Mahasiswa Asal Ciputat Lolos dari Wabah Corona di Wuhan

Diterbitkan  Senin, 27 / 01 / 2020 21:23 - Berita Ini Sudah :  386 Dilihat

 

CIPUTAT-Hasan Hidayat (23) mahasiswa asal Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) yang menempuh pendidikan di salah satu universitas di Wuhan Cina, merasa cemas.

Bahkan saat ini akibat wabah virus mematikan itu, kota yang terletak di bagian tengah negara Cina tersebut menjadi terisolir. Seluruh penduduk dilarang keluar tempat tinggal, kecuali dalam keadaan mendesak. Tak hanya itu, transportasi umum dan sarana umum pun dilarang beroperasi.

Ia mengungkapkan, kondisi tersebut membuat dirinya dan sebagian mahasiswa lain menjadi khawatir.

“Jadi akibat adanya virus corona itu, kita yang terserang bukan fisik, atau kesehatan, tapi psikis kita, karena sangking khawatirnya,” ungkap Hasan saat dihubungi, Senin (27/1)

Mahasiswa yang berhasil lolos dari isolasi di Wuhan itu mengatakan, kekhawatiran itu bertambah lantaran gejala korban yang terjangkit virus mematikan itu, hampir sama dengan penyakit lain yang jauh lebih ringan. Terlebih, di Wuhan saat ini sedang berlangsung musim dingin.

“Di sana (Wuhan) musim dingin, suhunya sangat dingin. Sedangkan kita terbiasa tinggal di Indonesia, yang suhunya lebih dari 20 derajat celcius. Jadi ya kita biasa flu, atau lainnya yang biasa kita alami. Itu yang buat kita stres. Kita khawatir, itu flu biasa atau corona,” terang Hasan yang kini telah kembali ke tanah air.

Hal itu pun, kata Hasan, sempat dialaminya. Ketika ia terjangkit flu, rasa khawatir berlebihan pun membuatnya sangat gelisah. Akibat tekanan perasaan itu, kondisi fisik pun semakin melemah.

“Untungnya ternyata hanya flu biasa. Perasaan itulah yang dirasakan oleh teman-teman mahasiswa lain,” imbuhnya.

Namun demikian, lanjutnya, kegentingan yang terjadi sebenarnya tak separah yang diberitakan.

“Jadi enggak separah itu, kita pun sebetulnya hanya sebatas khawatir,  karena gejalanya sama. Tapi teman-teman di sana pun baik-baik saja,” katanya.

Terlebih, kata dia, saat ini sudah ada korban terjangkit virus corona yang berhasil disembuhkan.

“Sudah ada 40 korban yang disembuhkan. Dari yang saya ketahui, persentase bahayanya pun berada di bawah virus lainnya yang sempat mewabah, seperti flu burung,” pungkasnya

Sementara itu, Dokter dan perawat di Rumah Sakit Umum (RSU) Tangerang Selatan (Tangsel) membagikan masker kepada pasien serta pendamping pasien untuk antisipasi penyebaran virus corona.

Selain itu, para dokter, perawat dan petugas administrasinya pun turut mengenakan masker.

“Untuk pemberian masker ini karena diduga masih suspect kita memang mengantisipasi penularan nCov (Novel Corona Virus) dari pasien dan dokter yang menaganinya,” ujar Kepala Seksi Pelayanan Medis, Ronald Adrianto Sitindaon di lokasi.

Ronald juga memastikan, sampai saat ini belum ada pasien yang diduga suspect terjangkit corona.

“Sampai saat ini tidak ada, dan jangan sampai, semoga,” ujarnya.

Meski belum ada pasien yang terjangkit, RSU Tangsel selalu waspada dan sudah menyiapakan protap untuk mengidentifikasi pasien corona.

“Kita sudah melakukan tindakan-tindakan yang pertama terkait pasien sendiri kita sudah memilik alur dalam arti pasien itu dengam diduga nCoV dengan ciri demam batuk dan sesak, kita aakan melakukan protap terkait periksa nCoV ini,” jelasnya.(irm)

Komentar Anda

comments