Pererat Kerukunan Beragama


FKUB Tangsel Kunjungi Gereja Katedral Jakarta

Diterbitkan  Jumat, 31 / 01 / 2020 22:34 - Berita Ini Sudah :  617 Dilihat

Kunjungan. Ketua FKUB Tangsel Fachruddin Zuhri (lima dari kiri), dan Uskup Ignatius Kardinal Suharyo (lima dari kanan).

PAMULANG-Pengurus harian Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Tangsel melakukan kunjungan ke tempat-tempat ibadah melalui program wisata religi. Tujuannya untuk menambah wawasan dan menyatukan kebersamaan sebagai bangsa Indonesia.

Pada Kamis (30/1) berkunjung ke Gereja Katolik Katedral Jakarta yang diterima langsung oleh Uskup Ignatius Kardinal Suharyo. Pimpinan FKUB terdiri dari Ketua Fachruddin Zuhri, Sekretaris H Ahmad Sopiyan, Bendahara KH Cecep Saepul Anwar serta turut hadir seluruh perwakilan agama baik Islam, Katolik, Budha, Hindu dan Konghucu yang menjadi bagian dari pengurus FKUB Tangsel.

Ketua FKUB Tangsel, Fachruddin Zuhri menyampaikan, kunjungan FKUB Tangsel ke Katedral, dimaksudkan untuk menambah wawasan dan pengalaman kepada masing-masing pengurus sebagai bekal melaksanakan pelayanan kerukunan kepada masyarakat. Oleh sebab itu cukup penting guna mempererat hubungan berbangsa dan bernegara dalam kemajemukan ajaran agama di Indonesia yang diatur oleh UUD 1945.

“Selain ke Gereja Katolik Katedral Jakarta juga dalam waktu dekat akan ke Masjid Istiqlal Jakarta dan tempat-tempat rumah ibadah yang lain. Dengan harapan dapat terjalin hubungan yang erat satu dengan yang lain sesama anak bangsa,” katanya.

Melalui cara wisata religi ini diharapkan dapat meneguhkan masing-masing keimanan para penganut agama yang ada di Indonesia. Saling menghargai dan menghormati di mana negara telah mengakui. Biarkan ajaran agama yang dijalankan masing-masing sesuai dengan keyakinannya.

“Dengan wisata religi ini menjadi tahu tempat-tempat ibadah yang ada sehingga saling menghargai. Harapannya di Tangsel tetap kondusif saling menjaga kebersamaan jangan sampai ada gesekan satu dengan yang lain,” tambah ia.

Dengan kondisi aman tentram di Tangsel, maka masyarakat akan hidup damai. Beribadah secara tenang dan khusuk serta berbagai aspek lain dapat berjalan dengan baik, baik aspek ekonomi, dan aspek-aspek yang berkenaan dengan tata kelola masyarakat.

“Tapi jika sudah tidak kondusif tatanan sosial akan berpengaruh. Mari pererat kebersamaan kita sesama manusia. Tangsel harus tetap tentram jangan sampai tidak aman,” tegasnya. (din)

Komentar Anda

comments