2020, Tangsel Dapat Dana Insentif Daerah Rp 64 Miliar

Diterbitkan  Rabu, 18 / 12 / 2019 23:05 - Berita Ini Sudah :  1241 Dilihat

HADIR. Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany menghadiri acara Konferensi Kerja Provinsi V Tahun 2019 PGRI Provinsi Banten Masa Bakti 2014-2019 di Intermark Swiss Bell Hotel, Kemarin.

SERPONG-2020, Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel)  mendapatkan dana insentif daerah (DID) dari Kementerian Keuangan sebesar Rp 64 Miliar. Dana tersebut naik 100 persen dari tahun ini sebesar Rp 30 Miliar. Hal tersebut diungkapkan Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany saat Kegiatan PGRI di Swissbell Hotel, Intermark, Serpong, Rabu (18/12).

Walikota Tangsel, Airin Rachmi Diany menjelaskan, bahwa insentif dari Kementerian Keuangan ini merupakan bentuk apresiasi bagi pemerintah kabupaten kota yang melakukan pembangunan daerahnya dengan baik.

Tangsel sendiri, di  2019 mendapatkan banyak penghargaan. Sehingga dana insentifnya naik untuk di tahun depan. Sementara anggaran ini akan dialokasikan kepada fokus program kegiatan untuk meningkatkan pembangunan daerah.

”Fokusnya tetap pada tiga pelayanan unggulan. Yaitu di bidang pelayanan pendidikan, kesehatan dan infrastruktur,” ujar Airin

Airin menambahkan, anggaran tersebut akan diberatkan pada pelayanan pendidikan. Secara infrastruktur, bangunan sekolah sudah memenuhi kriteria sekolah berkualitas. Tinggal meningkatkan pelayanan yang nantinya akan dirasakan untuk anak.

”Serta menjadikan sekolah sebagai rumah kedua bagi anak-anak kita,” ujarnya.

Airin meyakinkan, bahwa setiap usulan yang diberikan oleh guru akan selalu dia pertimbangkan dengan matang. Pun jika ada keluhan, maka dia akan membelas hak guru dibandingkan dengan pejabat yang memiliki tanggung jawab membuat regulasi.

Hal tersebut dia lakukan untuk memastikan, guru bisa dengan maksimal menjalankan perannya untuk meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan. Untuk membentuk generasi yang akan datang dengan penuh karakter.

Dalam pertemuan itu juga, Airin menjelaskan problema yang terjadi di dalam dunia pendidikan. Termasuk di dalamnya isu zonasi, UNBK sampai dengan ditiadakannya UN dalam periode kelulusan tahun yang akan datang.

Menurutnya, semua itu tidak penting. Yang terpenting adalah, apapun sistem yang digunakan oleh pemerintah natinya, harus bisa diserap oleh pelajar. Agar semua ilmu yang didapatkan bisa diaplikasikan oleh generasi selanjutnya.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Warman Syahnudin menjelaskan, Tangsel mendapatkan DID atau dana insentif daerah yang bersumber dari APBN (Kementerian Keuangan ) sebesar Rp 64 Miliar yang sebelumnya hanya Rp 30 Miliar.

“Dana insentif ini naik, dikarenakan Tangsel terus meningkatkan prestasinya dan keberhasilan di berbagai sektor yang membuat dana ini mengalami kenaikan, seperti WTP, Penghargaan dari Kementerian dan lainnya.”jelasnya.

Warman menjelaskan, dana ini akan digunakan untuk program kegiatan pembangunan di Tangsel, seperti infrastruktur.(irm)

 

HADIR. Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany menghadiri acara Konferensi Kerja Provinsi V Tahun 2019 PGRI Provinsi Banten Masa Bakti 2014-2019 di Intermark Swiss Bell Hotel, Kemarin.

Komentar Anda

comments