Muhamad: Saya Tidak Akan Manfaatkan Jabatan


Netralitas ASN saat Pilkada Tangsel

Diterbitkan  Senin, 02 / 12 / 2019 21:10 - Berita Ini Sudah :  219 Dilihat

NETRALITAS ASN DALAM PILKADA. Sekda Kota Tangerang Selatan Muhamad bersama Ketua Bawaslu Kota Tangerang Selatan Muhammad Acep terlihat menghadiri acara Netralitas ASN dalam Pilkada di Resto Bupe, Cilenggang, Senin (2/12).

SERPONG-Pilkada Kota Tangsel 2020 menarik perhatian. Dikarenakan ada beberapa Aparatur Sipil Negara (ASN) ikut dalam bursa memperebutkan kursi yang saat ini diduduki Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany. Karena itu Pemkot Tangsel akan menerbitkan surat edaran agar ASN di kota hasil pemekaran Kabupaten Tangerang ini netral dalam Pilkada nanti.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tangsel Muhamad mengatakan, pihaknya akan membuat surat edaran yang berisi imbauan kepada para ASN di lingkup Pemkot Tangsel agar tidak terlibat berpolitik dalam Pilkada 2020. Di mana ASN harus mengikuti aturan yang sudah ditetapkan dalam Undang-undang.

Muhamad menegaskan, meskipun dirinya pun terjun dalam politik di Pilkada 2020, namun dia tak akan memanfaatkan jabatannya. “Kaitanya saya sebagai Sekda sekaligus calon, saya akan tetap sampaikan bahwa ASN harus netral,” katanya usai acara Sosialisasi Netralitas ASN pada Pilkada Tangsel 2020 di Resto Bupe, Cilenggang, Serpong, Senin(2/12).

Muhamad menuturkan, pihaknya tak akan membuat tim khusus untuk mengawasi agar ASN netral. Menurutnya, pengawasan Pilkada di Tangsel sudah cukup terbuka karena ada Bawaslu selaku penyelenggara Pilkada yang betugas mengawasi jalannya Pilkada Tangsel.

“Yang formal dan non formal, sudah kita lakukan tidak perlu membentuk organisasi,” ujarnya.

Muhamad pun menambahkan, agar ASN Tangsel enjoy dalam mengikuti Pilkada. Menurut dia, wajar apabila para ASN bingung menentukam siapa calon yang akan dipilihnya. Sebab, dalam Pilkada 2020 di Tangsel ada ASN yang ikut mencalonkan diri. Yakni dirinya dan Lurah Cipayung Tomi Patria. “Saya enggak mau ASN tertekan. Karena ada atasan, ada teman,” ucapnya.

Muhamad memastikan meskipun dirinya seorang pemimpin ASN di Tangsel dia tak akan memanfaatkan posisinya saat ini sebagai Sekda. Selain itu, dia pun mengaskan tak akan mengajak ataupun menghasut para ASN untuk menjadi tim pemenangannya.

Sebab, ASN harus tetap menjalankan sesuai dengan profesinya yaitu melayani masyarakat. “Saya belum pernah panggil kamu ngadep saya untuk dukung saya. Agar pilih saya. Cukup saya dengan masyarakat, jadi kalian enjoy saja,”tuturnya.

Dia menambahkan, wajar dalam Pilkada Tangsel banyak orang yang ingin menjadi pemimpin. Sebab Tangsel sangat seksi karena dekat dengan Jakarta. Karena itu, pihaknya harus betul-betul bisa menyikapi dengan mengikuti aturan yang ada.

Terlebih seorang ASN, memiliki peran penting karena dekat dengan masyarakat. “Berpolitik, memang ada manisnya. ASN yang ikut mendukung biasanya karena promosi jabatan dan segala macam. Tapi ada pahitnya bisa dinonjobkan. Sangat tidak ada alasan untuk tidak tahu aturan. Karena sudah diundangkan,” tegasnya.

Ketua Bawaslu Kota Tangsel, Muhammad Acep mengatakan, pada Pemilu 2019, pihaknya menemukan beberapa temuan soal netralitas ASN.“Ada temuan dan itu terbukti ASN dan tenaga honorer Pemkot Tangsel terbukti tidak netral,” katanya.

Namun, lanjut Acep, terkait netralitas tenaga honorer saat Pilkada, pihaknya menyerahkan sepenuhnya ke Komisi ASN.

“Di Komisi ASN kan enggak mengenal namanya tenaga honorer, aturannya gimana kami serahkan ke Komisi ASN,” katanya.

Sementara, Komisioner Bawaslu Provinsi Banten, Samani menjelaskan, kaitannya dengan netralitas ASN ini ada regulasi yang mengatur. “Kalau merujuk di UU Nomor 10 Tahun 2016 memang sudah dinyatakan secara tegas salah satu tugas dari Bawaslu atau pengawas pemilu adalah mengawasi netralitas ASN. Memang berbeda dengan Undang- undang Nomor 7 Tahun 2017.

“Tapi nanti ketika ada laporan kaitan dengan netralitas ASN, maka proses yang dilakukan oleh Bawaslu bisa merujuk kepada Undang-undang lainnya di luar tentang Undang-undang tentang pelaksanaan Pilkada,” terangnya.(irm)

 

Komentar Anda

comments