang Selatan bisa diakses gratis. Sehingga masyarakat tidak perlu lagi merasa khawatir jika membutuhkan pasokan darah.

Sayangnya, berdasarkan hasil evaluasi Silpa untuk anggaran tersebut mencapai Rp 3 miliar dari anggaran yang ada yakni Rp 5 miliar. Anggaran ini tidak dimanfaatkan dengan baik.

Airin menyampaikan, jika informasi darah gratis ini belum sampai kepada masyarakat. Tolak ukurnya, dilihat masih adanya Silpa pada program darah gratis ini. Karena itu dari masih sedikitnya permintaan darah kepada UDD di PMI Kota Tangsel. Tentu ada banyak kemungkinan, mengenai kurangnya minat masyarakat terhadap darah gratis ini.

”Namun saya akan tetap evaluasi. Apa yang terjadi. Apakah memang masyarakat tidak butuh, atau seperti apa,”  kata dia.

Dia juga berpesan kepada pengurus PMI agar bisa segera membuat regulasi, SOP serta kebutuhan lainnya yang akan mendukung kualitas pelayanan permintaan darah kepada masyarakat.”Kemudian segera mensosialisasikannya kepada masyarakat,” ujar Airin.

Sementara, Kepala Unit Donor Darah (UDD) Kota Tangsel, Suhara Manulang menjelaskan, fasilitas darah gratis ini diberikan kepada pasien yang memiliki KTP dan KK Kota Tangsel. Kemudian, dia juga menjelaskan, bahwa bagi pasien yang membutuhkan pasokan darah bisa mengumpulkan KTP, KK dan Akta Kelahiran.

”Itu bagi yang tidak memiliki asuransi. Tapi, karena tidak boleh double klaim, bagi peserta BPJS, biaya diklaim ke BPJS sebesar Ro350 ribu, dan sisanya, Rp300 ribu, kepada Dinas Kesehatan,” ujar dia.

Selama ini, hambatan yang dialami oleh Pemkot Tangsel terletak pada administrasi rumah sakit. Sehingga di tahun depan, akan ada upaya perubahan regulasi. Agar masyarakat bisa semakin terlayani dengan fasilitas darah gratis ini.(irm)

Komentar Anda

comments