Warga RW 11 Cempaka Putih Kerja Bakti dan Fogging Cegah DBD

Diterbitkan  Senin, 03 / 02 / 2020 21:56 - Berita Ini Sudah :  430 Dilihat

CIPUTAT TIMUR-Musim hujan kerap dijadikan nyamuk aedes aegypti yang membawa virus dengue penyebab penyakit demam berdarah muncul di lingkungan. Guna mencegah munculnya DBD, Kelurahan Cempaka Putih bersama, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) dan Puskemas Ciputat Timur serta masyarakat melakukan kerja bakti dan fogging.

Titik fogging dilakukan di RT 1-4 RW 11 Cempaka Putih. Warga sekitar begitu senang dan giat dalam saat pelaksanaan kerja bakti dan fogging mengingat bahaya DBD sangat mengkhawatirkan. Maka perlu diantisipasi lebih dahulu. Kegiatan ini berlangsung baru-baru ini dengan serempak oleh warga yang ada di RW 11.

Ketua RW 11 Kelurahan Cempaka Putih, Eko Hari Kusdiansyah menyampaikan, program ini sangat bagus dan harus digalakkan secara masif sebagai bentuk kesadaran masyarakat menjaga kebersihan, kenyamanan dan ketertiban dan itu dimulai di lingkungan RT dan RW.

“RW 11 yang berjumlah 204 KK dengan total 4 RT dengan penduduk hampir 600an jiwa ini sedang mengalami serangan demam berdarah. Terdapat 17 suspect dan 9 yang terkonfirmasi terkena DB oleh karena itu kami sudah memulai dengan Jumantik ditambah fogging dan ditutup oleh Jumsih diseluruh areal RW 11, Perumahan Pesona Gintung Residence,” katanya.

Dirinya sangat berharap melalui kegiatan fogging serta membersihkan lingkungan dalam kegiatan Jumat bersih yang telah dicanangkan oleh pemerintah menjadi agenda secara terus menerus guna menyadarkan msyarakat tentang kebersihan. Kebersihan sangat diutamakan untuk mencegah potensi berbagai penyakit.

“Semoga kegiatan ini bisa menumbuhkan masyarakat yang cinta akan kebersihan, kerapihan dan kenyamanan,” tambah ia

Lurah Cempaka Putih Tarmizi menjelaskan adanya laporan warga terkena DBD kepada Puskesmas Ciputat Timur sehingga langsung dilakukan fogging. Tentunya pihaknya juga  langsung berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait seperti untuk bersama-sama turun kelapangan.

  “Melalui gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) agar jentik-jentik tidak berkembang biak dan nyamuk semuanya hilang. Kami juga mengajak kepada masyarakat supaya tetap menjaga kebersihan di lingkungan masing-masing supaya terbebas dari DBD,” pesannya.

Upaya membersihkan genangan air, dan membuang barang-barang bekas yang lama tak terpakai perlu dilakukan supaya tidak menjadi sarang nyamuk. Jenis nyamuk ini biasanya bertempat di genangan air dan tempat-tempat barang bekas. Warga di lingkungan harus meningkatkan dini supaya tidak terjangkit.

“Mari kita gerakkan pemberantasan DBD agar keluarga dan lingkungan terbebas dari gigitan nyamuk aedes aegypti yang membawa virus dengue penyebab penyakit demam berdarah,” serunya. (din)

Fogging.

Lurah Cempaka Putih Tarmizi (ketiga dari kanan) tengah menunjukan cairan pembasmi jentik nyamuk, saat kegiatan fogging.

Komentar Anda

comments