Dinsos Salurkan Bantuan Banjir di 13 Titik se-Kota Tangsel

Diterbitkan  Selasa, 04 / 02 / 2020 22:47 - Berita Ini Sudah :  462 Dilihat

Seremonial Dibuka di Pesona Serpong

SETU-Puluhan anak begitu ceria mendengarkan Dongeng Kak Awam Prakoso yang mampu menirukan berbagai suara hewan. Anak-anak ini tengah mengikuti psiko healing yang digagas oleh Dinas Sosial (Dinsos) Kota Tangsel sekaligus menyalurkan bantuan sekolah.

Tawa lepas setiap pedongeng yang tinggal di Kelurahan Sawah Ciputat ini mengeluarkan suara kuda tengah berlari dan hewan-hewan lainnya. Ini dalam rangka kegiatan psiko healing bagi anak-anak yang terdampak bencana banjir dan bantuan perlengkapan sekolah bagi siswa siswi yang terdampak banjir serta konseling pencegahan trauma dan penyerahan bantuan bagi anak korban banjir.

Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie menyampaikan,  dengan adanya bantuan ini bukti pemerintah begitu perhatian. Tentunya bantuan bukan kali ini saja, tapi sejak dari pertama banjir pemerintah melalui Dinas Sosial menyalurkan bantuan berupa pakanan dan lain sebagainya. “Maka diharapkan, dengan cara seperti ini anak-anak bisa terhibur, tidak lagi mengingat soal banjir yang dialami mereka. Dan mereka tumbuh dengan riang,” pesannya.

Kepala Dinsos Tangsel  Wah­yu­noto Lukman menjelaskan melalui kegiatan ini memperhatikan kepada anak-anak di mana mereka menajadi korban banjir pada awal tahun. Tentunya anak memiliki kepekaan daya ingatnya. Guna mengantisipasnya perlu ada upaya-upaya yang dilakukan Pemkot Tangsel.

“Kita harus peduli terhadap anak-anak. Sedikitnya ada 48 anak yang terdampak di Pesona Serpong mendapatkan bantuan perlengkapan sekolah. Mereka supaya tidak trauma makan diberikan trauma healing dengan harapan dia melupakan kejadian yang telah dialami yaitu banjir, sehingga saat datang hujan mereka tak merasakan takut lagi, ” katanya.

Selain memberikan bantuan berupa perlengkapan sekolah juga penanganan spikis anak. Berharap mereka tak terkendala dalam aktivitas belajar mengajar di sekolah.

“Selain bantuan yang diberikan perlengkapan sekolah dan kami memberikan perhatian juga kepada seluruh masyarakat memberikan perlengkapan kebersihan dan makanan pokok pada saat pertama kebanjiran.  Mengapa bantuan perlengkapan sekolah karena sedikit sekali masyarakat yang menyelamatkan buku-buku sekolah putra putrinya ketika banjir, ” tukasnya.

Wahyu merinci sedikitnya ada ratusan anak yang terdata dan mereka mendapatkan bantuan. Ratusan anak itu betul-betul mengalami kondisi banjir yang cukup parah seperti Pesona Serpong Setu.

“Total 458 anak sekolah yang terdampak banjir di 13 titik terparah. Penyerahan di Pesona Serpong sebagai simbolis baik kepada anak-anak yang masih duduk di TK dan Sekolah Dasar, ” imbuhnya.

Bantuan yang disalurkan itu, murni berasal dari donatur bukan uang pemerintah daerah. Kendati banjir telah usai, namun kedermawanan donatur terus mengalir hingga kini. Dengan niatan baik, bantuan diterima kemudian dikumpulkan lalu disalurkan.

“Bantuan belum menggunakan uang dari APBD. Sampai saat ini jika ada titipan  donasi yang kami terima untuk disalurkan kepada korban banjir. Tujuanya mereka agar tetep semangat. Termasuk pedongeng Kak Awan datang sebagai bentuk bantuan psikis supaya anak-anak ceria tertawa lepas, ” tukasnya.

Jika ditotal bantuan yang di terima Dinsos sejak pertama banjir mencapai ratusan juta. Bantuan berupa barang kebutuhan pokok, beras, minyak, telur, mie instan, air mineral, perlengkapan pakaian, selimut, kebutuhan sekolah, dan lain-lain.

“Kami membentuk posko tanggap bantuan di kantor. Total dirupiah kan bantuan yang kami Terima Rp 600 juta bahkan lebih. Rata-rata donatur memberikan bantuan barang bukan uang,”tutupnya. (din)

Psiko healing. Pedongeng Kak Awam Prakoso tengah menghibur puluhan anak di Pesona Serpong sebagai program psiko healing yang digagas oleh Dinas Sosial Kota Tangsel.

Komentar Anda

comments