Koin Muktamar Dilaunching pada Harlah NU ke-94 di Ciputat

Diterbitkan  Minggu, 02 / 02 / 2020 23:13 - Berita Ini Sudah :  450 Dilihat

Bentuk Kemandirian Jamaah Menuju Muktamar NU ke-34

CIPUTAT-Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kota Tangsel menggelar Harlah NU ke-94 pada Jumat (31/1) malam di Sekretariat PCNU Tangsel. Pada acara ini dilakukan Launching Koin Muktamar.

Dilangsungkan penyerahan fundrising yang terkumpul dari para jamaah NU Kota Tangsel kepada Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Dana itu akan dikumpulkan bersama dengan PCNU lainnya se Indonesia untuk digunakan sebagai pembiayaan Muktamar NU ke-34 di Provinsi Lampung pada Oktober 2020 mendatang. Hal ini dilakukan oleh NU sebagai bentuk kemandirian jamaah.

Pengasuh Pondok Pesantren Ummul Quro’ Kota Tangsel, Kh Syarif Rahmat saat memberikan mauidzotul hasanah pada Harlah NU ke-94 dan Halaqoh Kebangsaan itu mengatakan, organisasi yang berkomitmen memajukan jamaah atau jam’iyyahnya adalah dengan gerakan ekonomi kerakyatan dan gotong royong dalam satu barisan yang kongkrit.

“Nahdlatul Ulama merupakan organisasi yang mapan dari tingkat pengurus ranting hingga pengurus besar. Bahkan secara struktural mirip sekali dengan miniatur negara. Oleh karena itu sangat mudah membangun gerakan ekonomi kerakyatan yang kuat dalam bingkai gotong royong,” tutur Kh Syarif.

Kegiatan ini bertajuk ”Konsolidasi Sughro Menuju Kemandirian Umat”. Lanjut Syarif Rahmat bahwa semangat dan gerakan membangun NU yang bermartabat tentu banyak rintangan. Akan tetapi soliditas organisasi tetap dipertahankan.

Sekretaris PCNU Kota Tangsel, Kh Himam Muzzahir mengatakan, dalam tatanan kehidupan bernegara di Indonesia, NU dan negara adalah dua aspek yang saling mengokohkan. “NU merupakan fondasi moral bagi keselamatan negara sedangkan kekuasaan negara adalah penjaga supaya NU senantiasa tertanam kuat dalam kehidupan para jamaahnya,” tuturnya.

Karena itu, Muzzahir mengajak semua pihak untuk memahami dan meresapi kembali pemikiran para pendiri Republik ini tentang relasi NU dan negara. NU adalah pemilik kebenaran (ashabul haq) sementara negara adalah penguat bagi pemilik kebenaran.

Bendahara Pengurus Pusat Laziznu sekaligus Bendahara PCNU Kota Tangsel, H Abdullah Mas’ud menjelaskan roda organisasi ekonomi merupakan hal pokok yang tidak bisa ditawar. Karenanya, segala hal bisa teratasi manakala hal pokok tersebut terpenuhi. 

“Kemandirian ekonomi merupakan hal pasti yang dilakukan oleh NU sebagai organisasi terbesar di dunia. Bukan hal yang tidak mungkin seandainya seluruh jama’ah NU se Indonesia menguatkan barisan dan bersatu padu mengembangkan sektor ekonomi dan kemandirian umat. Maka NU beserta jama’ahnya tidak akan tercerai berai dan akan selalu kokoh menjalankan roda organisasi,” paparnya.

Pembina IPNU Kota Tangsel, Ahmad Andi Wibowo menambahkan, Indonesia merupakan negara majemuk yang sangat variatif tipologinya dan kondisi kebudayaannya hingga sosial kemasyarakatan. “Maka, kebutuhan saat ini adalah gerakan ekonomi yang bermartabat dan menjadikan Nahdlatul Ulama sebagai pakem atau faham terdepan yang bisa diakses siapapun dan dirasakan oleh masyarakat luas sesuai kaidah amaliah, fikrah dan harakah,” jelasnya.

Atas dasar pemikiran tersebut, Andi yang juga tim asistensi Kemendesa PDTT RI menambahkan, sebagai badan otonom Nahdlatul Ulama, IPNU Kota Tangsel merasa terpanggil untuk turut serta meneguhkan kembali nilai-nilai kebangkitan ekonomi dan kemandirian warganya.

“Karenanya, Tema Muktamar NU 2020 adalah NU Mandiri, Indonesia Bermartabat. Hal ini sejalan dengan konsep Nahdlatut Tujjar sebagai semangat kemandirian menata ekonomi jamaah dan jam’iyyah NU,” ucapnya.

Adapun Ketua IPNU Kota Tangsel, Ahmad Sibly menegaskan, pelajar NU tertuntut untuk mengembangkan sistem pembelajaran yang lebih masif, efisien dan efektif guna menyelesaikan kondisi-kondisi sosial masyarakat yang nantinya menuju gerakan kemaslahatan baik dari sisi ekonomi maupun pendidikan.

“IPNU Tangsel ingin sekali bersinergi dengan badan otonom dan organisasi kepemudaan lainnya. Semata-mata hanya untuk menguatkan basic network yang dimiliki oleh seluruh organisasi kepelajaran dan kepemudaan,” tegasnya.

Hadir dalam kegiatan itu sebagai tamu undangan kehormatan para Majelis Wakil Cabang NU, Ranting NU, Komunitas Gereja dan organisasi kepemudaan se Kota Tangsel. (din)

Harlah NU ke-94. Pengurus PCNU, IPNU, Laziznu foto bersama dengan Pengasuh Pondok Pesantren Ummul Quro’ Kota Tangsel, KH Syarif Rahmat (tengah baju hitam).

Komentar Anda

comments