2021 Kelurahan Kelola Uang Rp 1 Miliar

Diterbitkan  Rabu, 26 / 02 / 2020 21:35 - Berita Ini Sudah :  421 Dilihat

CIPUTAT-Pemkot Tangsel memastikan tahun depan kelurahan kelola anggaran Rp 1 miliar. Dana itu berasal dari APBN sebesar Rp 388 juta dan sisanya berasal dari APBD Tangsel targetnya ada pemerataan serta pengurangan pengangguran.

Hal itu disampaikan oleh Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie. Dia menerangkan, Pemkot di tahun depan akan mengucurkan dana sekitar Rp 612 juta lebih untuk setiap kelurahan di tambah lagi dengan bantuan pemerintah pusat. “Tahun depan bantuan dari pusat sepertinya nilainya sama seperti tahun ini. Maka Pemkot Tangsel akan menggenapi sampai totalnya Rp 1 miliar,” kata Benyamin.

Penggunaan dana itu lebih kepada swadaya masyarakat, misalnya sablon, pelatihan ibu-ibu PKK untuk peningkatan keterampilan. Ini untuk tahun 2021. Posting anggaran tetap di kecamatan tapi lurah menjadi KPA, dan penjabat kepala teknis nanti para kasi karena mereka menjadi PNS.

“Hal ini sejalan dengan kewenangan lurah sebagai kuasa pengguna anggaran (KPA) yang sebelumnya wewenang itu ada di camat. Dulu saat masih ada di camat, semua kegiatan di kelurahan masih kecamatan yang menjadi penanggungjawab. Saat ini semenjak diberikan kewenangan, maka meski nanti melalui kecamatan saat pengajuan pencarian dari kecamatan ke dinas, namun lurah diberikan keleluasaan,” tambah ia.

Targetnya pengangguran akan dientaskan, karena misalnya masyarkaat akan membangun jalan konblok ke arah makam dan masjid. Jika hanya konblok tak perlu dari insinur dari perguan tinggi cukup RT saja sudahbisa jalan. “Untuk tenaga kerjanya yang masuk keluarga miskin setempat, dan mereka mendapatkan upah harian atau mingguan bahkan bulanan sesuai tenaga yang digunakan,” jelas Benyamin.

Prinsipnya menggunakan tenaga kerja swadaya. Tapi untuk membeli barangnya menggunakan Kepres, misalnya dengan menunjukan langsung toko material setempat. Agar program ini berjalan dengan baik dan lancar maka, masyarakat sama-sama mengawasi serta dari kelurahan dan kecamatan. “Kita sama-sama saling mengawasi supaya tetap guna anggaran yang ada untuk peningkatan keterampilan masyarakat,” tutupnya. (din)

Komentar Anda

comments