Setelah Terima Pengaduan Masyarakat


Ketua Fraksi PSI Tinjau Pembuangan Sampah di Pondok Cabe Ilir

Diterbitkan  Minggu, 26 / 01 / 2020 21:33 - Berita Ini Sudah :  548 Dilihat

Lurah Pondok Cabe Ilir Munadih, (tengah), Ketua Fraksi PSI Ferdiansyah (tiga dari kanan) dan Koko Dirgantoro (ujung kanan) ketika mengunjungi tempat pemvbuangan sampah.

PAMULANG-Komitmenya untuk membawa aspirasi masyarakat dibuktikan secara nyata. Kemarin setelah menerima aduan soal pembuangan sampah liar di Pondok Cabe Ilir, anggota DPRD Tangsel ini langsung meninjau lokasi.

Ketua Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DPRD Tangsel, Ferdiansyah meminta Pemkot Tangsel serius menangani tempat pembuangan sampah (TPS) liar yang ada Pondok Cabe Ilir. Hal itu ia utarakan seusai meninjau langsung TPS di daerah Pondok Cabe Ilir setelah menerima laporan dari warga yang merasa terganggu. TPS yang ditinjau itu memiliki luas lebih dari 500 meter persegi

“Saya mendapat laporan warga bahwa TPS tersebut menjadi tujuan pembuangan sampah tak hanya warga sekitar namun juga warga dari luar kelurahan. Per bulan sampah yang ditampung bisa berton-ton,” katanya.

Guna mengurangi penumpukan sampah, warga sekitar berupaya mengurangi dengan cara dibakar antara 3-4 kali dalam satu hari. Hal ini yang menyebabkan adanya warga yang merasa terganggu kamudian mengadukan kepada dirinya.

“Asap dari pembakaran sampah mengakibatkan asap masuk ke rumah warga. Polusi udara yang bisa mengganggu kesehatan warga sekitar,” tambah ia.

Koordinasi dengan Lurah Pondok Cabe Ilir Munadih untuk menyelesaikan masalah ini di mana Munadih sebelumnya juga sudah meninjau lokasi yang tepatnya pada Kamis (23/01) pekan kemarin. Termasuk kemarin Minggu (26/01) bersama Ferdi mengamati dengan pasti. Dari hasil tinjaun itu ada langkah-langkah yang akan diambil sebagai solusi.

Diantaranya meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mengirim truk sampah. Selain itu pihaknya akan menghubungi pemilik lahan agar lahan dipagar sehingga tidak ada lagi yang membuang sampah dan mencari solusi bagaimana nantinya sampah agar tidak menjadi masalah.

“Jadi lahan itu milik pribadi, hanya saja pemiliknya tinggalnya jauh sehingga jarang meninjau. Oleh karena itu Pak Lurah nanti akan berupaya menghubungi pemilik lahan untuk dapat membuat pemagaran lahan supaya tidak menjadi tempat pembuangan sampah lagi,” tuturnya.

Kokok Dirgantoro Bacawalkot Tangsel, datang bersama Ferdiansyah menyatakan penyelesaian sampah di perkampungan berbeda dengan perumahan. Sampah selalu menjadi polemik di manapun apabila tidak tertangani dengan baik. Maka dari itu perlu penanganan serius dan cepat supaya tidak menjadi persoalan terus menerus. “Harus ada penyelesaian sampah oleh Pemkot, namun juga perlu melibatkan partisipasi warga,” tambah ia.

Lanjut ia, beberapa hal yang bisa melibatkan partisipasi warga antara lain bank sampah, dekomposter, menggunakan lalat tentara hitam atau black soldier fly (BSF) untuk menghasilkan belatung, hingga pengadaan armada pengangkut sampah di jalan sempit  berupa gerobak atau motor roda tiga. Namun yang lebih utama adalah mengajak warga memilah sampah.

“Ajak warga untuk berpartisipasi menyelesaikan masalah sampah di sekitarnya. Pemkot dapat menjadi fasilitator dan pendukung agar partisipasi warga menjadi program nyata,” tegasnya. (din)

Komentar Anda

comments