Gedung Sekolah Retak, Puluhan Siswa Assalam 01 Ikuti Ujian di Tenda Darurat

Diterbitkan  Selasa, 03 / 12 / 2019 23:05 - Berita Ini Sudah :  338 Dilihat

UJIAN DI TENDA: Murid tingkat SMP dan SMA sekolah khusu (Skh) Assalam 01 melakukan ujian di bawah tenda pengungsian di halaman skh Assalam 02 di Kawasan Ciater, Serpong, Selasa (3/12). 84 Murid penyandang tuna rungu, tuna wicana dan tuna grahita dari tingkat SD hingga SMA sejak kemarin terpaksa mengikuti ujian nasional di bawah tenda darurat akibat gedung sekolahnya terancam ambruk akibat pergerakan tanah.

SERPONG-Puluhan siswa Sekolah Khusus (SKh) Assalam 01 harus menjalankan ujian akhir semester (UAS) di tenda darurat yang berada di Kelurahan Ciater, Kecamatan Serpong, Selasa (3/12). Ujian di tenda ini dilakukan karena gedung sekolah yang ada berada di Jalan Cendana Serpong mengalami retak yang cukup parah.

Sejak Senin (2/12), Assalam 01 sedang melaksanakan ujian akhir semester (UAS).

Karena ruangan yang tidak cukup untuk menampung siswa, akhirnya sejumlah siswa SMP dan SMA terpaksa melaksanakan ujian di tenda darurat,” ungkap Bendahara Sekolah Assalam 01 Indri Firmandyah.

Indri menjelaskan, yang melaksanakan ujian di tenda yakni Siswa kelas VI Sekolah Dasar (SD), SMP dan SMA.

Sekira 84-an siswa yang kebanyakan tuna rungu dan tuna grahita itu harus ujian di tenda, karena pihak sekolah masih cemas bila di paksakan ujian di sekolah.

Terlebih lagi saat ini masuk muslim hujan. “Kita takut terjadi sesuatu terhadap anak-anak kita, sehingga kita memilih ujian di tenda darurat,”jelasnya.

Indri mengatakan bantuan tenda tersebut dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). ”Tenda dari Kemendikbud, sementara di situ dulu sebelum dibangun,” ujarnya.

Namun saat ditanya sampai kapan, Indri mengangkat kedua tangannya. Dia mengaku tidak tahu. ”Ya sampai jadi gedung barunya. Enggak tahu kapan akan di bangun nya, saya berharap segera di bangun gedung baru nya, karena kesian anak-anak juga harus melaksanakan ujian di tempat seperti ini” katanya.

Sementara di tempat yang sama Lisa sebagai orang tua siswa mengatakan, semenjak kejadian sekolah anaknya yang mengalami keretakan dirinya sangat was – was pada anaknya, takut terjadi apa-apa nanti.

Dirinya juga merasa perihatin anaknya harus belajar mengikuti ujian di tenda darurat seperti ini. ”Ya saya perihatin dengan keadaan anak saya harus mengikuti ujian di tenda. Ya mau gimana lagi, mungkin ini jalan salah satunya juga, tapi Alhamdulillah ada tenda darurat seperti ini, jadi anak saya bisa mengikuti ujian dengan lancar.”katanya.

Lisa berharap pada pemerintah setempat untuk segera dilakukan pembenahan atau pembangunan gedung baru untuk sekolah anaknya, biar belajarnya lancar jadi enak di ruangan.(dem)

 

Komentar Anda

comments