Jelang Pilkada, Disdukcapil Ajukan 100 Ribu Blangko KTP-el

Diterbitkan  Minggu, 15 / 12 / 2019 22:35 - Berita Ini Sudah :  388 Dilihat

 

SERPONG-Tahun depan, Kota Tangsel akan melangsungkan Pilkada. Namun, masih ada 63 ribu orang yang masih menggunakan suket sebagai identitas diri. Karena itu, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Tangsel akan mengajukan 100 blangko untuk pembuatan KTP-el.

Kepala Disdukcapil Tangsel Dedi Budiawan mengatakan, sekarang ini pihaknya hutang blangko ke masyarakat. Sebab, 63 warga Tangsel masih menggunakan suket. Padahal, 23 September 2020 Tangsel akan melangsungkan Pilkada.

“Terkait Pilkada, kita dapat edaran surat permendagri Nomor 99/2019 tentang mekanisme hibah,” katanya, Minggu (14/12).

Dengan adanta surat edaran itu, lanjut dia, sekarang ini kabupaten/kota dapat menganggarkan  pembelian blangko KTP-el. APBD itu dihibahkan ke pusat dan tidak dicatat sebagai aset daerah.

Kendati demikian, menurut Dedi, surat edaran dari Kemendagri yang keluar pada 28 November lalu dinilai terlambat. Sebab, pihkanya tak bisa menganggarkan untuk penyediaan blangko di anggaran murni APBD 2020 karema sudah ketok palu.

“Walaupun dianggarkan di perubahan tahun depan pasti enggak keburu. Karena Pelaksanaan Pilkada 23 september 2020. Sedangkan anggaran perubahan normalnya Oktober, November,” jelasnya.

Menurut Dedi, solusi dari persoalan blangko di Tangsel bisa dilakukan dengan dua cara. Pertama, Pemkot Tangsel memgusulkan kepada KPU RI di mana dalam Pilkada suket bisa berlaku sebagai syarat untuk nyoblos.

Sementara solusi kedua, sekarang ini Disdukcapil sedang mempersiapkan surat ke Kemendagri untuk menyediakan blangko. Sebab, kata dia, meskipun di Kemendagri blangko terbatas pasti tetap ada.

“Ini juga diusulkan ke pemerintah melalui DPR. Agar kabupaten/kota yang akan Pilkada diperlakukan khusus. Karena tidak semha kabupaten/kota Pilkada di tahun depan. Jadi, yang kita kurang 63 ribu blangko katakanlah beri 100 ribu blangko,” tegasnya.

Dia menambahkan, surat yang dibuat akan dikirimkan ke Keendagri minggu depan. Dengan harapan, jauh-jauh hari Kemendagri sudah mencatat atau teragendakan karena Tangsel akan melaksanakan Pilkada.

“Karena saya dengar awal tahun kemendagri akan mendapatkan blangko akan tersedia dan kita mengusulkan 100 ribu,” imbuhnya. Dia menuturkan, apabila pihaknya diberikan blangko pihaknya akan berupaya maksimal agar pencetak KTP-el maksimal.

Sebelumnya, Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany meminta ketegasan dari Anggota Komisi II DPR RI, untuk memastikan apakah suket pengganti KTP-el masih digunakan atau tidak dalam Pilkada. Sehingga ada kebijakan yang bisa dibuat oleh pemkot agar partisipasi masyarakat dalam Pilkada 2020 ini bisa maksimal.

“Masih ada suket di Tangsel sekitar  60.918. Mendagri sudah mengeluarkan surat edaran, tapi apabila Pemkot akan mengalokasikan anggaran untuk pembuatan blangko pilkada kemungkinan waktunya tidak cukup,” tuturnya.(irm)

Komentar Anda

comments