Taryono dan Abdul Rojak Dapat Penghargaan


Guru Agama Tangsel Diberi Bekal Pengetahuan Hukum

Diterbitkan  Kamis, 30 / 01 / 2020 21:45 - Berita Ini Sudah :  427 Dilihat

FOTO BERSAMA. Setelah mengadakan seminar mengenai advokasi untuk guru, AGPAII Tangsel memberikan penghargaan kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tangsel Taryono dan Kemenag Tangsel Abdul Rojak, kemarin

CIPUTAT-Banyaknya kasus hukum yang menjerat guru agama Islam ternyata menjadi kekhawatiran Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (AGPAII). Sehingga seluruh guru Agama Islam diberikan bekal pengetahuan hukum sebagai pendidikan dasar keprofesinolan guru di Tangsel.

Ketua Panitia Muhamad Tajudin menjelaskan, jika belakangan banyaknya kasus yang menjerat guru merupakan dampak dari ketidaktahuan guru mengenai profesinolisme pekerjaan. Sehingga dia menganggap perlu adanya informasi mengenai hal ini agar guru bisa terhindar dari masalah besar.

Selain itu, guru bisa menjadi kambing hitam dari sebuah kasus. ”Kadang kala guru terjerumus dalam lubang yang kecil dan dalam dengan tidak sengaja, karena itu kami merasa guru membutuhkan informasi ini agar terhindar dari lubang tersebut,” kata dia dalam acara seminar advokasi guru di Puspemkot Tangsel, Kamis (30/1).

Dia menambahkan juga dengan banyaknya problema pendidikan yang terjadi, timnya akan menyiapkan tim advokasi untuk melindungi hak yang dibutuhkan oleh para guru. ”Kami memiliki tim advokasi tersebut, untuk membantu guru dalam mengatasi persoalan-persolan hukum,” kata dia.

Selepas seminar, AGPAII Tangsel memberikan penghargaan kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan  (Dindikbud) Tangsel Taryono dan Kepala Kemenag Tangsel Abdul Rojak. Pemberian penghargaan tersebut dikarena telah membantu memperjuangkan nasib guru yang terkena masalah hukum.

“Pak Tayono, merupakan kepala dinas yang sangat peduli dengan guru, bahkan beliau bisa mendamaikan kasus guru agama dengan orang tua murid,tanpa harus masuk ke ranah hukum, hal sama pun dilakukan Pak Abdul Rojak dengan kedekatannya dengan kepolisian dan pihak lainnya, membuat kasus ini bisa ditangani dengan sebaik-baiknya,”ungkapnya.

Untuk itu AGPAII memberikan penghargaan untuk mereka. Sementara Kadindikbud Tangsel, Taryono menjelaskan jika pelaksaan tugas guru harus terlindungi secara hukum. Dimana hal tersebut terdapat dalam amanat UU 20 Tahun 2003 Sisdiknas.

Dia menambahkan seminar ini adalah upaya bahwa sepanjang guru melaksanakan tugas sesuai koridor aturan maka guru harus terlindungi secara hak dan martabatnya. Sehingga guru juga harus tahu apa saja hak yang harus mereka terima.

Selain itu, dalam kesempatan ini, Taryono juga mendapatkan penghargaan sebagai tokoh perjuangan membela guru yang dituntut oleh orang tua siswa. ”Ini adalah hal yang bisa saya lakukan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Tangsel,” ujarnya.(irm)

 

Komentar Anda

comments