Reses DPRD Kota Tangsel


Lintang Serap Aspirasi Soal BPJS Hingga Tunjangan Sertifikasi Guru

Diterbitkan  Selasa, 10 / 12 / 2019 22:06 - Berita Ini Sudah :  449 Dilihat

 

RESES. Anggota DPRD Kota Tangsel Sri Lintang saat menggelar Reses di Ciputat Timur, dalam Reses itu ragam aspirasi disampaikan masyarakat kepada Lintang.

CIPUTAT TIMUR-Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Tangerang Selatan (Tangsel) yang juga anggota Komisi 3 Sri Lintang Rosi Aryani melakukan kegiatan reses selama sepekan dari tanggal 2-7 Desember lalu.

Dalam reses tersebut terdapat sejumlah persoalan yang dikemukakan oleh konstituen di daerah pemilihan.

Seperti yang terjadi di Cirendeu, Ciputat Timur di mana tak kurang dari 70 tokoh masyarakat, meliputi ketua majelis taklim dan pengurus Karang Taruna, menyampaikan sejumlah aduan serta aspirasi.

Masalah yang disampaikan soal pelayanan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) yang dikaitkan dengan rencana kenaikan iuran bulanan. Sebagian masyarakat merasakan kenaikan iuran cukup memberatkan. Terutama bagi kalangan warga yang berpenghasilan pas-pasan.

Lintang menyampaikan bahwa PKS paling kritis dan vokal terhadap rencana kenaikan iuran itu. “PKS sudah dan tetap berjuang sekuat tenaga agar iuran BPJS tidak naik,” ujarnya.

Dirinya berharap pemerintah mau mendengarkan keluhan masyarakat dan membatalkan kenaikan iuran BPJS Kesehatan.

Selain masalah BPJS, persoalan lain yang disampaikan tentang Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan Penerima Bantuan (PBI). Di mana masih warga yang sebenarnya mampu secara ekonomi namun jadi pemegang kartu KIS.

“Memang kami mendapati beberapa kasus orang kaya yang tak sedikit sebagai pemegang KIS. Ini menurut saya tidak tepat sasaran. Maka perlu adanya pendataan ulang data kependudukan, khususnya bagi mereka yang benar-benar tidak mampu menjadi prioritas,” tuturnya.

Perwakilan dari guru menyampaikan keluhan soal tunjangan sertifikasi yang tersendat. Termasuk juga ada yang mengeluh tunjangan sertifikasi tidak utuh saat diterima. “Masalah ini akan saya teruskan ke pihak terkait, terutama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan,” ia menegaskan.

Perwakilan Karang Taruna meminta anggota Fraksi PKS DPRD agar lebih intens lagi turun ke masyarakat supaya dapat memberikan manfaat bagi para pemuda. Berharap Fraksi PKS sebagai representasi  partai  kaum muda bisa menyampaikan keinginan  mereka mendapatkan pelatihan soft skill  untuk meningkatkan  kapasitas SDM  Muda.

“Insya Allah akan saya  sampaikan  ke  dinas terkait untuk diadakan pelatihan soft skill bagi pemuda karena bentuk pelatihan  yang diberikan masih berupa hard skill seperti sablon, bengkel, dan lainnya,” pungkasnya. (dra)

 

 

Komentar Anda

comments